Tampilkan postingan dengan label Roger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roger. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2015

3 Semester, Gimana?

Assalamu'alaikum.

Halo!
Kali ini ngomongnya lu-gw aja yah~ Agak santai.
Soalnya biar kayak ngobrol gitu, mau cerita. Hihi

Dimulai dari kesibukan sekarang..
Semester 3. Sekarang, dua minggu sebelum UAS. Tapi gw malah lagi asik-asiknya utak-atik nih blog..
Eh, nggak.. Maksudnya gw lagi sibuk-sibuknya tugas. Biasa menjelang UAS~
Jadi, bulan November tuh jadi bulan yang padat buat gw. Selain ada ulang tahun oshi..
Ada 3 mata kuliah yang tugasnya itu presentasi. Gw harus nyiapin dan nampilin itu..
Alhamdulillah, pas post ini ditulis, 3 tugas presentasi itu udah kelar. Hmm hampir kelar lah..
Tinggal 1, harus direvisi. Dan deadline-nya itu Rabu nanti.
Nah, ternyata, eh ternyata.. Ada tambahan 2 tugas lagi. Yang satu bikin presentasi juga buat hari Jum'at, satu lagi bikin paper gitu buat hari Kamis. Hmm..

Gw tipe orang yang gak percaya sama orang lain, terutama mengenai hal-hal yang menyangkut kepentingan gw. Seringnya begitu.
Tapi dari bulan November yang berat ini, gw belajar..
You can't handle everything..
By yourself.

Tapi terkadang, emang orang lain gak bisa diandalkan sih. Hahaha
Gitu..
Jadi, do'ain a aja, tugas-tugas selanjutnya ini bakal lancar-lancar aja. Semoga masih banyak waktu luang. Waktu luang yang bisa dibikin produkif.
Ngomong-ngomong, UASnya itu tanggal 10 Desember loh, tanggal 18nya hari terakhir. Doain juga semoga lancar belajarnya, lancar ujiannya, bagus juga hasilnya. Supaya gak perlu ngulang ngulang lagi.
Tuhan.. Aku ingin merasakan libur semesterannya anak kuliahan.

Karena apa? FE Trisakti tuh tahun pertamanya ada yang namanya SP Wajib, semester pendek wajib. Jadilah gw gak menikmati hakikat sebenarnya mahasiswa di dua semester awal. Huft..
Paling nanti kalau musim hujannya gak parah-parah banget, mau ngambil kelas lab pas liburan itu. Biar pas semester regulernya gak capek-capek banget.

Beneran.. Awal semester 3 tuh gw sering banget sakit.
Seminggu ada 12 kelas. 8 mata kuliah, 2 kelas asistensi, 2 kelas lab. Gempor, bang..
Gak bisa teateran, Hayati.
Secara jadwal gak bisa teateran, yaa pada akhirnya harus ada yang dikorbankan~
Bukan apa-apa.. Suntuk.
Kelas lu banyak begitu.. Dulu mah tahun pertama kalau ditotal ada 9 kelas. 7 mata kuliah, 2 kelas asistensi. Itu gpp lah padat semua, kelas pagi sampai maghrib lah paling lama. Ada jam kosongnya juga di sela-sela itu. Misalnya gini, lu ada kelas pagi jam setengah 8, jam 10nya kosong, lanjut lagi jam 1 sampai jam 4.
Jadi lu bisa rehat di jam kosong, dan selesai kuliah yang gak sampai terlalu larut itu lu bisa refreshing lah istilahnya.
Tapi sekarang, semester 3.. Kelas sampe malem, gw biasa sampe di kostan itu jam 9 lah kira-kira. Terus jadwalnya tuh gak padat, bolongnya yaa gitu.. Misalnya, lu ada kelas jam setengah 8 pagi, jam 10 kosong, terus lu ada kelas lagi jam 4 sampe jam 9. Itu juga lu hari sebelumnya ada kelas juga sampe jam 9 malam. Makanya jam kosong itu biasanya gw pake buat pulang, terus tidur di kostan. Gak produktif, men..
Gak sehat.
Lu tidur jam berapa, bangun jam berapa, tidur siangnya gak jelas, bingung apa yang mau dikerjain, tambah tugas pula, makan juga jadi gak teratur, pengeluaran jadi banyak..
Gw nih, buat sekadar buka laptop buat ngeblog, nulis-nulis, atau refreshing lah, nonton film atau main PES, itu gak bisa. Jarang banget.
Itu juga.. Gw gak pernah seberat ini sebelumnya. Gara-gara pola hidup yang rusak semenjak semester 3, berat badan gw naik 10kg. Parah, parah..
Pengeluaran juga naik hampir 3 kali lipat.
Yang kalau lu biasa bisa tidur cepat karena pulangnya juga lebih awal, sekarang lu harus sediain cemilan buat tengah malam..
Gw punya maag. Jadi kalau beraktivitas lama-lama tapi perut gak diisi, gw gak bisa. Lemah..
Yang dulunya gw biasa makan, atau keluar duit sehari kira-kira 20k, sampe 30k lah paling banyak.. Sekarang 50k sehari aja gak nutup. That's escalated quickly.

Dampaknya adalah? Gw mau teateran bingung, mau nabung juga gak bisa. Bakal kepake juga uangnya.
Mau beli ini-beli itu, mau ke sini-kesitu.. Ketar-ketir.
Hmm..
Awal tahun kedua yang menyenangkan~


Selasa, 17 November 2015

Biji Zarrah

Assalamu'alaikum.

Jadi..
Lama gak ngepost yah..
Agustus.. September-Oktober-November, 3 bulan.
Hmm kali ini mau ngebahas di luar dunia aidoru deh.

Jadi, minggu lalu tuh saya baru aja kehilangan uang 50rb, waktu keluar beli makan malam.
Ayah saya pernah bilang, "berbuat baiklah, sekecil apapun itu. Karena siapa tau, karena kebaikan kecil itulah terselip nikmat Tuhan yang begitu besar, yang karena senangnya Allah dengan kebaikan kecil kita itu, maka Ia balas kebaikan kecil kita itu di saat saat sulit kita. Begitu pula sebaliknya. Kita tidak tau, apa yang sedang terjadi, atau apa yang akan terjadi nanti, apakah itu akibat dari pembuatan baik kita atau dari perbuatan buruk kita di masa lalu, sekecil apapun itu."
Begitulah kira-kira yang ayah saya katakan.
Saya baru sadar kalau uang saya hilang itu saat ingin membayar makanan yang sudah saya pesan. Beruntung, saya masih menyimpan sedikit uang lebih di dalam dompet, jadi saya tetap bisa membayar dan membawa pulang makanan tersebut.
Sebenarnya sih udah ada perasaan gak enak gimana gitu waktu lagi jalan, terus masukin tangan ke kantung jaket. Pikir saya, "perasaan tadi uangnya banyak deh.."
Nah, benar kejadian, ternyata uangnya benar gak ada waktu dicari di kantung jaket sebelah kiri pas mau bayar makanannya.
Alhamdulillah, saya syukuri aja, masih ada uang lebih buat bawa pulang tuh makanan.

