Tampilkan postingan dengan label Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2015

Intermezo

Assalamu'alaikum.



Langsung aja ya~


●●●


"Saya fans Manchester United."

"Saya lahir tahun 96."

"Saat di mana prestasi Liverpool sedang menurun."

"Tapi tidak saat malam di Istanbul tahun 2005."

"Waktu kelas lima SD saya disunat, saya minta PS2 buat jadi hadiahnya."

"Kalau saya masuk SD tahun 2002, berarti pas kelas lima itu tahun 2006."

"Dulu kalau main Winning Eleven seneng make Liverpool malahan. Milan juga. Juventus. Inter.. Ada Vierra, Del Piero, Nedved, Ibra, Zambrotta, Gattuso.. Tau kan?"

"Kalau timnasnya juga suka make Italia. Sebelum Piala Dunia 2006 dimulai, bokap beliin jersey Italia. Karena itu saya mendukung Italia di Piala Dunia saat itu."

"Terus mulai suka MU setelah tau yang namanya Ronaldo. Cristiano Ronaldo."

"Suka Rooney juga. Mulai cari-cari tau tentang mereka, MU-nya juga."

"Abis itu Ronaldo pindah. Jadi ikutan suka Real Madrid."

"Setelah cari-cari tau itu, jadi tau kalau Rooney itu dulunya dari Everton."

"Semakin dewasa, saya mulai berpikir, tentang alasan kita suka terhadap sesuatu. Sesuatu yang bisa terus kita pegang, sesuatu yang bisa kita jadikan prinsip, kita jadikan alasan, saat semua orang bertanya, bahkan saat diri kita sendiri bertanya, kenapa sih kita dukung dia, kenapa sih kita ngelakuin itu."

"Ya, saya ingin merasakan sensasi, merasakan bagaimana mendukung, membangun hal yang kecil, bukan untuk jadi yang paling hebat, cukup agar terus ada, dan merasakan dampak dari adanya saya terhadap mereka."

"Jadilah saya memutuskan untuk menjadi pendukung Everton.
Sebuah tim besar. Besar. Tim hebat. Namun bukan tim dengan nama yang mentereng. Bukan pula tim dengan prestasi yang gemilang.
Everton adalah tim yang punya sejarah, tim yang punya potensi, tim yang besar bersama pendukungnya, tim yang punya pondasi yang kuat, tim yang pantas didukung, tim yang pantas mendapat lebih."

"Sebenarnya semua juga begitu. Semuanya pantas. Tapi terkadang bukan kita yang memilih, melainkan pilihan kita itu yang memilih kita.
Nah, begitu pula dengan Everton, seakan-akan Everton-lah yang memilih saya. Perasaan memang begitu, suka datang tanpa alasan, tanpa disangka, tanpa direncana."

"Saya mencari sebuah perasaan, atmosfir, romansa. Bagaimana rasanya menerima kekalahan tim kesayangan saya. Menerima ledekan atas tim saya. Mengutarakan pendapat atau perasaan atas tim saya. Atau bahkan bagaimana perasaan saat tim saya berhasil membungkam mulut-mulut besar para pendukung tim besar saat Everton saya mengalahkan tim mereka."

"Munafik memang kalau saya mengatakan tidak menuntut balas atas dukungan saya ini.
Dalam artian.. Kiasannya, ini diibaratkan 'cinta satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat?
Tapi saya juga tentunya menginginkan kebaikan terhadap tim kesayangan saya. Setidaknya saya punya pendapat. Kebijakan transfer misalnya. Saya tentunya punya keinginan atau pendapat tersendiri, siapa pemain yang pas untuk didatangkan, atau kenapa pemain kita patut dipertahankan."

"Ya, memang hanya dukungan seperti ini yang saya bisa. Apapun yang terjadi, saya menikmatinya, berusaha menerimanya. Dia tim yang saya dukung.
Namun diri saya juga tidak bisa tinggal diam, terkadang bergejolak. Sudah pasti yang saya inginkan adalah kebaikan bagi tim saya itu. Di sinilah saya merasa tidak masalah jika saya dikatakan egois. Namanya juga dukungan, effort, pastilah dengan perasaan. Cukup wajar bagi saya."

