Assalamu'alaikum.
Lama yah gak ke sini..
Hehe
Hampir dua tahun ternyata..
Maafkan.
Mau ngasih tau aja..
Mungkin kalau ada yang mampir ke sini, atau gimana..
Blog ini masih ada. Gak ditutup. Gak mau ditutup.. Jangan.
Tapi udah gak aktif update lagi.
Pindah ya ke platform-nya 'Wordpress'~ Hihi
Ini link-nya~
https://rogermind.wordpress.com/
Atau buka yang ini juga bisa~
http://rogermind.ga/
Pindahan. Hoho
Refreshing~
Buat para pembaca.. Semuanya.. Kamu.. Iya, kamu.
Semoga apa yang ada di sini, yang pernah ada di sini, bisa membawa manfaat.
Semoga berkah Tuhan menyertai kita semua.
Terima kasih sudah datang.
Semoga harimu menyenangkan.
Hormat saya.
Salam.
#DagingKhasDalam
Hihi
^^
Tampilkan postingan dengan label Daging Khas Dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daging Khas Dalam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 Oktober 2017
Selasa, 17 November 2015
Biji Zarrah
Assalamu'alaikum.
Jadi..
Lama gak ngepost yah..
Agustus.. September-Oktober-November, 3 bulan.
Hmm kali ini mau ngebahas di luar dunia aidoru deh.
Jadi, minggu lalu tuh saya baru aja kehilangan uang 50rb, waktu keluar beli makan malam.
Ayah saya pernah bilang, "berbuat baiklah, sekecil apapun itu. Karena siapa tau, karena kebaikan kecil itulah terselip nikmat Tuhan yang begitu besar, yang karena senangnya Allah dengan kebaikan kecil kita itu, maka Ia balas kebaikan kecil kita itu di saat saat sulit kita. Begitu pula sebaliknya. Kita tidak tau, apa yang sedang terjadi, atau apa yang akan terjadi nanti, apakah itu akibat dari pembuatan baik kita atau dari perbuatan buruk kita di masa lalu, sekecil apapun itu."
Begitulah kira-kira yang ayah saya katakan.
Saya baru sadar kalau uang saya hilang itu saat ingin membayar makanan yang sudah saya pesan. Beruntung, saya masih menyimpan sedikit uang lebih di dalam dompet, jadi saya tetap bisa membayar dan membawa pulang makanan tersebut.
Sebenarnya sih udah ada perasaan gak enak gimana gitu waktu lagi jalan, terus masukin tangan ke kantung jaket. Pikir saya, "perasaan tadi uangnya banyak deh.."
Nah, benar kejadian, ternyata uangnya benar gak ada waktu dicari di kantung jaket sebelah kiri pas mau bayar makanannya.
Nah, benar kejadian, ternyata uangnya benar gak ada waktu dicari di kantung jaket sebelah kiri pas mau bayar makanannya.
Alhamdulillah, saya syukuri aja, masih ada uang lebih buat bawa pulang tuh makanan.
Saya jadi ingat.. Waktu AFAID15 kemarin, saya menemukan uang 100rb di tempat parkir.
Saya kasih taulah teman saya, Bijak dan Kukuh. Awalnya buat mastiin, nanya apa itu duit mereka. Ternyata bukan. Yasudah, saya pegang dulu uangnya sampai selesai acara.
Si Bijak bilang, kalau nemu uang itu, setengahnya pake aja, tapi setengahnya lagi disedekahin.
Saya sempat mikir, "teori macam apa itu.." Tapi saya lakuin juga. Bodoh.
50rb saya pake buat makan sepulang AFAID15. (Astaga, makanan haram..)
50rb lainnya saya sedekahin.. Setelah berminggu-minggu berikutnya. (Astaga, lupa..) Gak disegerakan.
Karena itu juga kali ya..
50rb udah dikembalikan ke jalan Allah, 50rb lainnya belum. Masih mengalir dalam darah saya.
Buat pembersihan diri mungkin. 50rb yang dulu udah saya pergunakan, pada akhirnya Tuhan ambil kembali.
Untung setimpal yah.. Balasan Allah memang setimpal. Tapi terkadang "rasanya" yang suka lebih.
Misalnya gini, kita dikasih uang, waktu emang lagi butuh, sama waktu keadaan kita biasa aja, atau lagi cukup, rasanya tuh beda, padahal nominalnya sama.
Kayak gini juga, misalnya kita biasa beli makan yang harganya 20rb, tapi suatu saat kita lagi nabung nih, susah rasanya ngeluarin uang 20rb, mending buat nabung aja, akhirnya kita cuma beli makanan yang harganya 10rb.
Keadaan sih yang suka bikin sesuatu terasa berbeda. Tapi syukuri saja.
Jadi intinya dari post kali ini.. Buat saling mengingatkan aja, buat sesama, buat dari saya khususnya. Kalau yang namanya 'balasan' itu ada. Tanamlah yang baik, Insya Allah yang baik pulalah yang kita tuai.
Sama satu lagi, jangan suka gampang dengerin atau ngikutin apa kata orang. Kalau ada yang bikin kita gak yakin, alangkah baiknya gak kita kerjain, dipikir lagi dulu. Di situlah tipu daya setan bisa masuk. (Saik.. Hahaha)
Kalau yang bukan haknya, ya bukan haknya. Tuhan bakal ambil lagi.
Rezeki itu banyak kok, di mana-mana. Insya Allah gak bakal ketukar. Lagipula semua ini hanya sementara~
Yowis, segitu aja post kali ini. Makasih buat atensinya. Semoga ada berkah dan kebaikan yang bisa diambil.
~Salam #DagingKhasDalam~
Saya kasih taulah teman saya, Bijak dan Kukuh. Awalnya buat mastiin, nanya apa itu duit mereka. Ternyata bukan. Yasudah, saya pegang dulu uangnya sampai selesai acara.
Si Bijak bilang, kalau nemu uang itu, setengahnya pake aja, tapi setengahnya lagi disedekahin.
Saya sempat mikir, "teori macam apa itu.." Tapi saya lakuin juga. Bodoh.
50rb saya pake buat makan sepulang AFAID15. (Astaga, makanan haram..)
50rb lainnya saya sedekahin.. Setelah berminggu-minggu berikutnya. (Astaga, lupa..) Gak disegerakan.
Karena itu juga kali ya..
Allah berfirman, "Dan barang-siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima pahala-nya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima balasannya," (Q.S. Az-Zalzalah ayat 7-8).Karena itu kali ya..
50rb udah dikembalikan ke jalan Allah, 50rb lainnya belum. Masih mengalir dalam darah saya.
Buat pembersihan diri mungkin. 50rb yang dulu udah saya pergunakan, pada akhirnya Tuhan ambil kembali.
Untung setimpal yah.. Balasan Allah memang setimpal. Tapi terkadang "rasanya" yang suka lebih.
Misalnya gini, kita dikasih uang, waktu emang lagi butuh, sama waktu keadaan kita biasa aja, atau lagi cukup, rasanya tuh beda, padahal nominalnya sama.
Kayak gini juga, misalnya kita biasa beli makan yang harganya 20rb, tapi suatu saat kita lagi nabung nih, susah rasanya ngeluarin uang 20rb, mending buat nabung aja, akhirnya kita cuma beli makanan yang harganya 10rb.
Keadaan sih yang suka bikin sesuatu terasa berbeda. Tapi syukuri saja.
Jadi intinya dari post kali ini.. Buat saling mengingatkan aja, buat sesama, buat dari saya khususnya. Kalau yang namanya 'balasan' itu ada. Tanamlah yang baik, Insya Allah yang baik pulalah yang kita tuai.
Sama satu lagi, jangan suka gampang dengerin atau ngikutin apa kata orang. Kalau ada yang bikin kita gak yakin, alangkah baiknya gak kita kerjain, dipikir lagi dulu. Di situlah tipu daya setan bisa masuk. (Saik.. Hahaha)
Kalau yang bukan haknya, ya bukan haknya. Tuhan bakal ambil lagi.
Rezeki itu banyak kok, di mana-mana. Insya Allah gak bakal ketukar. Lagipula semua ini hanya sementara~
Allah berfirman, "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al Jumu’ah: 10).
Yowis, segitu aja post kali ini. Makasih buat atensinya. Semoga ada berkah dan kebaikan yang bisa diambil.
~Salam #DagingKhasDalam~
Sabtu, 15 Agustus 2015
Intermezo
Assalamu'alaikum.
Langsung aja ya~
●●●
"Saya fans Manchester United."
"Saya lahir tahun 96."
