Tampilkan postingan dengan label fX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fX. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2015

Intermezo

Assalamu'alaikum.



Langsung aja ya~


●●●


"Saya fans Manchester United."

"Saya lahir tahun 96."

"Saat di mana prestasi Liverpool sedang menurun."

"Tapi tidak saat malam di Istanbul tahun 2005."

"Waktu kelas lima SD saya disunat, saya minta PS2 buat jadi hadiahnya."

"Kalau saya masuk SD tahun 2002, berarti pas kelas lima itu tahun 2006."

"Dulu kalau main Winning Eleven seneng make Liverpool malahan. Milan juga. Juventus. Inter.. Ada Vierra, Del Piero, Nedved, Ibra, Zambrotta, Gattuso.. Tau kan?"

"Kalau timnasnya juga suka make Italia. Sebelum Piala Dunia 2006 dimulai, bokap beliin jersey Italia. Karena itu saya mendukung Italia di Piala Dunia saat itu."

"Terus mulai suka MU setelah tau yang namanya Ronaldo. Cristiano Ronaldo."

"Suka Rooney juga. Mulai cari-cari tau tentang mereka, MU-nya juga."

"Abis itu Ronaldo pindah. Jadi ikutan suka Real Madrid."

"Setelah cari-cari tau itu, jadi tau kalau Rooney itu dulunya dari Everton."

"Semakin dewasa, saya mulai berpikir, tentang alasan kita suka terhadap sesuatu. Sesuatu yang bisa terus kita pegang, sesuatu yang bisa kita jadikan prinsip, kita jadikan alasan, saat semua orang bertanya, bahkan saat diri kita sendiri bertanya, kenapa sih kita dukung dia, kenapa sih kita ngelakuin itu."

"Ya, saya ingin merasakan sensasi, merasakan bagaimana mendukung, membangun hal yang kecil, bukan untuk jadi yang paling hebat, cukup agar terus ada, dan merasakan dampak dari adanya saya terhadap mereka."

"Jadilah saya memutuskan untuk menjadi pendukung Everton.
Sebuah tim besar. Besar. Tim hebat. Namun bukan tim dengan nama yang mentereng. Bukan pula tim dengan prestasi yang gemilang.
Everton adalah tim yang punya sejarah, tim yang punya potensi, tim yang besar bersama pendukungnya, tim yang punya pondasi yang kuat, tim yang pantas didukung, tim yang pantas mendapat lebih."

"Sebenarnya semua juga begitu. Semuanya pantas. Tapi terkadang bukan kita yang memilih, melainkan pilihan kita itu yang memilih kita.
Nah, begitu pula dengan Everton, seakan-akan Everton-lah yang memilih saya. Perasaan memang begitu, suka datang tanpa alasan, tanpa disangka, tanpa direncana."

"Saya mencari sebuah perasaan, atmosfir, romansa. Bagaimana rasanya menerima kekalahan tim kesayangan saya. Menerima ledekan atas tim saya. Mengutarakan pendapat atau perasaan atas tim saya. Atau bahkan bagaimana perasaan saat tim saya berhasil membungkam mulut-mulut besar para pendukung tim besar saat Everton saya mengalahkan tim mereka."

"Munafik memang kalau saya mengatakan tidak menuntut balas atas dukungan saya ini.
Dalam artian.. Kiasannya, ini diibaratkan 'cinta satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat?
Tapi saya juga tentunya menginginkan kebaikan terhadap tim kesayangan saya. Setidaknya saya punya pendapat. Kebijakan transfer misalnya. Saya tentunya punya keinginan atau pendapat tersendiri, siapa pemain yang pas untuk didatangkan, atau kenapa pemain kita patut dipertahankan."

"Ya, memang hanya dukungan seperti ini yang saya bisa. Apapun yang terjadi, saya menikmatinya, berusaha menerimanya. Dia tim yang saya dukung.
Namun diri saya juga tidak bisa tinggal diam, terkadang bergejolak. Sudah pasti yang saya inginkan adalah kebaikan bagi tim saya itu. Di sinilah saya merasa tidak masalah jika saya dikatakan egois. Namanya juga dukungan, effort, pastilah dengan perasaan. Cukup wajar bagi saya."