Saya jadi ingat.. Waktu AFAID15 kemarin, saya menemukan uang 100rb di tempat parkir.
Saya kasih taulah teman saya, Bijak dan Kukuh. Awalnya buat mastiin, nanya apa itu duit mereka. Ternyata bukan. Yasudah, saya pegang dulu uangnya sampai selesai acara.
Si Bijak bilang, kalau nemu uang itu, setengahnya pake aja, tapi setengahnya lagi disedekahin.
Saya sempat mikir, "teori macam apa itu.." Tapi saya lakuin juga. Bodoh.
50rb saya pake buat makan sepulang AFAID15. (Astaga, makanan haram..)
50rb lainnya saya sedekahin.. Setelah berminggu-minggu berikutnya. (Astaga, lupa..) Gak disegerakan.
Karena itu juga kali ya..
Allah berfirman, "Dan barang-siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima pahala-nya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima balasannya," (Q.S. Az-Zalzalah ayat 7-8).
Karena itu kali ya..
50rb udah dikembalikan ke jalan Allah, 50rb lainnya belum. Masih mengalir dalam darah saya.
Buat pembersihan diri mungkin. 50rb yang dulu udah saya pergunakan, pada akhirnya Tuhan ambil kembali.
Untung setimpal yah.. Balasan Allah memang setimpal. Tapi terkadang "rasanya" yang suka lebih.
Misalnya gini, kita dikasih uang, waktu emang lagi butuh, sama waktu keadaan kita biasa aja, atau lagi cukup, rasanya tuh beda, padahal nominalnya sama.
Kayak gini juga, misalnya kita biasa beli makan yang harganya 20rb, tapi suatu saat kita lagi nabung nih, susah rasanya ngeluarin uang 20rb, mending buat nabung aja, akhirnya kita cuma beli makanan yang harganya 10rb.
Keadaan sih yang suka bikin sesuatu terasa berbeda. Tapi syukuri saja.

Jadi intinya dari post kali ini.. Buat saling mengingatkan aja, buat sesama, buat dari saya khususnya. Kalau yang namanya 'balasan' itu ada. Tanamlah yang baik, Insya Allah yang baik pulalah yang kita tuai.
Sama satu lagi, jangan suka gampang dengerin atau ngikutin apa kata orang. Kalau ada yang bikin kita gak yakin, alangkah baiknya gak kita kerjain, dipikir lagi dulu. Di situlah tipu daya setan bisa masuk. (Saik.. Hahaha)
Kalau yang bukan haknya, ya bukan haknya. Tuhan bakal ambil lagi.
Rezeki itu banyak kok, di mana-mana. Insya Allah gak bakal ketukar. Lagipula semua ini hanya sementara~
Allah berfirman, "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al Jumu’ah: 10).

Yowis, segitu aja post kali ini. Makasih buat atensinya. Semoga ada berkah dan kebaikan yang bisa diambil.




~Salam #DagingKhasDalam~

Sabtu, 15 Agustus 2015

Intermezo

Assalamu'alaikum.



Langsung aja ya~


●●●


"Saya fans Manchester United."

"Saya lahir tahun 96."

"Saat di mana prestasi Liverpool sedang menurun."

"Tapi tidak saat malam di Istanbul tahun 2005."

"Waktu kelas lima SD saya disunat, saya minta PS2 buat jadi hadiahnya."

"Kalau saya masuk SD tahun 2002, berarti pas kelas lima itu tahun 2006."

"Dulu kalau main Winning Eleven seneng make Liverpool malahan. Milan juga. Juventus. Inter.. Ada Vierra, Del Piero, Nedved, Ibra, Zambrotta, Gattuso.. Tau kan?"

"Kalau timnasnya juga suka make Italia. Sebelum Piala Dunia 2006 dimulai, bokap beliin jersey Italia. Karena itu saya mendukung Italia di Piala Dunia saat itu."

"Terus mulai suka MU setelah tau yang namanya Ronaldo. Cristiano Ronaldo."

"Suka Rooney juga. Mulai cari-cari tau tentang mereka, MU-nya juga."

"Abis itu Ronaldo pindah. Jadi ikutan suka Real Madrid."

"Setelah cari-cari tau itu, jadi tau kalau Rooney itu dulunya dari Everton."

"Semakin dewasa, saya mulai berpikir, tentang alasan kita suka terhadap sesuatu. Sesuatu yang bisa terus kita pegang, sesuatu yang bisa kita jadikan prinsip, kita jadikan alasan, saat semua orang bertanya, bahkan saat diri kita sendiri bertanya, kenapa sih kita dukung dia, kenapa sih kita ngelakuin itu."

"Ya, saya ingin merasakan sensasi, merasakan bagaimana mendukung, membangun hal yang kecil, bukan untuk jadi yang paling hebat, cukup agar terus ada, dan merasakan dampak dari adanya saya terhadap mereka."

"Jadilah saya memutuskan untuk menjadi pendukung Everton.
Sebuah tim besar. Besar. Tim hebat. Namun bukan tim dengan nama yang mentereng. Bukan pula tim dengan prestasi yang gemilang.
Everton adalah tim yang punya sejarah, tim yang punya potensi, tim yang besar bersama pendukungnya, tim yang punya pondasi yang kuat, tim yang pantas didukung, tim yang pantas mendapat lebih."

"Sebenarnya semua juga begitu. Semuanya pantas. Tapi terkadang bukan kita yang memilih, melainkan pilihan kita itu yang memilih kita.
Nah, begitu pula dengan Everton, seakan-akan Everton-lah yang memilih saya. Perasaan memang begitu, suka datang tanpa alasan, tanpa disangka, tanpa direncana."