"Saat di mana prestasi Liverpool
sedang menurun."
"Tapi tidak saat malam di Istanbul
tahun 2005."
"Waktu kelas lima SD saya disunat, saya minta PS2 buat jadi hadiahnya."
"Kalau saya masuk SD tahun 2002,
berarti pas kelas lima itu tahun 2006."
"Dulu kalau main Winning Eleven seneng
make Liverpool malahan. Milan juga. Juventus. Inter.. Ada Vierra, Del Piero, Nedved, Ibra, Zambrotta, Gattuso.. Tau kan?"
"Kalau timnasnya juga suka make
Italia. Sebelum Piala Dunia 2006 dimulai, bokap beliin jersey Italia. Karena
itu saya mendukung Italia di Piala Dunia saat itu."
"Terus mulai suka MU setelah tau yang
namanya Ronaldo. Cristiano Ronaldo."
"Suka Rooney juga. Mulai cari-cari tau
tentang mereka, MU-nya juga."
"Abis itu Ronaldo pindah. Jadi ikutan
suka Real Madrid."
"Setelah cari-cari tau itu, jadi tau
kalau Rooney itu dulunya dari Everton."
"Semakin dewasa, saya mulai berpikir, tentang alasan kita suka terhadap sesuatu. Sesuatu yang bisa terus kita pegang, sesuatu
yang bisa kita jadikan prinsip, kita jadikan alasan, saat semua orang bertanya,
bahkan saat diri kita sendiri bertanya, kenapa sih kita dukung dia, kenapa sih kita
ngelakuin itu."
"Ya, saya ingin merasakan sensasi,
merasakan bagaimana mendukung, membangun hal yang kecil, bukan untuk jadi yang
paling hebat, cukup agar terus ada, dan merasakan dampak dari adanya saya
terhadap mereka."
"Jadilah saya memutuskan untuk menjadi
pendukung Everton.
Sebuah tim besar. Besar. Tim hebat. Namun bukan tim dengan
nama yang mentereng. Bukan pula tim dengan prestasi yang gemilang.
Everton
adalah tim yang punya sejarah, tim yang punya potensi, tim yang besar bersama
pendukungnya, tim yang punya pondasi yang kuat, tim yang pantas didukung, tim
yang pantas mendapat lebih."
"Sebenarnya semua juga begitu.
Semuanya pantas. Tapi terkadang bukan kita yang memilih, melainkan pilihan kita
itu yang memilih kita.
Nah, begitu pula dengan Everton, seakan-akan Everton-lah
yang memilih saya. Perasaan memang begitu, suka datang tanpa alasan, tanpa
disangka, tanpa direncana."
"Saya mencari sebuah perasaan,
atmosfir, romansa. Bagaimana rasanya menerima kekalahan tim kesayangan saya.
Menerima ledekan atas tim saya. Mengutarakan pendapat atau perasaan atas tim
saya. Atau bahkan bagaimana perasaan saat tim saya berhasil membungkam
mulut-mulut besar para pendukung tim besar saat Everton saya mengalahkan tim
mereka."
"Munafik memang kalau saya mengatakan
tidak menuntut balas atas dukungan saya ini.
Dalam artian.. Kiasannya, ini
diibaratkan 'cinta satu arah'. Apa yang bisa saya perbuat?
Tapi saya juga
tentunya menginginkan kebaikan terhadap tim kesayangan saya. Setidaknya saya
punya pendapat. Kebijakan transfer misalnya. Saya tentunya punya keinginan atau
pendapat tersendiri, siapa pemain yang pas untuk didatangkan, atau kenapa
pemain kita patut dipertahankan."
"Ya, memang hanya dukungan seperti ini
yang saya bisa. Apapun yang terjadi, saya menikmatinya, berusaha menerimanya.
Dia tim yang saya dukung.
Namun diri saya juga tidak bisa tinggal diam,
terkadang bergejolak. Sudah pasti yang saya inginkan adalah kebaikan bagi tim
saya itu. Di sinilah saya merasa tidak masalah jika saya dikatakan egois.
Namanya juga dukungan, effort, pastilah dengan perasaan. Cukup wajar bagi
saya."
"Namun semuanya memiliki batasan.
Terkadang kita buta. Ya, perasaan membutakan kita. Di sinilah gunanya telinga.
Untuk mendengarkan sekitar. Tidak apa salah. Bagus. Dengan salah, kita
belajar."
"Menang, kalah. Pemain datang dan
pergi. Apapun itu.. Saya nikmati semuanya. Karena mendukung tim ini adalah
pilihan saya. Dalam hidup, tidak ada waktu untuk menyesal."
●●●
Kebanyakan ya intermezonya? Hihi
Namanya juga intermezo~
Post kali ini isinya mau ngasih sedikit
perkenalan tentang diri saya. Sisi lain dari diri saya.
Di blog ini kan kebanyakan postnya tentang
48 family ya, tentang idoling.. Jadi, saya mau coba nyambung-nyambungin
intermezo di atas dengan konten-konten yang biasanya ada di blog ini.
Mulai ya..
Jadi.. Saya wota.
Ya, orang biasa bilang seperti itu.
Konotasinya negatif memang. Orang-orang
sekarang bahkan menyebutnya 'such a freak'.
Saya bukan fans lama, bukan fans baru juga.
Mulai ngikutin mereka sekitar tahun 2013. Setelah satu-satunya kiblat saya soal
idola, khususnya di bidang musik, My Chemical Romance, bubar. Saya bisa
dibilang cukup hancur saat itu.
Lanjut ke JKT48.. Dunia idoling ini yang
menjadi sisi menariknya adalah oshi. Yaitu orang yang kita dukung, dari sekian
banyak pilihan yang ada.
Siapa oshi saya? Saya bisa bilang, oshi
saya Uty.
Ceritanya kurang lebih sama kayak intermezo
di atas.
Dulu, sebenarnya, mata saya dibutakan oleh
nama besar. Kasarnya, saya meremehkan yang namanya gen dua. Saya masuk ke dunia
48 ini saat tim J sudah terbentuk, dan trainee yang merupakan gen dua tersebut
sudah terpilih.
Masuklah saya ke dunia 48 ini.. Selanjutnya
saya tahu istilah yang namanya oshi oshi itu. Seperti yang pernah saya
ceritakan di post-post sebelumnya, di awal, oshi saya adalah Shania. Saya juga
sempat cerita soal Haruka.
Sama kayak cerita tim bola di atas, awalnya
saya suka dengan tim besar. Tapi seiring berjalannya waktu, saya semakin
dewasa.
Teater pertama saya itu pertunjukannya tim
K3. Di sana saya mulai tau tentang mereka. Yang awalnya mereka saya anggap
remeh, tidak sengaja malah kebetulan yang membawa saya kepada mereka.
Ada dua nama yang benar-benar membuat saya
tertarik saat itu. Viny dan Uty. Selanjutnya, saya lebih tertarik untuk mencari
tahu lebih banyak soal Viny.
Viny. Seseorang yang luar biasa. Seorang
ace. Seorang pemimpi yang memperjuangkan mimpi-mimpinya. Struggle. Terbukti, sekarang posisinya termasuk ke jajaran paling depan di JKT48.
Viny juga merupakan salah satu member yang
paling sering saya ikuti kegiatan HSnya. Dua kali. Sama seperti Uty. Tapi Viny
sudah jauh lebih dulu dari itu.
Dengan saya tertarik dengan Viny dari K3
saat itu, praktis saya punya tiga fokus, Shania-Haruka-Viny, dengan Shania
tetap menjadi oshi saya. Waktu terus berjalan dengan keadaan seperti itu.
Sampai saat di mana saya harus vakum karena
kegiatan murid kelas tiga, dan sampai saya punya waktu bebas untuk memulai
idoling lagi.
Saya mulai dengan memperhatikan terlebih
dahulu. Beberapa kali nonton pertunjukan tim J di awal, lalu mencoba lagi
merasakan pertunjukan tim K3.
Setelah itu saya mulai berpikir, saya harus
punya alasan dalam melakukan kegiatan ini. Harus ada manfaat, atau perasaan,
seperti cerita tentang Everton saya di atas dalam melakukan hobi saya ini.
September, lalu Oktober, saya
memperhatikan. Saya coba nonton teaternya tim J, nonton teaternya K3 juga. Ya,
yang saat itu saya tertarik dengan Uty di awal kedatangan teater saya, masih
terasa. Akhirnya di bulan November, di ulang tahunnya sendiri saat itu, saya
mulai memutuskan untuk menjadikan Uty oshi saya. Satu satunya fokus saya.