"Namun semuanya memiliki batasan. Terkadang kita buta. Ya, perasaan membutakan kita. Di sinilah gunanya telinga. Untuk mendengarkan sekitar. Tidak apa salah. Bagus. Dengan salah, kita belajar."

"Menang, kalah. Pemain datang dan pergi. Apapun itu.. Saya nikmati semuanya. Karena mendukung tim ini adalah pilihan saya. Dalam hidup, tidak ada waktu untuk menyesal."


●●●


Kebanyakan ya intermezonya? Hihi
Namanya juga intermezo~

Post kali ini isinya mau ngasih sedikit perkenalan tentang diri saya. Sisi lain dari diri saya.
Di blog ini kan kebanyakan postnya tentang 48 family ya, tentang idoling.. Jadi, saya mau coba nyambung-nyambungin intermezo di atas dengan konten-konten yang biasanya ada di blog ini.

Mulai ya..

Jadi.. Saya wota.

Ya, orang biasa bilang seperti itu.

Konotasinya negatif memang. Orang-orang sekarang bahkan menyebutnya 'such a freak'.
Saya bukan fans lama, bukan fans baru juga. Mulai ngikutin mereka sekitar tahun 2013. Setelah satu-satunya kiblat saya soal idola, khususnya di bidang musik, My Chemical Romance, bubar. Saya bisa dibilang cukup hancur saat itu.

Lanjut ke JKT48.. Dunia idoling ini yang menjadi sisi menariknya adalah oshi. Yaitu orang yang kita dukung, dari sekian banyak pilihan yang ada.
Siapa oshi saya? Saya bisa bilang, oshi saya Uty.

Ceritanya kurang lebih sama kayak intermezo di atas.
Dulu, sebenarnya, mata saya dibutakan oleh nama besar. Kasarnya, saya meremehkan yang namanya gen dua. Saya masuk ke dunia 48 ini saat tim J sudah terbentuk, dan trainee yang merupakan gen dua tersebut sudah terpilih.

Masuklah saya ke dunia 48 ini.. Selanjutnya saya tahu istilah yang namanya oshi oshi itu. Seperti yang pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya, di awal, oshi saya adalah Shania. Saya juga sempat cerita soal Haruka.

Sama kayak cerita tim bola di atas, awalnya saya suka dengan tim besar. Tapi seiring berjalannya waktu, saya semakin dewasa.
Teater pertama saya itu pertunjukannya tim K3. Di sana saya mulai tau tentang mereka. Yang awalnya mereka saya anggap remeh, tidak sengaja malah kebetulan yang membawa saya kepada mereka.
Ada dua nama yang benar-benar membuat saya tertarik saat itu. Viny dan Uty. Selanjutnya, saya lebih tertarik untuk mencari tahu lebih banyak soal Viny.

Viny. Seseorang yang luar biasa. Seorang ace. Seorang pemimpi yang memperjuangkan mimpi-mimpinya. Struggle. Terbukti, sekarang posisinya termasuk ke jajaran paling depan di JKT48.

Viny juga merupakan salah satu member yang paling sering saya ikuti kegiatan HSnya. Dua kali. Sama seperti Uty. Tapi Viny sudah jauh lebih dulu dari itu.
Dengan saya tertarik dengan Viny dari K3 saat itu, praktis saya punya tiga fokus, Shania-Haruka-Viny, dengan Shania tetap menjadi oshi saya. Waktu terus berjalan dengan keadaan seperti itu.

Sampai saat di mana saya harus vakum karena kegiatan murid kelas tiga, dan sampai saya punya waktu bebas untuk memulai idoling lagi.
Saya mulai dengan memperhatikan terlebih dahulu. Beberapa kali nonton pertunjukan tim J di awal, lalu mencoba lagi merasakan pertunjukan tim K3.
Setelah itu saya mulai berpikir, saya harus punya alasan dalam melakukan kegiatan ini. Harus ada manfaat, atau perasaan, seperti cerita tentang Everton saya di atas dalam melakukan hobi saya ini.