"Saya mencari sebuah perasaan, atmosfir, romansa. Bagaimana rasanya menerima kekalahan tim kesayangan saya. Menerima ledekan atas tim saya. Mengutarakan pendapat atau perasaan atas tim saya. Atau bahkan bagaimana perasaan saat tim saya berhasil membungkam mulut-mulut besar para pendukung tim besar saat Everton saya mengalahkan tim mereka."

"Munafik memang kalau saya mengatakan tidak menuntut balas atas dukungan saya ini.
Dalam artian.. Kiasannya, ini diibaratkan 'cinta satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat?
Tapi saya juga tentunya menginginkan kebaikan terhadap tim kesayangan saya. Setidaknya saya punya pendapat. Kebijakan transfer misalnya. Saya tentunya punya keinginan atau pendapat tersendiri, siapa pemain yang pas untuk didatangkan, atau kenapa pemain kita patut dipertahankan."

"Ya, memang hanya dukungan seperti ini yang saya bisa. Apapun yang terjadi, saya menikmatinya, berusaha menerimanya. Dia tim yang saya dukung.
Namun diri saya juga tidak bisa tinggal diam, terkadang bergejolak. Sudah pasti yang saya inginkan adalah kebaikan bagi tim saya itu. Di sinilah saya merasa tidak masalah jika saya dikatakan egois. Namanya juga dukungan, effort, pastilah dengan perasaan. Cukup wajar bagi saya."

"Namun semuanya memiliki batasan. Terkadang kita buta. Ya, perasaan membutakan kita. Di sinilah gunanya telinga. Untuk mendengarkan sekitar. Tidak apa salah. Bagus. Dengan salah, kita belajar."

"Menang, kalah. Pemain datang dan pergi. Apapun itu.. Saya nikmati semuanya. Karena mendukung tim ini adalah pilihan saya. Dalam hidup, tidak ada waktu untuk menyesal."


●●●


Kebanyakan ya intermezonya? Hihi
Namanya juga intermezo~

Post kali ini isinya mau ngasih sedikit perkenalan tentang diri saya. Sisi lain dari diri saya.
Di blog ini kan kebanyakan postnya tentang 48 family ya, tentang idoling.. Jadi, saya mau coba nyambung-nyambungin intermezo di atas dengan konten-konten yang biasanya ada di blog ini.

Mulai ya..

Jadi.. Saya wota.

Ya, orang biasa bilang seperti itu.

Konotasinya negatif memang. Orang-orang sekarang bahkan menyebutnya 'such a freak'.
Saya bukan fans lama, bukan fans baru juga. Mulai ngikutin mereka sekitar tahun 2013. Setelah satu-satunya kiblat saya soal idola, khususnya di bidang musik, My Chemical Romance, bubar. Saya bisa dibilang cukup hancur saat itu.

Lanjut ke JKT48.. Dunia idoling ini yang menjadi sisi menariknya adalah oshi. Yaitu orang yang kita dukung, dari sekian banyak pilihan yang ada.
Siapa oshi saya? Saya bisa bilang, oshi saya Uty.

Ceritanya kurang lebih sama kayak intermezo di atas.
Dulu, sebenarnya, mata saya dibutakan oleh nama besar. Kasarnya, saya meremehkan yang namanya gen dua. Saya masuk ke dunia 48 ini saat tim J sudah terbentuk, dan trainee yang merupakan gen dua tersebut sudah terpilih.

Masuklah saya ke dunia 48 ini.. Selanjutnya saya tahu istilah yang namanya oshi oshi itu. Seperti yang pernah saya ceritakan di post-post sebelumnya, di awal, oshi saya adalah Shania. Saya juga sempat cerita soal Haruka.

Sama kayak cerita tim bola di atas, awalnya saya suka dengan tim besar. Tapi seiring berjalannya waktu, saya semakin dewasa.
Teater pertama saya itu pertunjukannya tim K3. Di sana saya mulai tau tentang mereka. Yang awalnya mereka saya anggap remeh, tidak sengaja malah kebetulan yang membawa saya kepada mereka.
Ada dua nama yang benar-benar membuat saya tertarik saat itu. Viny dan Uty. Selanjutnya, saya lebih tertarik untuk mencari tahu lebih banyak soal Viny.

Viny. Seseorang yang luar biasa. Seorang ace. Seorang pemimpi yang memperjuangkan mimpi-mimpinya. Struggle. Terbukti, sekarang posisinya termasuk ke jajaran paling depan di JKT48.

Viny juga merupakan salah satu member yang paling sering saya ikuti kegiatan HSnya. Dua kali. Sama seperti Uty. Tapi Viny sudah jauh lebih dulu dari itu.
Dengan saya tertarik dengan Viny dari K3 saat itu, praktis saya punya tiga fokus, Shania-Haruka-Viny, dengan Shania tetap menjadi oshi saya. Waktu terus berjalan dengan keadaan seperti itu.

Sampai saat di mana saya harus vakum karena kegiatan murid kelas tiga, dan sampai saya punya waktu bebas untuk memulai idoling lagi.
Saya mulai dengan memperhatikan terlebih dahulu. Beberapa kali nonton pertunjukan tim J di awal, lalu mencoba lagi merasakan pertunjukan tim K3.
Setelah itu saya mulai berpikir, saya harus punya alasan dalam melakukan kegiatan ini. Harus ada manfaat, atau perasaan, seperti cerita tentang Everton saya di atas dalam melakukan hobi saya ini.

September, lalu Oktober, saya memperhatikan. Saya coba nonton teaternya tim J, nonton teaternya K3 juga. Ya, yang saat itu saya tertarik dengan Uty di awal kedatangan teater saya, masih terasa. Akhirnya di bulan November, di ulang tahunnya sendiri saat itu, saya mulai memutuskan untuk menjadikan Uty oshi saya. Satu satunya fokus saya.




Gak jauh beda dengan cerita Everton. Saya ingin keberadaan saya bisa membuat dia bisa lebih baik. Walau hanya 'satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat kan?
Kalau coba dibandingkan dengan Viny, jelas beda jauh. Dari popularitas misalnya. Atau posisinya dalam senbatsu.
Tapi saya tau Uty bisa. Semua bisa.
Seperti yang saya bilang, saya akan terima semua yang terjadi dalam proses saya mendukung dia, tapi tetap keinginan saya tentu kebaikan untuk dia.