"Namun semuanya memiliki batasan. Terkadang kita buta. Ya, perasaan membutakan kita. Di sinilah gunanya telinga. Untuk mendengarkan sekitar. Tidak apa salah. Bagus. Dengan salah, kita belajar."

"Menang, kalah. Pemain datang dan pergi. Apapun itu.. Saya nikmati semuanya. Karena mendukung tim ini adalah pilihan saya. Dalam hidup, tidak ada waktu untuk menyesal."


●●●


Kebanyakan ya intermezonya? Hihi
Namanya juga intermezo~

Post kali ini isinya mau ngasih sedikit perkenalan tentang diri saya. Sisi lain dari diri saya.
Di blog ini kan kebanyakan postnya tentang 48 family ya, tentang idoling.. Jadi, saya mau coba nyambung-nyambungin intermezo di atas dengan konten-konten yang biasanya ada di blog ini.

Mulai ya..

Jadi.. Saya wota.

Ya, orang biasa bilang seperti itu.

Konotasinya negatif memang. Orang-orang sekarang bahkan menyebutnya 'such a freak'.
Saya bukan fans lama, bukan fans baru juga. Mulai ngikutin mereka sekitar tahun 2013. Setelah satu-satunya kiblat saya soal idola, khususnya di bidang musik, My Chemical Romance, bubar. Saya bisa dibilang cukup hancur saat itu.

Lanjut ke JKT48.. Dunia idoling ini yang menjadi sisi menariknya adalah oshi. Yaitu orang yang kita dukung, dari sekian banyak pilihan yang ada.
Siapa oshi saya? Saya bisa bilang, oshi saya Uty.

Ceritanya kurang lebih sama kayak intermezo di atas.
Dulu, sebenarnya, mata saya dibutakan oleh nama besar. Kasarnya, saya meremehkan yang namanya gen dua. Saya masuk ke dunia 48 ini saat tim J sudah terbentuk, dan trainee yang merupakan gen dua tersebut sudah terpilih.

Masuklah saya ke dunia 48 ini.. Selanjutnya saya tahu istilah yang namanya oshi oshi itu. Seperti yang pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya, di awal, oshi saya adalah Shania. Saya juga sempat cerita soal Haruka.

Sama kayak cerita tim bola di atas, awalnya saya suka dengan tim besar. Tapi seiring berjalannya waktu, saya semakin dewasa.
Teater pertama saya itu pertunjukannya tim K3. Di sana saya mulai tau tentang mereka. Yang awalnya mereka saya anggap remeh, tidak sengaja malah kebetulan yang membawa saya kepada mereka.
Ada dua nama yang benar-benar membuat saya tertarik saat itu. Viny dan Uty. Selanjutnya, saya lebih tertarik untuk mencari tahu lebih banyak soal Viny.

Viny. Seseorang yang luar biasa. Seorang ace. Seorang pemimpi yang memperjuangkan mimpi-mimpinya. Struggle. Terbukti, sekarang posisinya termasuk ke jajaran paling depan di JKT48.

Viny juga merupakan salah satu member yang paling sering saya ikuti kegiatan HSnya. Dua kali. Sama seperti Uty. Tapi Viny sudah jauh lebih dulu dari itu.
Dengan saya tertarik dengan Viny dari K3 saat itu, praktis saya punya tiga fokus, Shania-Haruka-Viny, dengan Shania tetap menjadi oshi saya. Waktu terus berjalan dengan keadaan seperti itu.

Sampai saat di mana saya harus vakum karena kegiatan murid kelas tiga, dan sampai saya punya waktu bebas untuk memulai idoling lagi.
Saya mulai dengan memperhatikan terlebih dahulu. Beberapa kali nonton pertunjukan tim J di awal, lalu mencoba lagi merasakan pertunjukan tim K3.
Setelah itu saya mulai berpikir, saya harus punya alasan dalam melakukan kegiatan ini. Harus ada manfaat, atau perasaan, seperti cerita tentang Everton saya di atas dalam melakukan hobi saya ini.