Gak jauh beda dengan cerita Everton. Saya
ingin keberadaan saya bisa membuat dia bisa lebih baik. Walau hanya 'satu arah'.
Apa yang bisa saya perbuat kan?
Kalau coba dibandingkan dengan Viny, jelas
beda jauh. Dari popularitas misalnya. Atau posisinya dalam senbatsu.
Tapi saya tau Uty bisa. Semua bisa.
Seperti
yang saya bilang, saya akan terima semua yang terjadi dalam proses saya
mendukung dia, tapi tetap keinginan saya tentu kebaikan untuk dia.
Hobi itu untuk kesenangan kan? Iya, gak
usah diambil pusing, gak usah baper-baper amat.
Ya, kalau saya coba ibaratin,
Uty itu kayak cerita Everton saya di atas. Uty bisa.
Saya ingin merasakan
indahnya memberikan dukungan. Bagaimana 'feel' waktu kita 'support' sesuatu.
Saya ingin Uty berkembang. Dari semua baik buruk yang dia terima. Dari
pengalamannya dalam berproses. Bahwa semua yang dari bawah sekalipun, bisa baranjak ke
atas. Gak perlu jadi yang tertinggi. Jadi lebih baik pun cukup. Seperti tagline
Uty saat pemilihan single senbatsu yang lalu, 'mutiara di dasar laut'.
Ya, yang
Uty sendiri bilang mau sama-sama bikin Uty, mutiara yang tadinya ada di bawah
laut itu bisa terlihat. Dan itu semua harus dibuktikan dengan improvement yang
nyata. Uty bisa.
●●●
Sebenarnya tulisan ini buat ngisi blog aja,
udah lama gak ngepost kan ya~
Biar pada tau juga, se-wota apa sih saya,
se-such a freak, se-rasional apa sih saya?
Juga buat kenalan aja. Kalau ada yang baca
kan.. Namanya juga alter ego~
Yaudah, segini aja.. Intermezo kan?
Makasih.
~Salam #DagingKhasDalam~
Label:
Alter ego,
Boku no Taiyou,
Daging Khas Dalam,
DKD,
Everton,
fX,
Hand Shake,
Haruka,
HS,
Idol,
Intermezo,
JKT48,
Oshi,
Pesan Moral,
Roger,
Saya,
Shania,
Teater JKT48,
Viny,
Wota
Sabtu, 30 Mei 2015
Naif
Assalamu'alaikum.
Halo!
Soal tubir Selasa kemarin..
Berawal dari tweet saya.
Lalu mulailah yang kalau Ganang dan Wawa bilang dengan tubir (internal).
Lalu, lalu..
Senbatsu. Sebenarnya ini semua apa sih? Bisnis kan? Uang? Profit oriented?
Betul. Kasarnya begitu.
'Lumbung uang' kalau saya bilang.
Kenapa Viny bisa terus ada di senbatsu? Kenapa pendatang baru seperti Andela bisa punya tujuh sesi di HS Event yang terakhir, dengan trend dari HS Event pertamanya sampai sekarang yang positif, 1-3-3-4-7?
Apalagi kalau bukan karena fansnya yang banyak dan pertumbuhannya yang pesat. Tentu dengan dukungannya pula yang masiv.
Lalu, kita punya apa? Masih mengagung-agungkan kekuatan less is more?
Loh, kenapa fans yang banyak bisa bikin member itu jadi senbatsu?
Coba lihat dari segi bisnis. Mereka yang bisa lebih banyak menghasilkan keuntungan akan semakin berada di depan.
Kasarnya, semakin banyak fansnya, semakin banyak keuntungan yang bisa dihasilkan oleh member itu. Semakin di depanlah member tersebut.
Senbatsu itu sebenarnya menurut saya adalah tangga, peringkat, atau kasta semu dari seluruh member dalam kontribusinya (bagi sisi finansial) manajemen. Setuju?
Jadi, kalau kalian mau merusak 'susunan' semu itu, mulailah dari sini. Perbanyak massa. Buktikan kalau oshi kalian itu sanggup bersaing, menjanjikan.
Saya coba ambil contoh, betapa sukanya Ekek dengan review dari Aldy Bagem mengenai pendapatnya tentang HS Event, obrolannya serta kesannya terhadap beragam member.
Ya, hal seperti inilah yang bisa kita lakukan. Kenapa? Fans itu opinion leader dari oshinya.
Jadi tugas kita juga harusnya untuk memberikan kesan yang baik dan menarik kepada orang-orang di luar kita, ini sedikit banyak akan membantu.
Kayak setelah melihat review tentang salah satu member, kita yang baca jadi ingin tahu juga gimana sih HS sama member itu, penasaran, cari tau cari tau, terus malah jadi ikut mendukung. Simpel kan? Banyak lagi sebenarnya yang bisa kita sama-sama lakukan. Seperti project-nya Ranggaa Pranendra maunpun teman-teman fanbase yang lain.
Lalu kenapa saya memberi judul 'Naif' pada post ini?
Karena saya dahulu juga begitu. Terlalu mengedepankan 'mimpi anak-anak' saya.
Dan sekarang sebenarnya saya ingin mengajak kalian berpikir lebih dewasa, setidaknya mengenai hal ini.
Sekian antitesis dari saya.
Makasih ya atensinya. Kalau ada yang kurang nanti saya tambahkan.
Dah..
~Salam #DagingKhasDalam~
Halo!
Soal tubir Selasa kemarin..
Berawal dari tweet saya.
![]() |
| https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/603043930540613634 |
Lalu mulailah yang kalau Ganang dan Wawa bilang dengan tubir (internal).
![]() |
| https://twitter.com/Gakur_/status/603047659541258241 |
![]() |
| https://twitter.com/wawa_okt10/status/603048071946084352 |
Hmm kronologinya gini..
Jadi, pagi itu, Ganang membuat sebuah tweet kalau akun @Utility_JGJ tidak akan update dulu dalam waktu lama. Lalu muncullah Wawa. Saya pun memperhatikan dan akhirnya ikutan juga sambil memberikan konklusi seperti foto yang paling atas.
![]() |
| https://twitter.com/Gakur_/status/603037129866805248 |
Mulai deh..
Tapi ada yang sedikit aneh juga. Mungkin karena tweet saya ini.
![]() |
| https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/603039015030259712 |
Lalu, lalu..
![]() |
| https://twitter.com/wawa_okt10/status/603055757722984448 https://twitter.com/wawa_okt10/status/603056316613931008 |
Saya gak masalah sebenarnya, mau suka ataupun gak suka. Kalau suka, saya gak apa apa. Gak suka pun saya gak apa apa. Mau meluruskan aja.
Berikut percakapan tubir mereka saat itu..
![]() |
| https://twitter.com/Gakur_/status/603044343369334784 https://twitter.com/Gakur_/status/603044895973101571 https://twitter.com/Gakur_/status/603046828888698880 |
![]() |
| https://twitter.com/wawa_okt10/status/603046165395869697 |
Saya coba simpulkan percakapan mereka ke dalam beberapa poin:
- Jumlah gak ada artinya, kalau tanpa kontribusi
- Tujuan fans adalah mewujudkan keinginan oshinya, dan tingkatan yang paling tinggi adalah mengantarkan oshi tersebut menjadi senbantsu
- Fans yang banyak belum tentu membuat member tersebut menjadi semakin baik
- Less is more
- Bikin member itu jadi senbatsu ~> Tampil di layar kaca ~> Fansnya nambah
- Sudah menjadi tanggung jawab member itu sendiri untuk membuat dirinya banyak dicintai fans dan makin banyak fans
Sebenarnya mereka benar, saya juga sedikit banyak sependapat. Tapi ada yang perlu saya luruskan dari pola pikir mereka ini, dan saya menyebutnya 'antitesis'.
Berikut antitesis tersebut:
- Jumlah yang banyak aja masih gak berarti, bagaimana jumlah yang sedikit?
- Senbatsu yang paling tinggi kan? Terus bagaimana dengan yang di bawahnya, bukankah kita seharusnya terlebih dulu melewati itu?
- Dengan fans yang lebih banyak, sudah barang tentu sang member itu mendapatkan lebih banyak masukan. Isi kepala tiap orang berbeda-beda kan. Belum tentu apa yang ada di kepala kita yang sedikit ini mencakup isi kepala yang lain yang mungkin si member itu butuhkan. Walaupun pada akhirnya sang member itu sendiri yang menentukan ingin bergerak maju atau tidak. Setidaknya pressure yang lebih besar akan lebih terasa
- Ingat satu batang lidi bisa patah, tapi kalau banyak malah kita sendiri yang kewalahan? Sehebat-hebatnya yang sedikit itu tetap akan kesulitan jika berhadapan dengan yang banyak
- Senbatsu. Di luar sounsekyo, apa sih yang bisa fans lakukan untuk membuat oshinya menjadi senbatsu? Bukannya senbatsu itu wewenang dan haknya manajemen ya?