Hobi itu untuk kesenangan kan? Iya, gak usah diambil pusing, gak usah baper-baper amat.
Ya, kalau saya coba ibaratin, Uty itu kayak cerita Everton saya di atas. Uty bisa.
Saya ingin merasakan indahnya memberikan dukungan. Bagaimana 'feel' waktu kita 'support' sesuatu. Saya ingin Uty berkembang. Dari semua baik buruk yang dia terima. Dari pengalamannya dalam berproses. Bahwa semua yang dari bawah sekalipun, bisa baranjak ke atas. Gak perlu jadi yang tertinggi. Jadi lebih baik pun cukup. Seperti tagline Uty saat pemilihan single senbatsu yang lalu, 'mutiara di dasar laut'.
Ya, yang Uty sendiri bilang mau sama-sama bikin Uty, mutiara yang tadinya ada di bawah laut itu bisa terlihat. Dan itu semua harus dibuktikan dengan improvement yang nyata. Uty bisa.


●●●


Sebenarnya tulisan ini buat ngisi blog aja, udah lama gak ngepost kan ya~
Biar pada tau juga, se-wota apa sih saya, se-such a freak, se-rasional apa sih saya?
Juga buat kenalan aja. Kalau ada yang baca kan.. Namanya juga alter ego~

Yaudah, segini aja.. Intermezo kan?

Makasih.


~Salam #DagingKhasDalam~

Senin, 01 Juni 2015

Lebih Cepat dari Hari di Kalender | Signing Off

Assalamu'alaikum.


Halo!
Lebih cepat dari hari di kalender ya..

Iya, lebih cepat. Waktu tulisan ini di tulis, 16 Februari, udah 11x nonton teater. Sekarang? Udah 21x.
Dengan target tahun ini sampai 20x. Dengan asumsi 2x nonton tiap bulannya.
Sebenarnya udah lebih dari itu, cuma yang dicatat di akun pribadi baru 21x.
Terus sekarang gimana, udah lebih dari 20x kan? Hmm gak tau. Kayaknya bakal lepas pedal gas. Yang penting kayak yang ditargetkan di post itu juga, mau ketemu sama Uty dulu bulan November.
Ditambah mau ngerasain show di bulan puasa kayak gimana. Hmm di bulan Julinya paling nggak mau nyobain setlist baru Team KIII satu kali. Sama mau coba ngajakin teman ketemu oshinya, Veranda nanti di bulan Agustus. Sama kalau bisa di antara itu teateran lagi sama anak-anak DKD setlist TwT.
Jadi, paling nggak tahun ini tambah 5x lagi kehadirannya.

And then..
Gak tau. Istirahat paling. Semester tiga padat banget, hitungan semua, akuntansi. Kalau ditotalin jadi 12 matkul. Padahal mau ngejar kursus, dsb..

Oiya, HS gimana? Hmm gak tau juga. Gak dulu kali. Kecuali ada panggilan khusus~
Oiya lagi.. Pas liburan juga mau nemenin Adri teateran lagi rencananya. Itu, Adri-Maul yang biasa di Twitter. Itu juga kalau dia ke sini~ Hahaha paling nggak tambah satu atau dua kali lagi deh kalau gitu. Yang cobain setlist barunya K3 Juli nanti mungkin sama si Maul itu aja.
Oiya terus.. HS Event berikutnya kayaknya jalan deh, mau penghabisan malah, menggenapi petualangan di fandom ini. Alias mau cobain hand shake sama gen tiga.. Hihi
Mumpung baru sekarang 'sistem' HSnya, cuma 30k. Manfaatkan!

Sedikit cerita.. Satu-satunya setlist yang belum saya tonton adalah setlist Renai Kinshi Jourei (RKJ). Tanpa menghitung setlist barunya tim J yang sekarang ya, Dewi Teater.
Kenapa? Saya mulai rutin teateran itu.. 'Rutin'.. Hahaha sejak medio akhir tahun lalu. Yang pada waktu itu tim J membawakan setlist Demi Seseorang, KIII dengan Gadis-Gadis Remaja, dan tim T dengan setlist Pajama Drive.
Mungkin kalau ada RKJ lagi juga gak mungkin tahun ini kayaknya, gak masalah lah.

Terus.. Ke depannya masih bakal ngeblog dengan tema-tema dari fandom ini sepertinya. Masih diusahain buat mendukung oshi juga, lewat tulisan atau apapun itu. Dia udah bisa membuat sinarnya lebih terlihat sekarang. I'm proud of you, I'm glad.
Tahun ini tahun ngaidol lah intinya~ Seperti rencana dan target tahun 2015 di post sebelumnya.
Sama-sama bergerak maju, yuk~ For the better us!
Hmm pokoknya pengen tulisan ini segera di-upload, nanti ditambahin lagi. Bingung mau nulis apa, kebanyakan, intinya sih ini. Sekali-sekali nge-post yang tulisannya sedikit. Hahaha
Senang berada di sini.
See ya~


Jadi.. Get ready for the next journey!




Time to stop.
Looking for empty spaces.
Too many dumb things in life.

(https://instagram.com/p/23x7bkldqt/)

Sabtu, 30 Mei 2015

Naif

Assalamu'alaikum.


Halo!

Soal tubir Selasa kemarin..

Berawal dari tweet saya.

https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/603043930540613634

Lalu mulailah yang kalau Ganang dan Wawa bilang dengan tubir (internal).

https://twitter.com/Gakur_/status/603047659541258241


https://twitter.com/wawa_okt10/status/603048071946084352

Hmm kronologinya gini..
Jadi, pagi itu, Ganang membuat sebuah tweet kalau akun @Utility_JGJ tidak akan update dulu dalam waktu lama. Lalu muncullah Wawa. Saya pun memperhatikan dan akhirnya ikutan juga sambil memberikan konklusi seperti foto yang paling atas.
https://twitter.com/Gakur_/status/603037129866805248

Mulai deh..
Tapi ada yang sedikit aneh juga. Mungkin karena tweet saya ini.
https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/603039015030259712

Lalu, lalu..

https://twitter.com/wawa_okt10/status/603055757722984448
https://twitter.com/wawa_okt10/status/603056316613931008


Saya gak masalah sebenarnya, mau suka ataupun gak suka. Kalau suka, saya gak apa apa. Gak suka pun saya gak apa apa. Mau meluruskan aja.