September, lalu Oktober, saya memperhatikan. Saya coba nonton teaternya tim J, nonton teaternya K3 juga. Ya, yang saat itu saya tertarik dengan Uty di awal kedatangan teater saya, masih terasa. Akhirnya di bulan November, di ulang tahunnya sendiri saat itu, saya mulai memutuskan untuk menjadikan Uty oshi saya. Satu satunya fokus saya.




Gak jauh beda dengan cerita Everton. Saya ingin keberadaan saya bisa membuat dia bisa lebih baik. Walau hanya 'satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat kan?
Kalau coba dibandingkan dengan Viny, jelas beda jauh. Dari popularitas misalnya. Atau posisinya dalam senbatsu.
Tapi saya tau Uty bisa. Semua bisa.
Seperti yang saya bilang, saya akan terima semua yang terjadi dalam proses saya mendukung dia, tapi tetap keinginan saya tentu kebaikan untuk dia.

Hobi itu untuk kesenangan kan? Iya, gak usah diambil pusing, gak usah baper-baper amat.
Ya, kalau saya coba ibaratin, Uty itu kayak cerita Everton saya di atas. Uty bisa.
Saya ingin merasakan indahnya memberikan dukungan. Bagaimana 'feel' waktu kita 'support' sesuatu. Saya ingin Uty berkembang. Dari semua baik buruk yang dia terima. Dari pengalamannya dalam berproses. Bahwa semua yang dari bawah sekalipun, bisa baranjak ke atas. Gak perlu jadi yang tertinggi. Jadi lebih baik pun cukup. Seperti tagline Uty saat pemilihan single senbatsu yang lalu, 'mutiara di dasar laut'.
Ya, yang Uty sendiri bilang mau sama-sama bikin Uty, mutiara yang tadinya ada di bawah laut itu bisa terlihat. Dan itu semua harus dibuktikan dengan improvement yang nyata. Uty bisa.


●●●


Sebenarnya tulisan ini buat ngisi blog aja, udah lama gak ngepost kan ya~
Biar pada tau juga, se-wota apa sih saya, se-such a freak, se-rasional apa sih saya?
Juga buat kenalan aja. Kalau ada yang baca kan.. Namanya juga alter ego~

Yaudah, segini aja.. Intermezo kan?

Makasih.


~Salam #DagingKhasDalam~

Minggu, 22 Maret 2015

Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian II]

Assalamu'alaikum.


Halo!

Kali ini kita lanjut ya special post-nya!

Hmm kalau di bagain pertama Saya pada DKD pada JKT48 lebih membahas objek, di bagian ke dua ini mau membahas peristiwa ah~ Tajuknya "Serba-serbi yang pertama!"


Saya mohon izin untuk memutar lagu ini terlebih dahulu sebelum memulai membaca ya~