- Tanggung jawab member itu sendiri? Terus kita, fansnya gimana, masa mau kontribusi kita segitu-gitu aja? Bukannya kita juga mau dengan adanya kita, member tersebut bisa maju bersama-sama dengan kita?
Untuk poin 5 dan 6 akan saya coba berikan sedikit contoh dan gambaran.
- Untuk poin lima
Senbatsu. Sebenarnya ini semua apa sih? Bisnis kan? Uang? Profit oriented?
Betul. Kasarnya begitu.
'Lumbung uang' kalau saya bilang.
Kenapa Viny bisa terus ada di senbatsu? Kenapa pendatang baru seperti Andela bisa punya tujuh sesi di HS Event yang terakhir, dengan trend dari HS Event pertamanya sampai sekarang yang positif, 1-3-3-4-7?
Apalagi kalau bukan karena fansnya yang banyak dan pertumbuhannya yang pesat. Tentu dengan dukungannya pula yang masiv.
Lalu, kita punya apa? Masih mengagung-agungkan kekuatan less is more?
Loh, kenapa fans yang banyak bisa bikin member itu jadi senbatsu?
Coba lihat dari segi bisnis. Mereka yang bisa lebih banyak menghasilkan keuntungan akan semakin berada di depan.
Kasarnya, semakin banyak fansnya, semakin banyak keuntungan yang bisa dihasilkan oleh member itu. Semakin di depanlah member tersebut.
Senbatsu itu sebenarnya menurut saya adalah tangga, peringkat, atau kasta semu dari seluruh member dalam kontribusinya (bagi sisi finansial) manajemen. Setuju?
Jadi, kalau kalian mau merusak 'susunan' semu itu, mulailah dari sini. Perbanyak massa. Buktikan kalau oshi kalian itu sanggup bersaing, menjanjikan.
Kalian gak bakal bisa sendiri, sebesar apapun kontribusi kalian, kalau massanya sendiri juga sedikit, yaa tetap kurang.
Mungkin kalian mengerti maksud saya, Wawa dan Ganang. HS Event kemarin. Dan sekarang. Tahu sendiri kan.
Mungkin kalian mengerti maksud saya, Wawa dan Ganang. HS Event kemarin. Dan sekarang. Tahu sendiri kan.
- Untuk poin enam
Saya coba ambil contoh, betapa sukanya Ekek dengan review dari Aldy Bagem mengenai pendapatnya tentang HS Event, obrolannya serta kesannya terhadap beragam member.
Ya, hal seperti inilah yang bisa kita lakukan. Kenapa? Fans itu opinion leader dari oshinya.
Jadi tugas kita juga harusnya untuk memberikan kesan yang baik dan menarik kepada orang-orang di luar kita, ini sedikit banyak akan membantu.
Kayak setelah melihat review tentang salah satu member, kita yang baca jadi ingin tahu juga gimana sih HS sama member itu, penasaran, cari tau cari tau, terus malah jadi ikut mendukung. Simpel kan? Banyak lagi sebenarnya yang bisa kita sama-sama lakukan. Seperti project-nya Ranggaa Pranendra maunpun teman-teman fanbase yang lain.
Lalu kenapa saya memberi judul 'Naif' pada post ini?
Karena saya dahulu juga begitu. Terlalu mengedepankan 'mimpi anak-anak' saya.
![]() |
| https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/599810065877471233 |
Dan sekarang sebenarnya saya ingin mengajak kalian berpikir lebih dewasa, setidaknya mengenai hal ini.
Sekian antitesis dari saya.
Makasih ya atensinya. Kalau ada yang kurang nanti saya tambahkan.
Dah..
~Salam #DagingKhasDalam~
Label:
Alter ego,
Andela,
Antitesis,
Daging Khas Dalam,
Fans,
Hand Shake,
HS,
Idol,
JKT48,
Less is More,
Member,
Naif,
Oshi,
Pendapat,
Roger,
Tubir,
Twitter,
Uty,
Viny,
Wota
Senin, 25 Mei 2015
Judulnya Apa?
Assalamu'alaikum.
Halo!
Mau menindaklanjuti post di G+ yang ini nih. Menindaklanjuti..
Gak kebaca ya? Soalnya pribadi postnya. Kalau belum dicircle sama saya, belum bisa. Huu..
Ini deh dikasih liat.
Halo!
Mau menindaklanjuti post di G+ yang ini nih. Menindaklanjuti..
Gak kebaca ya? Soalnya pribadi postnya. Kalau belum dicircle sama saya, belum bisa. Huu..
Ini deh dikasih liat.
Hmm mau curhat di blog aja. Biar viewersnya makin banyak. Hahaha
Wong gak ada yang baca juga toh~
Jadi, di atas kan belum ada judulnya tuh. Ada sih, 'Judulnya Apa?'. Kira-kira apa ya judulnya? Hmm kasih judul 'Pesan Moral' aja ya.
Kenapa? Nih, ceritanya..
Salah seorang dosen saya merekomendasikan untuk membaca (punya) (beli) buku 'The Science of Luck'nya Bong Chandra. Udah saya baca tuh, sebagian.
Jadi, hari Jum'at kemarin ada pelajarannya beliau, cuma satu matkul kalau hari Jum'at. Kebetulan hari Kamisnya baru aja selesai UTS, hari terakhir. Jadilah para mahasiswa banyak yang tidak masuk hari Jum'at itu.
Nah, kan sepi tuh ya kelasnya. Jadi, baru setengah jam-an di kelas, dosennya keluar (gak balik-balik lagi), tapi ninggalin tugas. Tahu kali ya beliau gelagat mahasiswanya kalau selesai ujian. Udah hapal.
Singkat cerita, selesai pelajaran, saya, teman saya, Nando dan Restu, keluar kelas barengan.
Posisinya, Nando sama Restu di depan, saya di belakang. Ngobrol lah mereka.
Nando bilang "Aturan mah kita gak usah masuk kalau kayak gitu, percuma aja." Kurang lebih begitu. Soalnya yang pada gak masuk itu pada titip absen. Kalau nitip mah diisiin absennya. Terus tugasnya dibawa pulang lagi.
Abis itu Restu nyautin "Iya nih, mana gw dari Bekasi lagi, nyapek nyapekin aja."
Tapi mereka ngomong begitu sambil bercanda kok.
Terus kan ya.. Dengar begitu, saya spontan ikutan nimbrung. Yang tadinya dengerin doang di belakang, langsung maju ke samping Nando. Jadilah kami jalan beriringan, saya, Nando, Restu.
Saya jawab kan ya.. "Mungkin buat lu sia-sia, Ndo. Tapi bagi Tuhan, lu udah berusaha." Sambil pegang pundaknya si Nando ini.
Nando pun menjawab "Emang dasar lu ya, San.." Sambil tertawa renyah.
Lanjutlah kami menunggu lift, dan saat keluar, berpamitanlah kami menuju jalan masing-masing.
Segitu aja? Iya, emang segitu. Mau cerita aja, pengaruh dari buku, dari apa yang kita cerna, dari apa yang kita lihat, dari apa yang kita baca.
Itu sebenarnya kutipan dari bukunya Bong Chandra. Tentang bagaimana memotivasi diri dalam membangun keberuntungan kita sendiri.
Saya spoiler sedikit ya..
Jadi, saat kita sudah melakukan sesuatu tapi hasilnya gak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tandanya Tuhan sedang menguji kita. Pantaskah kita untuk mendapat lebih? Apakah kita siap diberikan peran atau pemberian yang lebih besar oleh Tuhan? Orang yang beruntung tidak skeptis, pantang menyerah.
"Mungkin bagi kita sia-sia, tapi bagi Tuhan, kita sudah berusaha"
Pesan moral~
Cie..
Hahaha
Belum selesai sih baca bukunya, rencananya dua-tiga hari ini udah selesai bacanya pas di kostan.
Siap!
Cerita apa lagi ya..
Cerita yang kedua!
Biar banyak pesan moralnya. Hahaha
Ceritanya gini..
Sebelum hari Jum'at itu, hari Kamisnya, saya sempat teateran.
"Gila ya, masih ujian aja sempat-sempatnya teateran.."