Berikut percakapan tubir mereka saat itu..
https://twitter.com/Gakur_/status/603044343369334784
https://twitter.com/Gakur_/status/603044895973101571
https://twitter.com/Gakur_/status/603046828888698880


https://twitter.com/wawa_okt10/status/603046165395869697



Saya coba simpulkan percakapan mereka ke dalam beberapa poin:
  1. Jumlah gak ada artinya, kalau tanpa kontribusi
  2. Tujuan fans adalah mewujudkan keinginan oshinya, dan tingkatan yang paling tinggi adalah mengantarkan oshi tersebut menjadi senbantsu
  3. Fans yang banyak belum tentu membuat member tersebut menjadi semakin baik
  4. Less is more
  5. Bikin member itu jadi senbatsu ~> Tampil di layar kaca ~> Fansnya nambah
  6. Sudah menjadi tanggung jawab member itu sendiri untuk membuat dirinya banyak dicintai fans dan makin banyak fans

Sebenarnya mereka benar, saya juga sedikit banyak sependapat. Tapi ada yang perlu saya luruskan dari pola pikir mereka ini, dan saya menyebutnya 'antitesis'.
Berikut antitesis tersebut:
  1. Jumlah yang banyak aja masih gak berarti, bagaimana jumlah yang sedikit?
  2. Senbatsu yang paling tinggi kan? Terus bagaimana dengan yang di bawahnya, bukankah kita seharusnya terlebih dulu melewati itu?
  3. Dengan fans yang lebih banyak, sudah barang tentu sang member itu mendapatkan lebih banyak masukan. Isi kepala tiap orang berbeda-beda kan. Belum tentu apa yang ada di kepala kita yang sedikit ini mencakup isi kepala yang lain yang mungkin si member itu butuhkan. Walaupun pada akhirnya sang member itu sendiri yang menentukan ingin bergerak maju atau tidak. Setidaknya pressure yang lebih besar akan lebih terasa
  4. Ingat satu batang lidi bisa patah, tapi kalau banyak malah kita sendiri yang kewalahan? Sehebat-hebatnya yang sedikit itu tetap akan kesulitan jika berhadapan dengan yang banyak
  5. Senbatsu. Di luar sounsekyo, apa sih yang bisa fans lakukan untuk membuat oshinya menjadi senbatsu? Bukannya senbatsu itu wewenang dan haknya manajemen ya?
  6. Tanggung jawab member itu sendiri? Terus kita, fansnya gimana, masa mau kontribusi kita segitu-gitu aja? Bukannya kita juga mau dengan adanya kita, member tersebut bisa maju bersama-sama dengan kita?
  
Untuk poin 5 dan 6 akan saya coba berikan sedikit contoh dan gambaran.
  • Untuk poin lima

Senbatsu. Sebenarnya ini semua apa sih? Bisnis kan? Uang? Profit oriented?
Betul. Kasarnya begitu.
'Lumbung uang' kalau saya bilang.
Kenapa Viny bisa terus ada di senbatsu? Kenapa pendatang baru seperti Andela bisa punya tujuh sesi di HS Event yang terakhir, dengan trend dari HS Event pertamanya sampai sekarang yang positif, 1-3-3-4-7?
Apalagi kalau bukan karena fansnya yang banyak dan pertumbuhannya yang pesat. Tentu dengan dukungannya pula yang masiv.
Lalu, kita punya apa? Masih mengagung-agungkan kekuatan less is more?
Loh, kenapa fans yang banyak bisa bikin member itu jadi senbatsu?
Coba lihat dari segi bisnis. Mereka yang bisa lebih banyak menghasilkan keuntungan akan semakin berada di depan.
Kasarnya, semakin banyak fansnya, semakin banyak keuntungan yang bisa dihasilkan oleh member itu. Semakin di depanlah member tersebut.
Senbatsu itu sebenarnya menurut saya adalah tangga, peringkat, atau kasta semu dari seluruh member dalam kontribusinya (bagi sisi finansial) manajemen. Setuju?
Jadi, kalau kalian mau merusak 'susunan' semu itu, mulailah dari sini. Perbanyak massa. Buktikan kalau oshi kalian itu sanggup bersaing, menjanjikan.
Kalian gak bakal bisa sendiri, sebesar apapun kontribusi kalian, kalau massanya sendiri juga sedikit, yaa tetap kurang.
Mungkin kalian mengerti maksud saya, Wawa dan Ganang. HS Event kemarin. Dan sekarang. Tahu sendiri kan.
  • Untuk poin enam
Apa yang bisa dilakukan fans untuk mengangkat popularitas oshinya?
Saya coba ambil contoh, betapa sukanya Ekek dengan review dari Aldy Bagem mengenai pendapatnya tentang HS Event, obrolannya serta kesannya terhadap beragam member.
Ya, hal seperti inilah yang bisa kita lakukan. Kenapa? Fans itu opinion leader dari oshinya.
Jadi tugas kita juga harusnya untuk memberikan kesan yang baik dan menarik kepada orang-orang di luar kita, ini sedikit banyak akan membantu.
Kayak setelah melihat review tentang salah satu member, kita yang baca jadi ingin tahu juga gimana sih HS sama member itu, penasaran, cari tau cari tau, terus malah jadi ikut mendukung. Simpel kan? Banyak lagi sebenarnya yang bisa kita sama-sama lakukan. Seperti project-nya Ranggaa Pranendra maunpun teman-teman fanbase yang lain.



Lalu kenapa saya memberi judul 'Naif' pada post ini?
Karena saya dahulu juga begitu. Terlalu mengedepankan 'mimpi anak-anak' saya.
https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/599810065877471233

Dan sekarang sebenarnya saya ingin mengajak kalian berpikir lebih dewasa, setidaknya mengenai hal ini.




Sekian antitesis dari saya.

Makasih ya atensinya. Kalau ada yang kurang nanti saya tambahkan.
Dah..


~Salam #DagingKhasDalam~

Senin, 25 Mei 2015

Judulnya Apa?

Assalamu'alaikum.


Halo!
Mau menindaklanjuti post di G+ yang ini nih. Menindaklanjuti..
Gak kebaca ya? Soalnya pribadi postnya. Kalau belum dicircle sama saya, belum bisa. Huu..

Ini deh dikasih liat.

Hmm mau curhat di blog aja. Biar viewersnya makin banyak. Hahaha
Wong gak ada yang baca juga toh~


Jadi, di atas kan belum ada judulnya tuh. Ada sih, 'Judulnya Apa?'. Kira-kira apa ya judulnya? Hmm kasih judul 'Pesan Moral' aja ya.
Kenapa? Nih, ceritanya..