Ayuk, kita ikuzo! Hahaha


OGB 2 JKT48 Sign Event

Sabtu, 1 Juni 2013.
Itu kegiatan ngaidol pertama saya sepertinya. Jadi, event-nya itu kita bisa meminta salah seorang member menandatangangi semacam majalah (Guide Book) yang sudah kita beli sebelumnya.
Sebenarnya gak cuma di majalah aja, setau saya, bisa di 'swag' apa saja asalkan itu official merchandise JKT48, entah poster, photo pack, atau yang lainnya. Tapi dengan syarat. Terlebih dahulu membeli OGB (Offcial Guide Book) tersebut. Nanti akan dapat semacam tiket untuk ikut Sign Event ini.
Nah, pada penyelenggaraannya, Sign Event ini sebenarnya berbarengan dengan Hand Shake Event 'River'.
Kenapa saya ikutnya Sign Event, bukan Hand Shake Event? Karena waktu itu saya tidak berhasil mendapatkan tiket HS. Hahaha
Saya sempat datang sekali ke fx menjelang HS Event tersebut untuk beli CD versi teater yang ada tiket HSnya, tapi hari itu malah gak dijual merchnya. Heuheuheu alhasil, saya pulang dengan tangan kosong.
Lalu, secercah harapan datang. Ada kabar bahwa pada hari H pelaksanaan HS Event, akan diadakan juga yang namanya Sign Event. Setelah mempelajari detilnya, saya bulatkan tekat untuk ikut acara tersebut! Daripada tidak sama sekali kan~
Lanjut.. Jadi, ceritanya, hari itu saya ditemani seorang teman yang bernama, sebut saja dia Nanang.
Nanang.. 1 Juni itu bertepatan dengan hari ulang tahun dia. Dan pada Sign Event tersebut, Nanang memilih Veranda untuk menandatangani OGB-nya. Veranda. Oshimen Nanang.
Saya yakin itu adalah kado terindah sepanjang hidupnya, sampai saat ini. Hahaha
Sebab, saat keluar dari venue event tersebut, Nanang tampak pucat, tatapannya kosong, dan bahkan wajahnya menyucurkan keringat. Semua grogi. Saya maupun Nanang. Pengalaman pertama.
Selanjutnya giliran saya. Jadi, saya dan Nanang itu berbeda sesinya, saya sesi 6 dan Nanang sesi 5.
Saat itu saya memilih Haruka.
Kenapa Haruka ya, bukannya Shania? Hmm.. Penasaran dengan 'nihonjin' satu ini!
Hmm kesannya.. Walaupun saya relatif diam dan terbata-bata saat mengiyakan sapaan dari Haruka, tapi momen itu benar-benar indah.
Ada peraturan yang bilang "dilarang menyentuh member", tapi Haruka dengan ramahnya setelah menandatangani OGB saya, mengajak bersalaman seraya berterima kasih dan berpamitan. Subhanallah. Saya benar-benar bersyukur hari itu. Kejutan-kejutan kecil dari Tuhan sangatlah berarti.
Tapi ada yang spesial lagi dari Haruka, suaranya itu loh gak nahan. Dia bilang..
"Halo..."
"Selamat sore.."
"Iya.."
"Makasih ya.."
"Dadah.."
Diakhiri dengan salaman dan melambaikan tangan.
Kadang, saat membayangkannya, suara Haruka masih dapat terngiang di pikiran saya.
Sungguh langkah awal yang benar-benar mengesankan.
Bahkan, setelah itu, saya sempat bertekad untuk ke depannya, "delusi yang menjadi nyata!".
Tapi tunggu dulu~ Ada yang menarik perhatian saya pada event ini, yaitu Frieska.
Mungkin di bagian selanjutnya kita bisa bercerita tentang mojang geulis satu ini~


[Intermezo] Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Oh, Tanju~




Hand Shake Event 'Yuhii wo Miteiruka?'

Sabtu, 14 September 2014.
Kali ini akhirnya bisa ikut HS. Pertama kali. Selang tiga bulan sejak kegiatan ngaidol saya yang pertama.
Waktu beli CDnya, di Tennis Indoor Senayan, sempat hujan-hujanan. Terus pulangnya ngumpul di rumah saya, hujan, ditemani mie instant, mie rebus dengan kuah yang hangat. Hahaha waktu-waktu bersama kalian selalu indah, kawan~ Daging Khas Dalam
Saya membeli dua tiket hari itu. Satu untuk Shania, satu lagi untuk Haruka.
Pertama Shania. Grogi sekali.. Bukan apa-apa, kan pertama kali tuh, belum ada gambaran kan, belum ada pengalaman. Jadi, siasatnya, saya menyiapkan kata-kata untuk disampaikan dalam waktu sepuluh detik yang berharga itu.
Kan udah tuh.. Celakanya, saya tidak berpikir bagaimana kalau member yang membuka obrolan duluan. Dan bang! Kejadianlah, Shania yang buka obrolan duluan. Padahal rencananya, saya yang akan ambil inisiatif itu.
Kalaplah saya. Seperti Spongebob saat ditanyai nama oleh Squilliam. Buyar semua. Hahaha
Tapi overall baik-baik aja kok. Buktinya, sampai sekarang saya masih ingat. Berarti berkesan~
Selanjutnya Haruka. Belajar dari pengalaman pertama. Untungnya beda sesi, jadi ada waktu buat cooling down dan atur siasat.
Kesannya itu sama Haruka.. Tangannya kayak bayi! Empuk banget. Hahaha
Alhamdulillah lancar nih yang sama Haruka. Sebelumnya kan udah pernah ketemu, jadi gak canggung-canggung banget.
Tetap, Haruka, suara khasnya yang sampai saat ini masih saya suka~
Masih team J-sentris banget waktu itu. Dan lucunya, pada zaman itu, walaupun belum pernah teateran, HS event selalu bela-belain. Hahaha
Satu hal yang saya pelajari dari Shanju, senyum sambil merem~ Matanya itu loh, bisa senyum. Gak usah lihat bibirnya deh, cukup tatap matanya aja, kalau senyum pasti ketahuan.
Kadang, ketika memeraktikkan teknik 'senyum merem' itu, saya suka terbayang Shanju.
Di team K3 juga ada yang senyumannya mirip-mirip kayak gitu, namanya Viny.
Kapan-kapan kita cerita juga soal Viny di bagian selanjutnya.