Nggak kok, ujiannya pagi, selesai ujiannya, pas siang baru deh saya berangkat teateran. Clear kan? Refreshing~
Pas teateran itu, saya punya niat ke Kizaru dulu, sebuah toko aksesoris anime gitu di Plaza Blok M. Dekat kan ya? Jadi, sekalian aja.
Kebetulan pula hari itu karena KAA (Konferensi Asia Afrika), ada penutupan jalan mulai jam empat sore. Jadilah saya berangkat teateran lebih awal.
Padahal kesorean juga sih berangkatnya, saya tidur siangnya kelamaan sehabis ujian. Kelakuan. Hahaha
Sampai di Plaza Blok M, saya langsung nyari tokonya, terus masuk. Pas di dalam, kata pegawainya, tokonya lagi tutup, buka lagi nanti jam lima.
Spontan, saya mengiyakan dan langsung keluar.
Pas di luar saya mikir, jam lima kan masih lama, ke teaternya nanti gimana, jalanan juga ditutup, sekarang aja udah mau jam tiga..
Huah.. Kebetulan dekat toko itu ada toilet dan saya memang sedang ingin buang air. Jalanlah saya ke toilet dan melaksanakan hajat saya.
Tapi benar ya yang katanya toilet itu tempat yang banyak inspirasi.. Di sana saya sempat kepikiran tentang film 'Who am I', film Jerman tentang hacker gitu.
Sedikit cerita, dua adik saya berulang tahun di bulan Maret. Selang seminggu. Adik saya yang kecil, perempuan, tanggal 21, yang satu lagi, laki-laki, tanggal 27.
Jadi, sebagai 'perayaan', saya berniat mengajak mereka berdua nonton di bioskop di hari yang sama.
Akhir bulan tuh waktu itu. Sengaja saya menyisakan uang bulanan saya untuk momen ini.
Singkat cerita, tibalah hari Jum'at, tanggal 27. Waktunya saya pulang dari kostan.
Berhubung adik saya yang laki-laki belum pulang dari sekolahnya, saya memutuskan untuk nonton berdua dulu dengan adik saya yang perempuan ini. Filmnya 'Spongebob The Movie'.
Lucu kan? Saya masih suka loh film kartun kayak gini. Hahaha
Ada pertimbangan lain.. Kalau adik saya yang laki-laki juga di rumah waktu itu, mau sih nonton 'Spongebob' bertiga. Biar murah~ Weleh.. Tapi saya juga mau nonton 'Who am I'. Dan adik laki-laki saya ini juga udah gak cocok kalau nonton 'Spongebob', tontonannya udah beda. Gaya dia mah. Hahaha Sukanya film 'The Raid', 'Resident Evil', 'Batman', dan semacamnya gitu. Jadilah saya nonton dua shift waktu itu. Sorenya nonton 'Spongebob', pas malam nonton 'Who am I'.
Selamat ulang tahun, adik-adikku.
Sebenarnya pesan moralnya bukan di situ. Ini malah cerita kemana-mana..
Jadi, dari film 'Who am I' itu saya belajar arti dari keberanian. Saya orangnya pemalu kan ya, pasif, legowo, penakut.. Tapi gak boleh gitu.
Intinya gini.. Kalau kita berani, kita bisa menjadi apa saja, bisa menjadi siapa saja, bisa melakukan apa saja.
Dari toilet tersebutlah saya memutuskan untuk masuk lagi dan menanyakan apa yang saya cari.
Saya kuatkan diri, menarik napas yang dalam, lalu masuk..
Awalnya saya memastikan "Mba, tokonya buka jam berapa lagi nanti?" Pegawainya perempuan. Ada satu lagi sih laki-laki, tapi di bagian kasir.
Si mba itu pun menjawab "Jam lima, kak." Saya sebenarnya udah tahu, tapi ini yang namanya teknik komunikasi. Sedap~ Buat buka pembicaraan.
Lalu, saya ngomong lagi "Oh, gak bisa sekarang aja, mba? Saya mau langsung pergi soalnya. Mau nanya barang aja."
Mba itu akhirnya mempersilakan dengan sedikit sungkan "Oh, iya kak gak papa apa. Maaf berantakan." Mereka lagi packing kayaknya, banyak barang dimana-mana, stok baru pada masuk. (Kalau di MatKul Pengantar Manajemen, yang kayak gini tuh namanya 'formalitas perusahaan yang rendah'. Gak apa apa, bagus malahan.)
Saya gak masalah, dan langsung menanyakan ketersediaan barang yang saya cari. Dan ternyata gak ada.
Setidaknya saya pulang dengan jawaban. Saya sudah berusaha. Dan ada hasilnya. Walaupun belum sekarang.
Nah, saya yang pemalu dan dengan segala kekurangan saya ini.. (Buat oshi, atau memba yang lain kalau baca.. Inilah kenapa saya tidak pernah nge-chant, atau ikutan nari, atau teriak-teriak gitu kalau di teater. Hashtag-MaklumiKeadaanku Loh? Hahaha)
Ya, dengan saya yang seperti itu, seiring berjalannya waktu, saya menyadari, dan saya terapkan pada diri saya bahwa kita itu gak apa apa salah, jadinya kan kita jadi tahu yang benar itu gimana. Mencoba.
Nah, jadi, pesan moral dari cerita kedua ini tentang keberanian. Mencoba. Ada dua..
"Kalau kita berani, kita bisa menjadi apa saja, kita bisa menjadi siapa saja, dan kita bisa melakukan apa saja"
Dan..
"Gak apa apa salah, lebih baik. Karena dengan begitu, kita bisa jadi tahu bagaimana yang benar"
Dari pada tidak sama sekali dan akhirnya menyesal kan? Pilihan. Tentunya dengan pertimbangan terlebih dahulu.
Udahan yaa. Dua cerita aja.
Emang gitu, kalau udah curhat malah keterusan. Padahal awalnya bingung mau nulis apa.
Makasih ya udah baca.
Sukses selalu!
Oiya, cerita soal teaternya di lain post aja yaa.
Dah..
~Salam #DagingKhasDalam~
Label:
Adik,
Bong Chandra,
Daging Khas Dalam,
Judul,
Judulnya Apa?,
Kostan,
Oshi,
Pesan Moral,
Roger,
Spongebob The Movie,
The Science of Luck,
Ulang Ulang Tahun,
Who am I
Minggu, 22 Maret 2015
Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian II]
Assalamu'alaikum.
Halo!
Kali ini kita lanjut ya special post-nya!
Hmm kalau di bagain pertama Saya pada DKD pada JKT48 lebih membahas objek, di bagian ke dua ini mau membahas peristiwa ah~ Tajuknya "Serba-serbi yang pertama!"
Ayuk, kita ikuzo! Hahaha
OGB 2 JKT48 Sign Event
Sabtu, 1 Juni 2013.
Itu kegiatan ngaidol pertama saya sepertinya. Jadi, event-nya itu kita bisa meminta salah seorang member menandatangangi semacam majalah (Guide Book) yang sudah kita beli sebelumnya.
Boku no Taiyou (Team KIII)
Minggu, 29 Desember 2013.
Gak kebagian tiket pelajar. Akhirnya beli tiket reguler. Tetap bingo hijau. Posisi standing area. Sayap kanan. Gak masalah, masih kebagian di depan.
Kesannya? Saya tertarik dengan lagu Himawari. Bukan, bukan cuma lagunya. Tapi juga yang membawakannya. Della, Hanna, Viny, Uty.
Mungkin ini awal saya mengenal dan ingin mencari tahu tentang Uty. Saya benar-benar tertarik waktu itu.
Saya sempat bertanya dengan teman yang teateran bareng dengan saya, sebut saja dia Tara. Salah seorang expert di circle kami.
"Tar, yang itu namanya Uty?" Ujar saya.
Tara mengiyakan sambil tetap fokus ke atas panggung.
Hmm cerita gak yaa apa yang bikin tertarik sama Uty waktu itu..
Dia tinggi. Tembem. Hahaha tingkahnya polos, imut, seperti anak-anak. Kalau Uty bilang sih 'seperti kelinci yang tidak bisa diam'~
Logat Palembangnya yang khas juga membuat perpaduan yang menarik.
Saat itu saya kelas dua belas. Kontradiksi. Masa saat siswa semester akhir sedang sibuk-sibuknya. Pertunjukan kali itu lebih kepada untuk memuaskan rasa penasaran saya akan yang namanya 'teateran'. Jadi, setelah itu saya tidak menonton teater lagi untuk waktu yang cukup lama.
Uniknya, beberapa hari setelah pertunjukan itu, teman saya, Tara, memberikan kabar..