Salah seorang dosen saya merekomendasikan untuk membaca (punya) (beli) buku 'The Science of Luck'nya Bong Chandra. Udah saya baca tuh, sebagian.
Jadi, hari Jum'at kemarin ada pelajarannya beliau, cuma satu matkul kalau hari Jum'at. Kebetulan hari Kamisnya baru aja selesai UTS, hari terakhir. Jadilah para mahasiswa banyak yang tidak masuk hari Jum'at itu.
Nah, kan sepi tuh ya kelasnya. Jadi, baru setengah jam-an di kelas, dosennya keluar (gak balik-balik lagi), tapi ninggalin tugas. Tahu kali ya beliau gelagat mahasiswanya kalau selesai ujian. Udah hapal.
Singkat cerita, selesai pelajaran, saya, teman saya, Nando dan Restu, keluar kelas barengan.
Posisinya, Nando sama Restu di depan, saya di belakang. Ngobrol lah mereka.
Nando bilang "Aturan mah kita gak usah masuk kalau kayak gitu, percuma aja." Kurang lebih begitu. Soalnya yang pada gak masuk itu pada titip absen. Kalau nitip mah diisiin absennya. Terus tugasnya dibawa pulang lagi.
Abis itu Restu nyautin "Iya nih, mana gw dari Bekasi lagi, nyapek nyapekin aja."
Tapi mereka ngomong begitu sambil bercanda kok.
Terus kan ya.. Dengar begitu, saya spontan ikutan nimbrung. Yang tadinya dengerin doang di belakang, langsung maju ke samping Nando. Jadilah kami jalan beriringan, saya, Nando, Restu.
Saya jawab kan ya.. "Mungkin buat lu sia-sia, Ndo. Tapi bagi Tuhan, lu udah berusaha." Sambil pegang pundaknya si Nando ini.
Nando pun menjawab "Emang dasar lu ya, San.." Sambil tertawa renyah.
Lanjutlah kami menunggu lift, dan saat keluar, berpamitanlah kami menuju jalan masing-masing.

Segitu aja? Iya, emang segitu. Mau cerita aja, pengaruh dari buku, dari apa yang kita cerna, dari apa yang kita lihat, dari apa yang kita baca.
Itu sebenarnya kutipan dari bukunya Bong Chandra. Tentang bagaimana memotivasi diri dalam membangun keberuntungan kita sendiri.
Saya spoiler sedikit ya..
Jadi, saat kita sudah melakukan sesuatu tapi hasilnya gak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tandanya Tuhan sedang menguji kita. Pantaskah kita untuk mendapat lebih? Apakah kita siap diberikan peran atau pemberian yang lebih besar oleh Tuhan? Orang yang beruntung tidak skeptis, pantang menyerah.
"Mungkin bagi kita sia-sia, tapi bagi Tuhan, kita sudah berusaha"
Pesan moral~

Cie..
Hahaha
Belum selesai sih baca bukunya, rencananya dua-tiga hari ini udah selesai bacanya pas di kostan.
Siap!


Cerita apa lagi ya..
Cerita yang kedua!
Biar banyak pesan moralnya. Hahaha
Ceritanya gini..


Sebelum hari Jum'at itu, hari Kamisnya, saya sempat teateran.
"Gila ya, masih ujian aja sempat-sempatnya teateran.."
Nggak kok, ujiannya pagi, selesai ujiannya, pas siang baru deh saya berangkat teateran. Clear kan? Refreshing~
Pas teateran itu, saya punya niat ke Kizaru dulu, sebuah toko aksesoris anime gitu di Plaza Blok M. Dekat kan ya? Jadi, sekalian aja.
Kebetulan pula hari itu karena KAA (Konferensi Asia Afrika), ada penutupan jalan mulai jam empat sore. Jadilah saya berangkat teateran lebih awal.
Padahal kesorean juga sih berangkatnya, saya tidur siangnya kelamaan sehabis ujian. Kelakuan. Hahaha
Sampai di Plaza Blok M, saya langsung nyari tokonya, terus masuk. Pas di dalam, kata pegawainya, tokonya lagi tutup, buka lagi nanti jam lima.
Spontan, saya mengiyakan dan langsung keluar.
Pas di luar saya mikir, jam lima kan masih lama, ke teaternya nanti gimana, jalanan juga ditutup, sekarang aja udah mau jam tiga..
Huah.. Kebetulan dekat toko itu ada toilet dan saya memang sedang ingin buang air. Jalanlah saya ke toilet dan melaksanakan hajat saya.
Tapi benar ya yang katanya toilet itu tempat yang banyak inspirasi.. Di sana saya sempat kepikiran tentang film 'Who am I', film Jerman tentang hacker gitu.
Sedikit cerita, dua adik saya berulang tahun di bulan Maret. Selang seminggu. Adik saya yang kecil, perempuan, tanggal 21, yang satu lagi, laki-laki, tanggal 27.
Jadi, sebagai 'perayaan', saya berniat mengajak mereka berdua nonton di bioskop di hari yang sama.
Akhir bulan tuh waktu itu. Sengaja saya menyisakan uang bulanan saya untuk momen ini.
Singkat cerita, tibalah hari Jum'at, tanggal 27. Waktunya saya pulang dari kostan.
Berhubung adik saya yang laki-laki belum pulang dari sekolahnya, saya memutuskan untuk nonton berdua dulu dengan adik saya yang perempuan ini. Filmnya 'Spongebob The Movie'.
Lucu kan? Saya masih suka loh film kartun kayak gini. Hahaha
Ada pertimbangan lain.. Kalau adik saya yang laki-laki juga di rumah waktu itu, mau sih nonton 'Spongebob' bertiga. Biar murah~ Weleh.. Tapi saya juga mau nonton 'Who am I'. Dan adik laki-laki saya ini juga udah gak cocok kalau nonton 'Spongebob', tontonannya udah beda. Gaya dia mah. Hahaha Sukanya film 'The Raid', 'Resident Evil', 'Batman', dan semacamnya gitu. Jadilah saya nonton dua shift waktu itu. Sorenya nonton 'Spongebob', pas malam nonton 'Who am I'.
Selamat ulang tahun, adik-adikku.