[Intermezo (lagi)] Belum selesai ya lagunya? Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Buat penutup nih. Kali ini tiga chapter aja yaa.




Boku no Taiyou (Team KIII)

Minggu, 29 Desember 2013.
Gak kebagian tiket pelajar. Akhirnya beli tiket reguler. Tetap bingo hijau. Posisi standing area. Sayap kanan. Gak masalah, masih kebagian di depan.
Kesannya? Saya tertarik dengan lagu Himawari. Bukan, bukan cuma lagunya. Tapi juga yang membawakannya. Della, Hanna, Viny, Uty.
Mungkin ini awal saya mengenal dan ingin mencari tahu tentang Uty. Saya benar-benar tertarik waktu itu.
Saya sempat bertanya dengan teman yang teateran bareng dengan saya, sebut saja dia Tara. Salah seorang expert di circle kami.
"Tar, yang itu namanya Uty?" Ujar saya.
Tara mengiyakan sambil tetap fokus ke atas panggung.
Hmm cerita gak yaa apa yang bikin tertarik sama Uty waktu itu..


Dwi Putri Bonita on G+

Dia tinggi. Tembem. Hahaha tingkahnya polos, imut, seperti anak-anak. Kalau Uty bilang sih 'seperti kelinci yang tidak bisa diam'~
Logat Palembangnya yang khas juga membuat perpaduan yang menarik.
Saat itu saya kelas dua belas. Kontradiksi. Masa saat siswa semester akhir sedang sibuk-sibuknya. Pertunjukan kali itu lebih kepada untuk memuaskan rasa penasaran saya akan yang namanya 'teateran'. Jadi, setelah itu saya tidak menonton teater lagi untuk waktu yang cukup lama.
Uniknya, beberapa hari setelah pertunjukan itu, teman saya, Tara, memberikan kabar..
"San, ditanyain Naomi tuh, katanya "mana temannya yang pakai kacamata kemarin?" Waktu 'hand shake' sehabis teateran." Sambil tertawa dia bilang seperti itu kepada saya.
Dia nonton Boku no Taiyo lagi.
Sontak saya kaget. Senang sih. Tapi saya percaya aja.. Hahaha gak apa-apa, ngaidol itu kan prinsipnya 'yang penting senang', have fun aja~
Hmm mungkin kegiatan teateran pertama saya ini yang bikin saya secara tidak sadar cenderung nge-click dengan team KIII, terlebih saya merasa nyaman mengikuti setlist Seishun Girls mereka, setlist selanjutnya dari setlist Boku no Taiyo.
Next time! Insya Allah dibahas. Do'ain aja panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, dan dikasih kelapangan waktu. Hihi



------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sekian dulu deh untuk bagian dua ini. Mungkin ke depannya kalau dirasa ada yang perlu ditambahkan, akan saya perbaharui. Sisanya nanti, di bagian selanjutnya. Masih banyak loh~


Jadi, terima kasih atensinya.

~Salam #DagingKhasDalam~

Senin, 16 Februari 2015

Pride of!

Assalamu'alaikum.


Halo!
Post lanjutan dari Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian I]-nya ditikung post ini dulu yaa. Ditikung.. Hahaha
Oiya, baru tahu kalau salah satu teman saya, Aden, sudah pernah bikin post tentang DKD. Silakan kalau mau melipir. ~> Kami dari DAGING KHAS DALAM HAHAHAHA ^o^


2015. Tahun yang bagus!
Bagus kenapa? Ya, tahun depan udah jadi kepala dua. Cepat banget ya.. Rasanya belum ngelakuin apa-apa semasa hidup.
Berarti tahun ini tahun yang bagus buat bikin tahun-tahun sebelum memasuki kepala dua jadi lebih berarti.