"San, ditanyain Naomi tuh, katanya "mana temannya yang pakai kacamata kemarin?" Waktu 'hand shake' sehabis teateran." Sambil tertawa dia bilang seperti itu kepada saya.
Dia nonton Boku no Taiyo lagi.
Sontak saya kaget. Senang sih. Tapi saya percaya aja.. Hahaha gak apa-apa, ngaidol itu kan prinsipnya 'yang penting senang', have fun aja~
Hmm mungkin kegiatan teateran pertama saya ini yang bikin saya secara tidak sadar cenderung nge-click dengan team KIII, terlebih saya merasa nyaman mengikuti setlist Seishun Girls mereka, setlist selanjutnya dari setlist Boku no Taiyo.
Next time! Insya Allah dibahas. Do'ain aja panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, dan dikasih kelapangan waktu. Hihi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekian dulu deh untuk bagian dua ini. Mungkin ke depannya kalau dirasa ada yang perlu ditambahkan, akan saya perbaharui. Sisanya nanti, di bagian selanjutnya. Masih banyak loh~
Jadi, terima kasih atensinya.
~Salam #DagingKhasDalam~
Halo!
Kali ini kita lanjut ya special post-nya!
Hmm kalau di bagain pertama Saya pada DKD pada JKT48 lebih membahas objek, di bagian ke dua ini mau membahas peristiwa ah~ Tajuknya "Serba-serbi yang pertama!"
Saya mohon izin untuk memutar lagu ini terlebih dahulu sebelum memulai membaca ya~
Ayuk, kita ikuzo! Hahaha
OGB 2 JKT48 Sign Event
Sabtu, 1 Juni 2013.
Itu kegiatan ngaidol pertama saya sepertinya. Jadi, event-nya itu kita bisa meminta salah seorang member menandatangangi semacam majalah (Guide Book) yang sudah kita beli sebelumnya.
Sebenarnya gak cuma di majalah aja, setau saya, bisa di 'swag' apa saja asalkan itu official merchandise JKT48, entah poster, photo pack, atau yang lainnya. Tapi dengan syarat. Terlebih dahulu membeli OGB (Offcial Guide Book) tersebut. Nanti akan dapat semacam tiket untuk ikut Sign Event ini.
Nah, pada penyelenggaraannya, Sign Event ini sebenarnya berbarengan dengan Hand Shake Event 'River'.
Kenapa saya ikutnya Sign Event, bukan Hand Shake Event? Karena waktu itu saya tidak berhasil mendapatkan tiket HS. Hahaha
Saya sempat datang sekali ke fx menjelang HS Event tersebut untuk beli CD versi teater yang ada tiket HSnya, tapi hari itu malah gak dijual merchnya. Heuheuheu alhasil, saya pulang dengan tangan kosong.
Lalu, secercah harapan datang. Ada kabar bahwa pada hari H pelaksanaan HS Event, akan diadakan juga yang namanya Sign Event. Setelah mempelajari detilnya, saya bulatkan tekat untuk ikut acara tersebut! Daripada tidak sama sekali kan~
Nah, pada penyelenggaraannya, Sign Event ini sebenarnya berbarengan dengan Hand Shake Event 'River'.
Kenapa saya ikutnya Sign Event, bukan Hand Shake Event? Karena waktu itu saya tidak berhasil mendapatkan tiket HS. Hahaha
Saya sempat datang sekali ke fx menjelang HS Event tersebut untuk beli CD versi teater yang ada tiket HSnya, tapi hari itu malah gak dijual merchnya. Heuheuheu alhasil, saya pulang dengan tangan kosong.
Lalu, secercah harapan datang. Ada kabar bahwa pada hari H pelaksanaan HS Event, akan diadakan juga yang namanya Sign Event. Setelah mempelajari detilnya, saya bulatkan tekat untuk ikut acara tersebut! Daripada tidak sama sekali kan~
Lanjut.. Jadi, ceritanya, hari itu saya ditemani seorang teman yang bernama, sebut saja dia Nanang.
Nanang.. 1 Juni itu bertepatan dengan hari ulang tahun dia. Dan pada Sign Event tersebut, Nanang memilih Veranda untuk menandatangani OGB-nya. Veranda. Oshimen Nanang.
Saya yakin itu adalah kado terindah sepanjang hidupnya, sampai saat ini. Hahaha
Sebab, saat keluar dari venue event tersebut, Nanang tampak pucat, tatapannya kosong, dan bahkan wajahnya menyucurkan keringat. Semua grogi. Saya maupun Nanang. Pengalaman pertama.
Selanjutnya giliran saya. Jadi, saya dan Nanang itu berbeda sesinya, saya sesi 6 dan Nanang sesi 5.
Saat itu saya memilih Haruka.
Kenapa Haruka ya, bukannya Shania? Hmm.. Penasaran dengan 'nihonjin' satu ini!
Hmm kesannya.. Walaupun saya relatif diam dan terbata-bata saat mengiyakan sapaan dari Haruka, tapi momen itu benar-benar indah.
Ada peraturan yang bilang "dilarang menyentuh member", tapi Haruka dengan ramahnya setelah menandatangani OGB saya, mengajak bersalaman seraya berterima kasih dan berpamitan. Subhanallah. Saya benar-benar bersyukur hari itu. Kejutan-kejutan kecil dari Tuhan sangatlah berarti.
Tapi ada yang spesial lagi dari Haruka, suaranya itu loh gak nahan. Dia bilang..
"Halo..."
"Selamat sore.."
"Iya.."
"Makasih ya.."
"Dadah.."
Diakhiri dengan salaman dan melambaikan tangan.
Kadang, saat membayangkannya, suara Haruka masih dapat terngiang di pikiran saya.
Sungguh langkah awal yang benar-benar mengesankan.
Bahkan, setelah itu, saya sempat bertekad untuk ke depannya, "delusi yang menjadi nyata!".
Tapi tunggu dulu~ Ada yang menarik perhatian saya pada event ini, yaitu Frieska.
Mungkin di bagian selanjutnya kita bisa bercerita tentang mojang geulis satu ini~
Hand Shake Event 'Yuhii wo Miteiruka?'
Sabtu, 14 September 2014.
Kali ini akhirnya bisa ikut HS. Pertama kali. Selang tiga bulan sejak kegiatan ngaidol saya yang pertama.
Waktu beli CDnya, di Tennis Indoor Senayan, sempat hujan-hujanan. Terus pulangnya ngumpul di rumah saya, hujan, ditemani mie instant, mie rebus dengan kuah yang hangat. Hahaha waktu-waktu bersama kalian selalu indah, kawan~ Daging Khas Dalam
Saya membeli dua tiket hari itu. Satu untuk Shania, satu lagi untuk Haruka.
Pertama Shania. Grogi sekali.. Bukan apa-apa, kan pertama kali tuh, belum ada gambaran kan, belum ada pengalaman. Jadi, siasatnya, saya menyiapkan kata-kata untuk disampaikan dalam waktu sepuluh detik yang berharga itu.
Kan udah tuh.. Celakanya, saya tidak berpikir bagaimana kalau member yang membuka obrolan duluan. Dan bang! Kejadianlah, Shania yang buka obrolan duluan. Padahal rencananya, saya yang akan ambil inisiatif itu.
Kalaplah saya. Seperti Spongebob saat ditanyai nama oleh Squilliam. Buyar semua. Hahaha
Tapi overall baik-baik aja kok. Buktinya, sampai sekarang saya masih ingat. Berarti berkesan~
Selanjutnya Haruka. Belajar dari pengalaman pertama. Untungnya beda sesi, jadi ada waktu buat cooling down dan atur siasat.
Kesannya itu sama Haruka.. Tangannya kayak bayi! Empuk banget. Hahaha
Alhamdulillah lancar nih yang sama Haruka. Sebelumnya kan udah pernah ketemu, jadi gak canggung-canggung banget.
Tetap, Haruka, suara khasnya yang sampai saat ini masih saya suka~
Masih team J-sentris banget waktu itu. Dan lucunya, pada zaman itu, walaupun belum pernah teateran, HS event selalu bela-belain. Hahaha
Satu hal yang saya pelajari dari Shanju, senyum sambil merem~ Matanya itu loh, bisa senyum. Gak usah lihat bibirnya deh, cukup tatap matanya aja, kalau senyum pasti ketahuan.
Kadang, ketika memeraktikkan teknik 'senyum merem' itu, saya suka terbayang Shanju.
Di team K3 juga ada yang senyumannya mirip-mirip kayak gitu, namanya Viny.
Kapan-kapan kita cerita juga soal Viny di bagian selanjutnya.