September, lalu Oktober, saya memperhatikan. Saya coba nonton teaternya tim J, nonton teaternya K3 juga. Ya, yang saat itu saya tertarik dengan Uty di awal kedatangan teater saya, masih terasa. Akhirnya di bulan November, di ulang tahunnya sendiri saat itu, saya mulai memutuskan untuk menjadikan Uty oshi saya. Satu satunya fokus saya.




Gak jauh beda dengan cerita Everton. Saya ingin keberadaan saya bisa membuat dia bisa lebih baik. Walau hanya 'satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat kan?
Kalau coba dibandingkan dengan Viny, jelas beda jauh. Dari popularitas misalnya. Atau posisinya dalam senbatsu.
Tapi saya tau Uty bisa. Semua bisa.
Seperti yang saya bilang, saya akan terima semua yang terjadi dalam proses saya mendukung dia, tapi tetap keinginan saya tentu kebaikan untuk dia.

Hobi itu untuk kesenangan kan? Iya, gak usah diambil pusing, gak usah baper-baper amat.
Ya, kalau saya coba ibaratin, Uty itu kayak cerita Everton saya di atas. Uty bisa.
Saya ingin merasakan indahnya memberikan dukungan. Bagaimana 'feel' waktu kita 'support' sesuatu. Saya ingin Uty berkembang. Dari semua baik buruk yang dia terima. Dari pengalamannya dalam berproses. Bahwa semua yang dari bawah sekalipun, bisa baranjak ke atas. Gak perlu jadi yang tertinggi. Jadi lebih baik pun cukup. Seperti tagline Uty saat pemilihan single senbatsu yang lalu, 'mutiara di dasar laut'.
Ya, yang Uty sendiri bilang mau sama-sama bikin Uty, mutiara yang tadinya ada di bawah laut itu bisa terlihat. Dan itu semua harus dibuktikan dengan improvement yang nyata. Uty bisa.


●●●


Sebenarnya tulisan ini buat ngisi blog aja, udah lama gak ngepost kan ya~
Biar pada tau juga, se-wota apa sih saya, se-such a freak, se-rasional apa sih saya?
Juga buat kenalan aja. Kalau ada yang baca kan.. Namanya juga alter ego~

Yaudah, segini aja.. Intermezo kan?

Makasih.


~Salam #DagingKhasDalam~

Kamis, 26 Februari 2015

Ada Apa dengan Yona?

Assalamu'alaikum.


Hallo!
Hayo, ada apa ya dengan Yona? Eh, tunggu.. Yona itu siapa? Itu loh, Viviyona, Yona JKT48.
Hmm post Saya pada DKD pada JKT48-nya belum dilanjutin dulu (lagi) yaa.


Mulai aja ya..
Kenapa Yona? Belakangan ini, secara gak sadar ternyata kalau ditarik garis, ada hubungannya.
Emang tabiat orang kita aja yang suka menyangkutpautkan suatu hal dengan hal lainnya. Hahaha saya jadi ikutan terbawa.

Berawal dari isu bahwa Yona udah lama tidak tampil dalam pertunjukan Seishun Girls, salah satu yang paling lama bersama Noella waktu itu. Sampai pada suatu ketika, saat saya 'teateran', Yona kembali beraksi.
Jujur saja, saya memang jarang melihat Yona tampil di kala saya teateran. Tentu ini sedikit membuat saya penasaran, "seberapa bagus sih Yona kalau perform?", walau saya tidak memasang ekspektasi yang begitu tinggi.

Setidaknya dua kali, kalau tidak salah, setelah come back-nya saya melihat Yona tampil.
Penampilan pertama tidak buruk, bisa dibilang bagus. Penonton memberikan feed back yang luar biasa atas kembalinya Yona di atas panggung.
Tapi rupanya tidak ada yang 'spesial' dari penampilan Yona. Ini yang saya lihat. Mungkin akibat dari standar di awal yang saya pasang terhadap Yona, akibat betapa ditunggu-tunggunya kehadiran dia di teater.
Sebenarnya Yona melakukan semuanya dengan baik, tidak buruk. Hanya saja, waktu itu tidak ada yang spesial, meski saya rasa sepertinya Yona tidak melakukan kesalahan apapun malam itu.