Sebenarnya pesan moralnya bukan di situ. Ini malah cerita kemana-mana..
Jadi, dari film 'Who am I' itu saya belajar arti dari keberanian. Saya orangnya pemalu kan ya, pasif, legowo, penakut.. Tapi gak boleh gitu.
Intinya gini.. Kalau kita berani, kita bisa menjadi apa saja, bisa menjadi siapa saja, bisa melakukan apa saja.
Dari toilet tersebutlah saya memutuskan untuk masuk lagi dan menanyakan apa yang saya cari.
Saya kuatkan diri, menarik napas yang dalam, lalu masuk..
Awalnya saya memastikan "Mba, tokonya buka jam berapa lagi nanti?" Pegawainya perempuan. Ada satu lagi sih laki-laki, tapi di bagian kasir.
Si mba itu pun menjawab "Jam lima, kak." Saya sebenarnya udah tahu, tapi ini yang namanya teknik komunikasi. Sedap~ Buat buka pembicaraan.
Lalu, saya ngomong lagi "Oh, gak bisa sekarang aja, mba? Saya mau langsung pergi soalnya. Mau nanya barang aja."
Mba itu akhirnya mempersilakan dengan sedikit sungkan "Oh, iya kak gak papa apa. Maaf berantakan." Mereka lagi packing kayaknya, banyak barang dimana-mana, stok baru pada masuk. (Kalau di MatKul Pengantar Manajemen, yang kayak gini tuh namanya 'formalitas perusahaan yang rendah'. Gak apa apa, bagus malahan.)
Saya gak masalah, dan langsung menanyakan ketersediaan barang yang saya cari. Dan ternyata  gak ada.
Setidaknya saya pulang dengan jawaban. Saya sudah berusaha. Dan ada hasilnya. Walaupun belum sekarang.

Nah, saya yang pemalu dan dengan segala kekurangan saya ini.. (Buat oshi, atau memba yang lain kalau baca.. Inilah kenapa saya tidak pernah nge-chant, atau ikutan nari, atau teriak-teriak gitu kalau di teater. Hashtag-MaklumiKeadaanku Loh? Hahaha)
Ya, dengan saya yang seperti itu, seiring berjalannya waktu, saya menyadari, dan saya terapkan pada diri saya bahwa kita itu gak apa apa salah, jadinya kan kita jadi tahu yang benar itu gimana. Mencoba.

Nah, jadi, pesan moral dari cerita kedua ini tentang keberanian. Mencoba. Ada dua..
"Kalau kita berani, kita bisa menjadi apa saja, kita bisa menjadi siapa saja, dan kita bisa melakukan apa saja"
Dan..
"Gak apa apa salah, lebih baik. Karena dengan begitu, kita bisa jadi tahu bagaimana yang benar"
Dari pada tidak sama sekali dan akhirnya menyesal kan? Pilihan. Tentunya dengan pertimbangan terlebih dahulu.


Udahan yaa. Dua cerita aja.
Emang gitu, kalau udah curhat malah keterusan. Padahal awalnya bingung mau nulis apa.


Makasih ya udah baca.
Sukses selalu!

Oiya, cerita soal teaternya di lain post aja yaa.
Dah..


~Salam #DagingKhasDalam~

Minggu, 22 Maret 2015

Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian II]

Assalamu'alaikum.


Halo!

Kali ini kita lanjut ya special post-nya!

Hmm kalau di bagain pertama Saya pada DKD pada JKT48 lebih membahas objek, di bagian ke dua ini mau membahas peristiwa ah~ Tajuknya "Serba-serbi yang pertama!"


Saya mohon izin untuk memutar lagu ini terlebih dahulu sebelum memulai membaca ya~



Ayuk, kita ikuzo! Hahaha


OGB 2 JKT48 Sign Event

Sabtu, 1 Juni 2013.
Itu kegiatan ngaidol pertama saya sepertinya. Jadi, event-nya itu kita bisa meminta salah seorang member menandatangangi semacam majalah (Guide Book) yang sudah kita beli sebelumnya.
Sebenarnya gak cuma di majalah aja, setau saya, bisa di 'swag' apa saja asalkan itu official merchandise JKT48, entah poster, photo pack, atau yang lainnya. Tapi dengan syarat. Terlebih dahulu membeli OGB (Offcial Guide Book) tersebut. Nanti akan dapat semacam tiket untuk ikut Sign Event ini.
Nah, pada penyelenggaraannya, Sign Event ini sebenarnya berbarengan dengan Hand Shake Event 'River'.
Kenapa saya ikutnya Sign Event, bukan Hand Shake Event? Karena waktu itu saya tidak berhasil mendapatkan tiket HS. Hahaha
Saya sempat datang sekali ke fx menjelang HS Event tersebut untuk beli CD versi teater yang ada tiket HSnya, tapi hari itu malah gak dijual merchnya. Heuheuheu alhasil, saya pulang dengan tangan kosong.
Lalu, secercah harapan datang. Ada kabar bahwa pada hari H pelaksanaan HS Event, akan diadakan juga yang namanya Sign Event. Setelah mempelajari detilnya, saya bulatkan tekat untuk ikut acara tersebut! Daripada tidak sama sekali kan~
Lanjut.. Jadi, ceritanya, hari itu saya ditemani seorang teman yang bernama, sebut saja dia Nanang.
Nanang.. 1 Juni itu bertepatan dengan hari ulang tahun dia. Dan pada Sign Event tersebut, Nanang memilih Veranda untuk menandatangani OGB-nya. Veranda. Oshimen Nanang.
Saya yakin itu adalah kado terindah sepanjang hidupnya, sampai saat ini. Hahaha
Sebab, saat keluar dari venue event tersebut, Nanang tampak pucat, tatapannya kosong, dan bahkan wajahnya menyucurkan keringat. Semua grogi. Saya maupun Nanang. Pengalaman pertama.
Selanjutnya giliran saya. Jadi, saya dan Nanang itu berbeda sesinya, saya sesi 6 dan Nanang sesi 5.
Saat itu saya memilih Haruka.
Kenapa Haruka ya, bukannya Shania? Hmm.. Penasaran dengan 'nihonjin' satu ini!
Hmm kesannya.. Walaupun saya relatif diam dan terbata-bata saat mengiyakan sapaan dari Haruka, tapi momen itu benar-benar indah.
Ada peraturan yang bilang "dilarang menyentuh member", tapi Haruka dengan ramahnya setelah menandatangani OGB saya, mengajak bersalaman seraya berterima kasih dan berpamitan. Subhanallah. Saya benar-benar bersyukur hari itu. Kejutan-kejutan kecil dari Tuhan sangatlah berarti.
Tapi ada yang spesial lagi dari Haruka, suaranya itu loh gak nahan. Dia bilang..
"Halo..."
"Selamat sore.."
"Iya.."
"Makasih ya.."
"Dadah.."
Diakhiri dengan salaman dan melambaikan tangan.
Kadang, saat membayangkannya, suara Haruka masih dapat terngiang di pikiran saya.
Sungguh langkah awal yang benar-benar mengesankan.
Bahkan, setelah itu, saya sempat bertekad untuk ke depannya, "delusi yang menjadi nyata!".
Tapi tunggu dulu~ Ada yang menarik perhatian saya pada event ini, yaitu Frieska.
Mungkin di bagian selanjutnya kita bisa bercerita tentang mojang geulis satu ini~


[Intermezo] Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Oh, Tanju~




Hand Shake Event 'Yuhii wo Miteiruka?'