Tapi tunggu dulu~ Ada yang menarik perhatian saya pada event ini, yaitu Frieska.
Mungkin di bagian selanjutnya kita bisa bercerita tentang mojang geulis satu ini~
[Intermezo] Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Oh, Tanju~
Hand Shake Event 'Yuhii wo Miteiruka?'
Sabtu, 14 September 2014.
Kali ini akhirnya bisa ikut HS. Pertama kali. Selang tiga bulan sejak kegiatan ngaidol saya yang pertama.
Waktu beli CDnya, di Tennis Indoor Senayan, sempat hujan-hujanan. Terus pulangnya ngumpul di rumah saya, hujan, ditemani mie instant, mie rebus dengan kuah yang hangat. Hahaha waktu-waktu bersama kalian selalu indah, kawan~ Daging Khas Dalam
Saya membeli dua tiket hari itu. Satu untuk Shania, satu lagi untuk Haruka.
Pertama Shania. Grogi sekali.. Bukan apa-apa, kan pertama kali tuh, belum ada gambaran kan, belum ada pengalaman. Jadi, siasatnya, saya menyiapkan kata-kata untuk disampaikan dalam waktu sepuluh detik yang berharga itu.
Kan udah tuh.. Celakanya, saya tidak berpikir bagaimana kalau member yang membuka obrolan duluan. Dan bang! Kejadianlah, Shania yang buka obrolan duluan. Padahal rencananya, saya yang akan ambil inisiatif itu.
Kalaplah saya. Seperti Spongebob saat ditanyai nama oleh Squilliam. Buyar semua. Hahaha
Tapi overall baik-baik aja kok. Buktinya, sampai sekarang saya masih ingat. Berarti berkesan~
Selanjutnya Haruka. Belajar dari pengalaman pertama. Untungnya beda sesi, jadi ada waktu buat cooling down dan atur siasat.
Kesannya itu sama Haruka.. Tangannya kayak bayi! Empuk banget. Hahaha
Alhamdulillah lancar nih yang sama Haruka. Sebelumnya kan udah pernah ketemu, jadi gak canggung-canggung banget.
Tetap, Haruka, suara khasnya yang sampai saat ini masih saya suka~
Masih team J-sentris banget waktu itu. Dan lucunya, pada zaman itu, walaupun belum pernah teateran, HS event selalu bela-belain. Hahaha
Satu hal yang saya pelajari dari Shanju, senyum sambil merem~ Matanya itu loh, bisa senyum. Gak usah lihat bibirnya deh, cukup tatap matanya aja, kalau senyum pasti ketahuan.
Kadang, ketika memeraktikkan teknik 'senyum merem' itu, saya suka terbayang Shanju.
Di team K3 juga ada yang senyumannya mirip-mirip kayak gitu, namanya Viny.
Kapan-kapan kita cerita juga soal Viny di bagian selanjutnya.
[Intermezo (lagi)] Belum selesai ya lagunya? Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Buat penutup nih. Kali ini tiga chapter aja yaa.
Boku no Taiyou (Team KIII)
Minggu, 29 Desember 2013.
Gak kebagian tiket pelajar. Akhirnya beli tiket reguler. Tetap bingo hijau. Posisi standing area. Sayap kanan. Gak masalah, masih kebagian di depan.
Kesannya? Saya tertarik dengan lagu Himawari. Bukan, bukan cuma lagunya. Tapi juga yang membawakannya. Della, Hanna, Viny, Uty.
Mungkin ini awal saya mengenal dan ingin mencari tahu tentang Uty. Saya benar-benar tertarik waktu itu.
Saya sempat bertanya dengan teman yang teateran bareng dengan saya, sebut saja dia Tara. Salah seorang expert di circle kami.
"Tar, yang itu namanya Uty?" Ujar saya.
Tara mengiyakan sambil tetap fokus ke atas panggung.
Hmm cerita gak yaa apa yang bikin tertarik sama Uty waktu itu..
![]() |
| Dwi Putri Bonita on G+ |
Logat Palembangnya yang khas juga membuat perpaduan yang menarik.
Saat itu saya kelas dua belas. Kontradiksi. Masa saat siswa semester akhir sedang sibuk-sibuknya. Pertunjukan kali itu lebih kepada untuk memuaskan rasa penasaran saya akan yang namanya 'teateran'. Jadi, setelah itu saya tidak menonton teater lagi untuk waktu yang cukup lama.
Uniknya, beberapa hari setelah pertunjukan itu, teman saya, Tara, memberikan kabar..
"San, ditanyain Naomi tuh, katanya "mana temannya yang pakai kacamata kemarin?" Waktu 'hand shake' sehabis teateran." Sambil tertawa dia bilang seperti itu kepada saya.
Dia nonton Boku no Taiyo lagi.
Sontak saya kaget. Senang sih. Tapi saya percaya aja.. Hahaha gak apa-apa, ngaidol itu kan prinsipnya 'yang penting senang', have fun aja~
Hmm mungkin kegiatan teateran pertama saya ini yang bikin saya secara tidak sadar cenderung nge-click dengan team KIII, terlebih saya merasa nyaman mengikuti setlist Seishun Girls mereka, setlist selanjutnya dari setlist Boku no Taiyo.
Next time! Insya Allah dibahas. Do'ain aja panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, dan dikasih kelapangan waktu. Hihi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sekian dulu deh untuk bagian dua ini. Mungkin ke depannya kalau dirasa ada yang perlu ditambahkan, akan saya perbaharui. Sisanya nanti, di bagian selanjutnya. Masih banyak loh~
Jadi, terima kasih atensinya.
~Salam #DagingKhasDalam~
Label:
Alter ego,
Boku no Taiyou,
Daging Khas Dalam,
Della,
DKD,
Frieska,
Hand Shake,
Hanna,
Haruka,
Himawari,
JKT48,
OGB,
Roger,
Saya,
Shania,
Teater JKT48,
Uty,
Viny,
Wota
Senin, 16 Februari 2015
Pride of!
Assalamu'alaikum.
Halo!
Post lanjutan dari Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian I]-nya ditikung post ini dulu yaa. Ditikung.. Hahaha
Oiya, baru tahu kalau salah satu teman saya, Aden, sudah pernah bikin post tentang DKD. Silakan kalau mau melipir. ~> Kami dari DAGING KHAS DALAM HAHAHAHA ^o^
2015. Tahun yang bagus!
Bagus kenapa? Ya, tahun depan udah jadi kepala dua. Cepat banget ya.. Rasanya belum ngelakuin apa-apa semasa hidup.
Berarti tahun ini tahun yang bagus buat bikin tahun-tahun sebelum memasuki kepala dua jadi lebih berarti.
Hmm langsung aja kali ya tulis misi apa aja yang butuh diselesaikan di tahun ini.
Ditambah, momen beberapa waktu lalu. Ya, saya habis bertemu Hanna, dan dia bilang "Semangat kuliahnya!" It will always boost me up! I promise.
Tahun ini mau coba bertemu dengan Viny di Februari, Ayen di bulan Maret, dan Uty di bulan November. November.. Masih lama. Udah semester tiga sih masuknya. But, let's see.
Sebenarnya udah sengaja atur jadwal semester ini biar bisa teateran di hari selasa ataupun kamis. Demi lancarnya misi ini. Asal kalian tahu. Hahaha
Kenapa Viny? Hmm kenapa ya.. Viny ini yang pertama bikin saya tertarik dengan team K. Pernah HS juga waktu itu. Dua kali, paling banyak di antara member-member yang lain.
Kalau Ayen karena sebagai bentuk apresiasi saya terhadap performanya di teater. Termasuk yang paling bagus dan konsisten. Dari penglihatan saya. Walaupun saya pasti kalah sama Yamada-san. But, follow the light, they said. Haha
Uty.. Hmm oshi. Lama lama ya di JKT48! There are many fans behind you. Make them happy and proud of you! Geist!
Kalau yang Kadokawa karena katanya baru akan buka sekolahnya di Indonesia pada akhir tahun, dan yang kursus bahasa Rusia itu "sudah dibuka" untuk kelas bulan Februari-Juni, jadi kemungkinannya baru bisa ikut kelas yang di bulan Juli.
Atau.. Alternatif lain, sempat terpikir sih buat jualan gitu di sekitar kostan. Hahaha
Kan gak ada yang kenal juga, jadi lebih enak. Hitung-hitung buat menambah kekuatan finansial, mumpung tahun pertama kuliah katanya belum berat-berat banget. Mumpung belum ada kegiatan lain juga.