Celakanya, momen yang membuat stigma saya terhadap Yona sedikit buruk (performanya) ialah saat dia ditandemkan dengan seorang Viny di lagu Kinjirareta Futari. Ya, seorang Viny.
Siapa yang bisa mengalahkan Viny dalam membawakan lagu ini? Penjiwaannya. Improvisasinya. Bagaikan dia memegang kendali atas lagu itu, menjadi bagian dari lagu. Lihat ekspresinya. Lihat gesturnya dalam membawakan lagu tersebut.
Ini salah besar! Karena saya ingin merasakan kesan pertama dari Yona saat itu. Namun penampilannya 'dibuat kalah' oleh penampilannya bersama Viny di lagu Kinjirareta Futari.

Namun saya sadar. Bukan Yona yang buruk, Viny yang all out di lagu itu.
Perlahan, stigma buruk sebelumnya memudar.

Iya, Viny. Tipe teatrikal. Anak drama banget.
Meski saya juga sempat melihat Tata dari segi menyanyinya, Tata bisa lebih berimprovisasi dari Viny. Poin lebih. Tapi dari segi penampilan, sejauh ini, lagu ini lagunya Viny.

Lanjut ke pertunjukan Yona yang ke dua.
Dari awal sampai pertengahan show, Yona melakukannya dengan baik, tak ubahnya saat pertunjukannya yang pertama.
Lagi-lagi Yona berduet dengan Viny di lagu Kinjirareta Futari. Kali ini saya sudah maklum, dan memandangnya dengan lebih positif.

Namun, menjelang pertunjukan berakhir, perhatian saya secara tidak sadar semakin menuju kepada Yona.
Setelah encore tepatnya. Mungkin saya mulai tersadarnya di sana.
Kenapa? Yona seperti kehilangan energinya. Sempat beberapai kali saya 'memergoki' Yona seakan-akan ingin pingsan. Kelelahan mungkin. Lepas gitu, kayak beberapa saat Yona seperti tidak ada di situ. Namun untungnya walau beberapa kali seperti hilang kendali, Yona dapat kembali lagi menguasai dirinya.

Karena 'insiden' itu, praktis, perhatian saya hanya fokus kepada Yona di sepanjang lagu.
Kebetulan saya duduk di bingo hijau. Dan Uty, semenjak lagu Yakusoku Yo, blocking-annya berada di bagian bangku penonton bingo biru. Jadi saya lebih fokus ke depan, tempat yang di isi Yona.

Saya sempat berpikir, ada apa dengan Yona.. Apa dia sedang sakit, atau hanya kelelahan? Mungkin opsi kedua. Karena di awal, Yona baik-baik saja, hanya menjelang akhir dia seperti itu.
Sampai saya memutuskan sepulang teater untuk me-mention Yona di twitter sekadar untuk menanyakan keadaannya. Dan itu sedikit-banyak membuat saya lega.

Lalu, kejadian setelah teater.
Untuk informasi, saya menulis post ini secara runtut ya.
Hal lainnya adalah ketika saya datang ke booth merchandise JKT48 di fX, sembari teateran juga sih. Saya yang melaporkan bahwa saya belum mendapatkan bonus photo pack dari pembelian Kalender Senbatsu JKT48 via Rakuten, rupanya setelah klaim saya diterima, ternyata bonus photo pack tersebut adalah fotonya Yona.
Wow, amazing kan.. Hahaha
Saat itu saya belum sadar, dan saya biarkan begitu saja. Baru belakangan ini saya coba menghubung-hubungkan. Maaf. Hehe



Terakhir.
Baru-baru ini saya mengajak teman saya untuk menonton pertunjukan Seishun Girls setelah melihat status facebook-nya yang me-reshare foto Yona dengan komentar "jadi rindu SG :3". Kurang lebih begitu katanya.
Lantas, saya berinisiatif mengajaknya teateran, dan dia pun mengiyakan.

Sampai saatnya hari pertunjukan.
Teman saya itu, sebut saja Kukuh, berangkat dari Bekasi, dan saya dari kostan, karena hari itu adalah minggu pertama dimulainya kuliah semester dua. Kami berjanji untuk langsung saja bertemu di fX.