Sabtu, 14 September 2014.
Kali ini akhirnya bisa ikut HS. Pertama kali. Selang tiga bulan sejak kegiatan ngaidol saya yang pertama.
Waktu beli CDnya, di Tennis Indoor Senayan, sempat hujan-hujanan. Terus pulangnya ngumpul di rumah saya, hujan, ditemani mie instant, mie rebus dengan kuah yang hangat. Hahaha waktu-waktu bersama kalian selalu indah, kawan~ Daging Khas Dalam
Saya membeli dua tiket hari itu. Satu untuk Shania, satu lagi untuk Haruka.
Pertama Shania. Grogi sekali.. Bukan apa-apa, kan pertama kali tuh, belum ada gambaran kan, belum ada pengalaman. Jadi, siasatnya, saya menyiapkan kata-kata untuk disampaikan dalam waktu sepuluh detik yang berharga itu.
Kan udah tuh.. Celakanya, saya tidak berpikir bagaimana kalau member yang membuka obrolan duluan. Dan bang! Kejadianlah, Shania yang buka obrolan duluan. Padahal rencananya, saya yang akan ambil inisiatif itu.
Kalaplah saya. Seperti Spongebob saat ditanyai nama oleh Squilliam. Buyar semua. Hahaha
Tapi overall baik-baik aja kok. Buktinya, sampai sekarang saya masih ingat. Berarti berkesan~
Selanjutnya Haruka. Belajar dari pengalaman pertama. Untungnya beda sesi, jadi ada waktu buat cooling down dan atur siasat.
Kesannya itu sama Haruka.. Tangannya kayak bayi! Empuk banget. Hahaha
Alhamdulillah lancar nih yang sama Haruka. Sebelumnya kan udah pernah ketemu, jadi gak canggung-canggung banget.
Tetap, Haruka, suara khasnya yang sampai saat ini masih saya suka~
Masih team J-sentris banget waktu itu. Dan lucunya, pada zaman itu, walaupun belum pernah teateran, HS event selalu bela-belain. Hahaha
Satu hal yang saya pelajari dari Shanju, senyum sambil merem~ Matanya itu loh, bisa senyum. Gak usah lihat bibirnya deh, cukup tatap matanya aja, kalau senyum pasti ketahuan.
Kadang, ketika memeraktikkan teknik 'senyum merem' itu, saya suka terbayang Shanju.
Di team K3 juga ada yang senyumannya mirip-mirip kayak gitu, namanya Viny.
Kapan-kapan kita cerita juga soal Viny di bagian selanjutnya.



[Intermezo (lagi)] Belum selesai ya lagunya? Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Buat penutup nih. Kali ini tiga chapter aja yaa.




Boku no Taiyou (Team KIII)

Minggu, 29 Desember 2013.
Gak kebagian tiket pelajar. Akhirnya beli tiket reguler. Tetap bingo hijau. Posisi standing area. Sayap kanan. Gak masalah, masih kebagian di depan.
Kesannya? Saya tertarik dengan lagu Himawari. Bukan, bukan cuma lagunya. Tapi juga yang membawakannya. Della, Hanna, Viny, Uty.
Mungkin ini awal saya mengenal dan ingin mencari tahu tentang Uty. Saya benar-benar tertarik waktu itu.
Saya sempat bertanya dengan teman yang teateran bareng dengan saya, sebut saja dia Tara. Salah seorang expert di circle kami.
"Tar, yang itu namanya Uty?" Ujar saya.
Tara mengiyakan sambil tetap fokus ke atas panggung.
Hmm cerita gak yaa apa yang bikin tertarik sama Uty waktu itu..


Dwi Putri Bonita on G+

Dia tinggi. Tembem. Hahaha tingkahnya polos, imut, seperti anak-anak. Kalau Uty bilang sih 'seperti kelinci yang tidak bisa diam'~
Logat Palembangnya yang khas juga membuat perpaduan yang menarik.
Saat itu saya kelas dua belas. Kontradiksi. Masa saat siswa semester akhir sedang sibuk-sibuknya. Pertunjukan kali itu lebih kepada untuk memuaskan rasa penasaran saya akan yang namanya 'teateran'. Jadi, setelah itu saya tidak menonton teater lagi untuk waktu yang cukup lama.
Uniknya, beberapa hari setelah pertunjukan itu, teman saya, Tara, memberikan kabar..
"San, ditanyain Naomi tuh, katanya "mana temannya yang pakai kacamata kemarin?" Waktu 'hand shake' sehabis teateran." Sambil tertawa dia bilang seperti itu kepada saya.
Dia nonton Boku no Taiyo lagi.
Sontak saya kaget. Senang sih. Tapi saya percaya aja.. Hahaha gak apa-apa, ngaidol itu kan prinsipnya 'yang penting senang', have fun aja~
Hmm mungkin kegiatan teateran pertama saya ini yang bikin saya secara tidak sadar cenderung nge-click dengan team KIII, terlebih saya merasa nyaman mengikuti setlist Seishun Girls mereka, setlist selanjutnya dari setlist Boku no Taiyo.
Next time! Insya Allah dibahas. Do'ain aja panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, dan dikasih kelapangan waktu. Hihi



------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sekian dulu deh untuk bagian dua ini. Mungkin ke depannya kalau dirasa ada yang perlu ditambahkan, akan saya perbaharui. Sisanya nanti, di bagian selanjutnya. Masih banyak loh~


Jadi, terima kasih atensinya.

~Salam #DagingKhasDalam~