Hmm langsung aja kali ya tulis misi apa aja yang butuh diselesaikan di tahun ini.

  • Target IP semester dua 3,61 [   ]
Alhamdulillah target semester satu IP di atas 3,5 tercapai, alhamdulillah terlampaui. Walau gak nyangka juga, dan kalau lihat dari nilai yang "agak jelek", dibanding nilai teman-teman yang lain, sebenarnya berharap lebih juga. Tapi apa daya, ada bagus, ada buruk. Kurang. Itu juga karena diri sendiri. Saya bersyukur.
Mata kuliah buat semester depan itu; Matematika Bisnis, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Pengantar Akuntansi II, Statistik II, Pengantar Manajemen, Teori Ekonomi Mikro I, Ekonomi Skala Kecil, Menengah & Koperasi. Ditambah kelas asistensi untuk mata kuliah Pengantar Akuntansi II dan Statistik II.
Gimana, cukup menarik bukan?
Tantangannya adalah.. Semester dua ini gak ada pelajaran Bahasa Inggris! Hmm padahal pelajaran ini cukup banyak membantu saya dalam menyelesaikan misi di semester pertama.
Satu-satunya pelajaran yang mendapat nilai A. Itu highlight-nya.
Well, aku akan berjuang! I'm gonna make it!



Ditambah, momen beberapa waktu lalu. Ya, saya habis bertemu Hanna, dan dia bilang "Semangat kuliahnya!" It will always boost me up! I promise.


*Hanna
Jennifer Hanna on G+



  • {Updated 24 Mei} Jumlah kedatangan teater 20 kali [Berhasil 19 Mei]
{Updated 9 Maret} Viny [Berhasil 24 Februari]
{Updated 9 Maret} Ayen [Gagal]
Ya, paling nggak itu sampai saya bertemu dengan Uty. Sama seperti pertemuan dengan Hanna.
Tahun ini mau coba bertemu dengan Viny di Februari, Ayen di bulan Maret, dan Uty di bulan November. November.. Masih lama. Udah semester tiga sih masuknya. But, let's see.
Sebenarnya udah sengaja atur jadwal semester ini biar bisa teateran di hari selasa ataupun kamis. Demi lancarnya misi ini. Asal kalian tahu. Hahaha
Kenapa Viny? Hmm kenapa ya.. Viny ini yang pertama bikin saya tertarik dengan team K. Pernah HS juga waktu itu. Dua kali, paling banyak di antara member-member yang lain.
Kalau Ayen karena sebagai bentuk apresiasi saya terhadap performanya di teater. Termasuk yang paling bagus dan konsisten. Dari penglihatan saya. Walaupun saya pasti kalah sama Yamada-san. But, follow the light, they said. Haha
Uty.. Hmm oshi. Lama lama ya di JKT48! There are many fans behind you. Make them happy and proud of you! Geist!


  • Ikut Kadokawa Contents Academy atau ikut kursus bahasa Rusia dari Kedubesnya [   ]
Buat mengisi waktu, sekaligus menambah keahliah. Mungkin baru bisa terealisasikan saat semester tiga. Dan harus pilih salah satu.
Kalau yang Kadokawa karena katanya baru akan buka sekolahnya di Indonesia pada akhir tahun, dan yang kursus bahasa Rusia itu "sudah dibuka" untuk kelas bulan Februari-Juni, jadi kemungkinannya baru bisa ikut kelas yang di bulan Juli.

Atau.. Alternatif lain, sempat terpikir sih buat jualan gitu di sekitar kostan. Hahaha
Kan gak ada yang kenal juga, jadi lebih enak. Hitung-hitung buat menambah kekuatan finansial, mumpung tahun pertama kuliah katanya belum berat-berat banget. Mumpung belum ada kegiatan lain juga.