Setibanya di mall tersebut, saya lekas menuju lift. Tujuan saya adalah kantin di P2. Ya, saya ingin mengisi perut terlebih dulu sebelum menonton pertunjukan.
Saat sedang bergegas menuju lift, entah dari mana, saya melihat perempuan yang sepertinya saya kenal perawakannya. Dia mengenakan baju putih dan memakai topi seperti topi musim panas yang kalau dari atas menutupi hampir seluruh wajahnya.
Iya, perempuan itu berjalan ke arah yang sama dengan saya.
Sampai pada akhirnya kami berpapasan di dalam lift.
Betapa tidak menyangkanya saya bahwa perempuan yang saya kenali perawakannya tersebut adalah Yona.

Tejadilah sebuah percakapan.. Kurang-lebih begini.
"Yona!" Saya menyapanya.
Dia menjawab "iya!"
Betapa kagetnya saya ketika Yona yang ternyata memulai obrolan.
"Gak nonton teater?" Ujarnya.
"Iya, mau makan dulu di P2," lantas saya menekan tombol P2 yang ada di dalam lift yang sebelumnya Yona sudah menekan tombol P3 terlebih dahulu.
Yona menjawabnya dengan "oh" panjang seakan mengerti.

Sebenarnya saat ditanya akan menonton teater atau tidak, dalam benak, saya bertanya "Apa tampang gw wota banget ya.. XD". Pengaruh lingkungan. Saya excited sekali waktu itu.
Lalu, setelah situasi 'mendingin', saya mencoba berpikir lebih rasional. "Oh iya, andaikan saya Yona, saat disapa oleh orang yang mengenal saya, yang terpikir adalah yang menyapa saya itu adalah seorang fan, atau setidaknya tau JKT48, dan bukan tidak mungkin juga pertanyaan yang akan saya ucapkan adalah "gak nonton teater?"
Tapi tidak apa-apa, ini hal yang normal. Saya memakluminya dan tidak masalah dengan hal itu.
Malah, pikiran saya akan Yona seketika berubah menjadi benar-benar positif. Yang kalau di atas panggung Yona kelihatannya sedikit dingin, ternyata Yona orangnya begitu ramah. Saya minta maaf.

Lanjut ke percakapan.
Saya melanjutkan, "Yona gak tampil ya hari ini? Padahal hari ini aku bareng teman aku. Dia mau nonton Yona hari ini, tapi Yonanya gak ada."
Yona hanya menjawab "iya" dengan nafas panjang tanda meminta maaf.
Lalu Yona melanjutkan "nanti ikut HS aja!" Dengan senyum ramahnya seraya mengajak.
Mendengar kata 'HS', konsentrasi saya terpecah. Saya memikirkan diri sendiri. Setelah itu saya baru sadar bahwa yang dibicarakan Yona itu adalah teman saya.
Tapi saya malah menjawab "HSnya Uty udah sold out. Belum beli." Dengan nada kecewa.
Yona balik menjawab "yah, datang aja." Seakan-akan meyakinkan saya untuk tetap datang ke HS event.
Sampai di situ, obrolan kami selesai. Pintu lift sudah terbuka. Lantas, saya berpamitan dengan Yona sambil mengiyakan ajakannya.
"Yona, aku duluan ya!" Kataku.
Yona pun mengiyakan dengan suara renyahnya.

Sampai pada akhirnya, teman-teman saya yang dahulu biasa sama-sama pergi ke HS event menanyakan saya.
Ada apa ini.. Semuanya kembali bersemangat. Akankah kali ini saya datang?
Dan saya pun menulis post ini.


Sekian dari saya.
Untuk Yona.. Atau yang lain juga.. Kalau membaca, dan merasa ada hal yang tidak seharusnya di-publish dalam post ini, tolong ingatkan saya. Saya akan segera memperbaikinya.



Mohon maaf.
Terima kasih sebelumnya.

~Salam #DagingKhasDalam~

Senin, 07 Juli 2014

Bekasi (Timur) (& Barat) ke fX Sudirman

Assalamu'alaikum.

Halo!

Kali ini kami membahas rute lagi nih! Hehe
Dari judulnya, bisa ketahuan nih kita mau ngapain, ke markasnya wota, JKT48 Theater. Hahaha

{Updated 16 Maret 2015} ---[Spoiler]--- Silakan scroll ke bagian bawah untuk yang ingin langsung to the point~


Based on true story..