  • {Updated ---} Masuk nominasi juara dalam lomba Bulan Bahasa UGM atau lomba karya sastra lainnya [   ]
Hmm ingin rasanya seperti SD dulu. Ikut lomba ini, ikut lomba itu.. Walaupun gak menang, tapi piagam banyak. Jadi, saya memutuskan untuk mengobarkan kembali semangat berkompetisi di tahun 2015!
Tujuan utamanya pasti jadi juara, tapi yang lebih penting dari itu adalah 'pengalaman'. Ya, pengalaman. Pengalaman supaya saya bisa terus memperbaiki diri sampai saya layak untuk mendapatkan "penghargaan".
Halah, yang barusan terlalu teoritis. Hahaha
Jalur yang saya pilih adalah sastra.
Kenapa? Pernah kan tuh saya bikin post tentang sastra, bisa dicek di sini Buat.., walaupun agak out of topic isi postnya, melipir ke mana mana. Hahaha
Hmm mau berkarya. Ya.
Tahun lalu, 2013, waktu awal-awal kuliah, kebetulan tuh ada lomba bikin karya sastra. Berencana ikut. Tapi gak jadi, dan memutuskan untuk ikut di tahun ini (insya Allah kalau ada lagi). Supaya lebih banyak persiapan dan karyanya lebih matang.
Selain lomba yang diadakan UGM itu, mau coba lomba (karya sastra) yang lain juga, supaya lebih membuka daya imajinasi aja, biar terbiasa mengeksplor diri. Semua bisa karena biasa~
Jadi, saya mohon dukungannya. Doakan saya semoga berhasil dan bisa melangkah lebih jauh dari ini.



  • {Updated 24 Mei} Bikin dua cerpen selama liburan semester dua [    ]
Jadi kan ya.. Katanya UASnya itu nanti bakal dimajuin. Yang tadinya mulai dari tanggal 13 Juni, dipercepat jadi tanggal 10 Juni. Kenapa? Awal puasa diliburin ternyata, tanggal 16, 17, 18 Juni libur. Wayoloh, ujiannya cuma lima hari.. Hahaha satu hari ada yang dua mata kulaih. Tak apa, asal yang liburnya lebih banyak~ Loh (?) Hahaha
Kan awal puasa tuh yah, di rumah, gak ada kegiatan.. Asik tuh buat mengeskplor jiwa-jiwa sastra yang ada di dalam diri~ Sekaligus menyicil buat lomba di bulan November.
Gak lama sih liburnya. Dari tanggal 16 sampai 23 Juni. Besoknya, tanggal 24, udah masuk lagi buat semester pendek. Kan lumayan~ Satu minggu. Buat hepi-hepi. Hahaha
Semangat! Good luck ujiannya!


  • {Updated 9 Maret} Nilai mata kuliah semester pendek A- [50%]
PKn [Berhasil A]
Bahasa Indonesia [Gagal B+
Sebenarnya, masang target ini udah lama, dari tulisan ini dirilis mungkin, tapi baru dimasukin ke post ini sekarang. 

Twitter

Semester pendek lalu itu (semester satu), mata kuliahnya ada dua, PKn dan Bahasa Indonesia. Karena udah tau hasilnya, yaa langsung aja ya.
Ada yang melampaui, ada juga yang gagal. Saya beryukur. Saya mengakui kekurangan saya kemarin, khususnya untuk mata kuliah Bahasa Indonesia.
Jadi, next target, semester dua! Misi yang pertama. IP 3,61.
Ayo berjuang, perbaiki diri!



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Terus apa lagi ya..
Lima ini dulu deh. Nanti di-update lagi.

By the way, cerita tentang membernya segitu aja ya. Nanti dilanjutin lagi di post Saya pada DKD pada JKT48 bagian berikutnya!

Hmm buat semua, buat teman-teman yang baca, tolong ingatkan saya ya. Bantu saya dalam melangkah. We are going to the top!

Mohon bantuannya!


Saya bukan orang yang bisa dengan mudah membiarkan ambisi saya pudar begitu saja!
~Salam #DagingKhasDalam~


Minggu, 18 Januari 2015

Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian I]

Assalamu'alaikum.

Halo!
Kali ini special post!

Kenapa spesial? Karena tulisan kali ini diambil langsung dari catatan harian saya! >.<
Dibagi ke beberapa bagian yaa, ceritanya juga dipisah perplot gitu biar asyik. Hahaha
Ok, ikuzo!


Mula
Sekarang kan udah 2015 nih, hmm berarti udah jalan dua tahun nih sejak pertama ngaidol. Mungkin lebih. Kalau kayak konser ulang tahun keduanya JKT48, tajuknya itu "Terima Kasih Sudah Menjadi Temanku". Terima kasih! Hahaha
Lupa kapan awalnya.. Akhir 2012 udah suka tuh lihat akun-akun member di twitter.
Awalnya Nabilah. Doi ramai banget kayaknya dulu di twitter. Mungkin awalnya cuma tahu Nabilah, terus cari-cari tahu yang lain.. Ketemu deh Melody, Shania, Haruka.


Oshimen
Terus kan kalau fans JKT48 itu notabene setiap orangnya punya oshi masing-masing, mulai deh cari tahu, cari tahu.. Akhirnya memutuskan kalau oshinya itu Shania! 


(http://jkt48.com/member/detail/id/23?lang=id)

Itu awal 2013 kayaknya. Udah mulai ngobrolin mereka, dengarin lagu-lagu mereka, pokoknya semua tentang merereka! Hahaha Lebay.. Hahaha
Kenapa Shania? Waktu itu bingung juga sih mau milih siapa buat dijadiin oshi, lagipula membernya juga banyak kan..
Awalnya lihat-lihat sepintas profil-profil member di situs JKT48 juga di akun-akun twitter mereka. Waktu itu juga masih baru Haruka sama Akicha ditransfer ke JKT48.
Sebenarnya juga suka sama Haruka, tapi kan yang namanya oshi cuma satu, jadi tetap pilih Shania!


Haruka
Suka nihonjin!
Kenapa suka Haruka? Lebih suka Haruka daripada Akicha.. Haruka itu talkative menggemaskan gitu!
Bukan berarti Akicha nggak, kurang aja gitu dari Haruka.
*Ini subjektif ya
Haruka juga aktraktif dan antusias, lebih tepatnya gak tau malu. Hahaha maaf Haruka~ Lebih halusnya, Haruka itu orangnya pede aja gitu.
Pokoknya sampai sekarang kalau Team J prioritasnya itu Shania sama Haruka!

Shania
Kembali ke Shania.
Setelah melihat-lihat sekilas profil para member, langsung deh mememutuskan tertariknya sama Shania. Selanjutnya coba cari tahu tentang doi, latar belakangnya, foto-fotonya, akun twitternya..
Setelah itu, jadi tahu kalau Shania itu motto dan memang orangnya sendiri itu 'disiplin'. Gak salah deh saya memilih dia.
Saya memang orangnya kurang disiplin, belum. Jadi motivasinya, saya mau seperti Shania!
Terbukti, performanya baik saat tampil di teater maupun di luar memang (paling) total. All out!
Sebenarnya salah juga sih kayak gitu. Tanpa pikir panjang, tanpa riset yang cukup, langsung aja menentukan oshi sesuka hati. Tapi gak apa apa, justru semakin banyak pilihan, semakin sulit bukan? Nah, itu sisi baiknya.


Nabilah
Kembali ke Nabilah.
Jadi, Nabilah itu member paling berjasa yang memperkenalkan JKT48 ke bakal-bakal fans bahkan yang di luar fans. Pasti kalau ditanya tentang JKT48, tahunya Nabilah! Kebanyakan.
Saya juga dulu begitu.
Gak salah deh kala Nabilah dijuluki oshi sejuta umat~ Soalnya memang Nabilah yang menjembatani khalalayak ke dunia delusi yang lebih luas.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sekian dulu.
Insya Allah akan saya lanjutkan pada kesempatan selanjutnya. Terima kasih atas atensinya!
Oh iya, sebagai klarifikasi, tulisan ini sifatnya subjektif yaa. Saya juga tidak menutup diri dari beragam masukan dan tanggapan, karena saya memaklumi bahwa tiap orang melihat dari mata yang berbeda.


~Salam #DagingKhasDalam~