Mari kita persempit luang lingkupnya. Transportasi umum, yaitu bis/bus (pada percakapan selanjutnya akan ditulis 'bis').
Yang kami jabarkan di sini ialah hal hal yang berkaitan dengan pengalaman kami. Hahaha

Sebagaimana post sebelumnya [Bekasi (Timur) ke PRJ], kita start dari Bekasi Timur, kita bisa menunggu bis baik dari tol Bekasi Timur, Bulak Kapal, BTC (Mall Bekasi Trade Center), maupun di daerah sekitar rute tersebut. Karena sepengetahuan kami (saya, penulis), pemberhentian terakhir bis tersebut berada di Bulak Kapal, yang sebelumnya melalui tol Bekasi Timur, lalu mulai lagi perjalanan dari Bulak Kapal, melewati BTC, lalu ke tol Bekasi Timur.

Namun, biasanya jika kita start dari tol Bekasi Timur, bis sudah terisi oleh penumpang, dan terkadang kita harus rela berdiri menuju tempat tujuan karena ada kalanya tempat duduk sudah terisi penuh. Ini yang menjadi kendala, menurut tinjauan kami di tempat, armada bis yang akan kita gunakan ini semakin lama semakin sedikit saja yang terlihat jika dari Bekasi Timur, entah kenapa, namun sedikit lebih mudah ditemui saat pulang dari fX Sudirman, dan kalau kita mengambil start pulang dari terminal Blok M sudah hampir pasti kita dapat menemukan bis ini, dan juga kabar baiknya peluang kita mendapatkan tempat duduk sangat tinggi, karena memang terminal Blok M merupakan pemberhentian dan juga awal dari rute yang dilalui bis ini.

Bis yang akan kita naiki adalah Mayasari Bakti AC05 jurusan Blok M - Bekasi (pada percakapan selanjutnya akan ditulis AC05), yang harus kita perhatikan adalah tulisan 'AC05' dan tulisan 'Bekasi Timur' yang berada pada label di bagian depan maupun belakang bis haruslah berwarna biru, karena jika tulisannya berwarna merah, itu tandanya bis akan munuju 'Bekasi Barat'. Tentu kita tidak ingin salah tempat atau tersasar ketika pulang nanti, bukan?


Nah, setelah mengamankan tempat kita di bis, kita tinggal menunggu sampai ke tempat tujuan.

Ini juga penting. Jurusannya kan Blok M - Bekasi, terus turunnya di mana? Ada dua konndisi;
Pertama, saat hari biasa (selain Car Free Day atau event lainnya) kita turun di halte Gelora Bung Karno. Patokannya adalah Komdak. Sesampainya kita di Komdak, alangkah baiknya kita mempersiapkan diri untuk turun dari bis. Karena halte Gelora Bung Karno hanya berjarak dua halte dari Komdak, yaitu sebelumnya ada halte Polda, dan halte Gelora Bung Karno itu sendiri. Nah, saat hari biasa kita bisa turun di halte Gelora Bung Karno, lalu menyeberang melalui skywalk karena fX Sudirman berada di seberang jalan di mana kita turun dari bis saat pemberangkatan, selanjutnya kita tinggal menyusuri jalan menuju fX Sudirman searah dengan jalur pemberangkatan kita tadi. Dan sampailah kita di sana!
Kedua, saat Car Free Day atau event lainnya. Pada saat ini, jalan Sudirman akan ditutup, sehingga bis tidak bisa melewati halte Gelora Bung Karno, dan paling tidak hanya melewati halte Polda dan lalu bis akan berubah jalur ke arah kiri. Jadi, alternatifnya, kita bisa turun di Komdak, atau halte Polda (coba tanyakan kepada kondektur apakah bis akan melewati halte Polda dan bisa turun di sana). Lalu kita tinggal berjalan dan jangan lupa menyeberang untuk tiba di fX Sudirman yang kira kira memerlukan waktu sekitar 10 menit. Setelah tiba, kita bisa melepas lelah di sana.

Untuk pulang, kita bisa berjalan menuju skywalk tadi, di sana terdapat tempat duduk, sehingga dapat memudahkan kita dalam menunggu kedatangan bis. Ingat! Bis yang akan kita naiki adalah yang bertulisan  'Bekasi Timur' dan berwarna biru, cermatlah. Setelah berada di dalam bis, kita hanya perlu menunggu sampai bis tiba di starting point di mana kita berangkat tadi. Dan, kita bisa melanjutkan aktivitas kita maupun segera pulang ke rumah setibanya di starting point.


Budget yang dibutuhkan setidaknya 25k, bis pulang-pergi 8k x 2 = 16k. Dan apabila kita ingin memulai perjalanan pulang dari terminal Blok M, kita bisa menaiki busway dengan biaya 3,5-5k dan memulai perjalanan pulang dari sana.



{Updated 16 Maret 2015} Budget yang dibutuhkan setidaknya 30k, bis pulang-pergi 10k x 2 = 20k. Dan apabila kita ingin memulai perjalanan pulang dari terminal Blok M, kita bisa menaiki busway dengan biaya 3,5k (menggunakan e-ticketing busway), atau menaiki kopaja apa saja yang menuju Blok M (Kopaja 66 misalnya) dengan ongkos 4k, dengan menyeberang terlebih dahulu melalui skywalk, dan memulai perjalanan pulang dari sana.
Ya, kesimpulannya adalah..
Bekasi Timur ke fX Sudirman.
Bekasi Timur (naik bis AC05 bertuliskan 'Bekasi Timur') ~> Halte Gelora Bung Karno (turun dari bis, dan berjalan kaki menuju fX Sudirman) ~> fX Sudirman (selamat melakukan kegiatan duniawi! Hahaha)
Untuk pulang, lakukan sebaliknya~ Dengan membawa uang untuk biaya transportasi sebesar 30k (budget yang disarankan).
{Updated 16 Maret 2015}
Bekasi Barat ke fX Sudirman.
Bekasi Barat (naik bis AC05 bertuliskan 'Bekasi Barat') ~> Halte Gelora Bung Karno (turun dari bis, dan berjalan kaki menuju fX Sudirman) ~> fX Sudirman (selamat melakukan kegiatan duniawi! Hahaha)
Untuk pulang, lakukan sebaliknya~ Dengan membawa uang untuk biaya transportasi sebesar 30k (budget yang disarankan).
Untuk alternatif, andai kita malas menunggu dan sekiranya tidak mendapatkan bis dengan tujuan yang kita inginkan (misalnya, kita ingin ke Bekasi Timur, tapi adanya yang ke Bekasi Barat, atau sebaliknya), tidak masalah, naik saja. Nanti kita bisa turun di Jatibening dan naik lagi bis ke tujuan yang kita inginkan, apa saja. Misalnya, kita ingin ke Bekasi Barat, lalu adanya bis Blok M-Bekasi (Timur). Naik saja. Lalu, turun di Jatibening. Naik lagi bis yang ke Bekasi Barat. Misalnya ada yang Kalideres-Bekasi (Barat), naik saja, yang penting tujuannya ke Bekasi Barat. Kalau perlu tanya dulu ke kondekturnya sebelum naik untuk memastikan. Begitu pula jika kasusnya yang ingin ke Bekasi Timur.
Dari Jatibening kita hanya perlu membayar 5k. Jadi, siapkan saja extra 5k untuk jaga-jaga.  
{Updated 17 Maret 2015} Untuk berangkat, ada alternatif lain lagi yaitu dengan menaiki APTB 07 Tanah Abang-Bekasi. Bekasi Timur.
Bekasi Timur (naik bis APTB 07, dengan ongkos 13k) ~> Halte Bendungan Hilir (turun dari APTB, dan pindah ke busway yang menuju Blok M) ~> Halte Gelora Bung Karno (turun dari busway, dan berjalan kaki menuju fX Sudirman) ~> fX Sudirman (selamat melakukan kegiatan duniawi! Hahaha)
Untuk pulang, silakan ikutin petunjuk yang menggunakan bis AC05 ~ Dengan membawa uang untuk biaya transportasi sebesar 35k (budget yang disarankan).


So, enjoy your trip!
Semoga bermanfaat. :)

~Salam #DagingKhasDalam~