Tujuan utamanya pasti jadi juara, tapi yang lebih penting dari itu adalah 'pengalaman'. Ya, pengalaman. Pengalaman supaya saya bisa terus memperbaiki diri sampai saya layak untuk mendapatkan "penghargaan".
Halah, yang barusan terlalu teoritis. Hahaha
Jalur yang saya pilih adalah sastra.
Kenapa? Pernah kan tuh saya bikin post tentang sastra, bisa dicek di sini Buat.., walaupun agak out of topic isi postnya, melipir ke mana mana. Hahaha
Hmm mau berkarya. Ya.
Tahun lalu, 2013, waktu awal-awal kuliah, kebetulan tuh ada lomba bikin karya sastra. Berencana ikut. Tapi gak jadi, dan memutuskan untuk ikut di tahun ini (insya Allah kalau ada lagi). Supaya lebih banyak persiapan dan karyanya lebih matang.
Selain lomba yang diadakan UGM itu, mau coba lomba (karya sastra) yang lain juga, supaya lebih membuka daya imajinasi aja, biar terbiasa mengeksplor diri. Semua bisa karena biasa~
Jadi, saya mohon dukungannya. Doakan saya semoga berhasil dan bisa melangkah lebih jauh dari ini.
Kan awal puasa tuh yah, di rumah, gak ada kegiatan.. Asik tuh buat mengeskplor jiwa-jiwa sastra yang ada di dalam diri~ Sekaligus menyicil buat lomba di bulan November.
Gak lama sih liburnya. Dari tanggal 16 sampai 23 Juni. Besoknya, tanggal 24, udah masuk lagi buat semester pendek. Kan lumayan~ Satu minggu. Buat hepi-hepi. Hahaha
Semangat! Good luck ujiannya!
Semester pendek lalu itu (semester satu), mata kuliahnya ada dua, PKn dan Bahasa Indonesia. Karena udah tau hasilnya, yaa langsung aja ya.
Ada yang melampaui, ada juga yang gagal. Saya beryukur. Saya mengakui kekurangan saya kemarin, khususnya untuk mata kuliah Bahasa Indonesia.
Jadi, next target, semester dua! Misi yang pertama. IP 3,61.
Ayo berjuang, perbaiki diri!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terus apa lagi ya..
Lima ini dulu deh. Nanti di-update lagi.
By the way, cerita tentang membernya segitu aja ya. Nanti dilanjutin lagi di post Saya pada DKD pada JKT48 bagian berikutnya!
Hmm buat semua, buat teman-teman yang baca, tolong ingatkan saya ya. Bantu saya dalam melangkah. We are going to the top!
Mohon bantuannya!
Saya bukan orang yang bisa dengan mudah membiarkan ambisi saya pudar begitu saja!
Halo!
Post lanjutan dari Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian I]-nya ditikung post ini dulu yaa. Ditikung.. Hahaha
Oiya, baru tahu kalau salah satu teman saya, Aden, sudah pernah bikin post tentang DKD. Silakan kalau mau melipir. ~> Kami dari DAGING KHAS DALAM HAHAHAHA ^o^
2015. Tahun yang bagus!
Bagus kenapa? Ya, tahun depan udah jadi kepala dua. Cepat banget ya.. Rasanya belum ngelakuin apa-apa semasa hidup.
Berarti tahun ini tahun yang bagus buat bikin tahun-tahun sebelum memasuki kepala dua jadi lebih berarti.
Hmm langsung aja kali ya tulis misi apa aja yang butuh diselesaikan di tahun ini.
- Target IP semester dua 3,61 [ ]
Alhamdulillah target semester satu IP di atas 3,5 tercapai, alhamdulillah terlampaui. Walau gak nyangka juga, dan kalau lihat dari nilai yang "agak jelek", dibanding nilai teman-teman yang lain, sebenarnya berharap lebih juga. Tapi apa daya, ada bagus, ada buruk. Kurang. Itu juga karena diri sendiri. Saya bersyukur.
Mata kuliah buat semester depan itu; Matematika Bisnis, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Pengantar Akuntansi II, Statistik II, Pengantar Manajemen, Teori Ekonomi Mikro I, Ekonomi Skala Kecil, Menengah & Koperasi. Ditambah kelas asistensi untuk mata kuliah Pengantar Akuntansi II dan Statistik II.
Gimana, cukup menarik bukan?
Tantangannya adalah.. Semester dua ini gak ada pelajaran Bahasa Inggris! Hmm padahal pelajaran ini cukup banyak membantu saya dalam menyelesaikan misi di semester pertama.
Tantangannya adalah.. Semester dua ini gak ada pelajaran Bahasa Inggris! Hmm padahal pelajaran ini cukup banyak membantu saya dalam menyelesaikan misi di semester pertama.
Satu-satunya pelajaran yang mendapat nilai A. Itu highlight-nya.
Well, aku akan berjuang! I'm gonna make it!
Well, aku akan berjuang! I'm gonna make it!
Ditambah, momen beberapa waktu lalu. Ya, saya habis bertemu Hanna, dan dia bilang "Semangat kuliahnya!" It will always boost me up! I promise.
*Hanna
![]() |
| Jennifer Hanna on G+ |
- {Updated 24 Mei} Jumlah kedatangan teater 20 kali [Berhasil 19 Mei]
{Updated 9 Maret} Viny [Berhasil 24 Februari]
{Updated 9 Maret} Ayen [Gagal]
Tahun ini mau coba bertemu dengan Viny di Februari, Ayen di bulan Maret, dan Uty di bulan November. November.. Masih lama. Udah semester tiga sih masuknya. But, let's see.
Sebenarnya udah sengaja atur jadwal semester ini biar bisa teateran di hari selasa ataupun kamis. Demi lancarnya misi ini. Asal kalian tahu. Hahaha
Kenapa Viny? Hmm kenapa ya.. Viny ini yang pertama bikin saya tertarik dengan team K. Pernah HS juga waktu itu. Dua kali, paling banyak di antara member-member yang lain.
Kalau Ayen karena sebagai bentuk apresiasi saya terhadap performanya di teater. Termasuk yang paling bagus dan konsisten. Dari penglihatan saya. Walaupun saya pasti kalah sama Yamada-san. But, follow the light, they said. Haha
Uty.. Hmm oshi. Lama lama ya di JKT48! There are many fans behind you. Make them happy and proud of you! Geist!
- Ikut Kadokawa Contents Academy atau ikut kursus bahasa Rusia dari Kedubesnya [ ]
Kalau yang Kadokawa karena katanya baru akan buka sekolahnya di Indonesia pada akhir tahun, dan yang kursus bahasa Rusia itu "sudah dibuka" untuk kelas bulan Februari-Juni, jadi kemungkinannya baru bisa ikut kelas yang di bulan Juli.
Atau.. Alternatif lain, sempat terpikir sih buat jualan gitu di sekitar kostan. Hahaha
Kan gak ada yang kenal juga, jadi lebih enak. Hitung-hitung buat menambah kekuatan finansial, mumpung tahun pertama kuliah katanya belum berat-berat banget. Mumpung belum ada kegiatan lain juga.
- {Updated ---} Masuk nominasi juara dalam lomba Bulan Bahasa UGM atau lomba karya sastra lainnya [ ]
Tujuan utamanya pasti jadi juara, tapi yang lebih penting dari itu adalah 'pengalaman'. Ya, pengalaman. Pengalaman supaya saya bisa terus memperbaiki diri sampai saya layak untuk mendapatkan "penghargaan".
Halah, yang barusan terlalu teoritis. Hahaha
Jalur yang saya pilih adalah sastra.
Kenapa? Pernah kan tuh saya bikin post tentang sastra, bisa dicek di sini Buat.., walaupun agak out of topic isi postnya, melipir ke mana mana. Hahaha
Hmm mau berkarya. Ya.
Tahun lalu, 2013, waktu awal-awal kuliah, kebetulan tuh ada lomba bikin karya sastra. Berencana ikut. Tapi gak jadi, dan memutuskan untuk ikut di tahun ini (insya Allah kalau ada lagi). Supaya lebih banyak persiapan dan karyanya lebih matang.
Selain lomba yang diadakan UGM itu, mau coba lomba (karya sastra) yang lain juga, supaya lebih membuka daya imajinasi aja, biar terbiasa mengeksplor diri. Semua bisa karena biasa~
Jadi, saya mohon dukungannya. Doakan saya semoga berhasil dan bisa melangkah lebih jauh dari ini.
- {Updated 24 Mei} Bikin dua cerpen selama liburan semester dua [ ]
Kan awal puasa tuh yah, di rumah, gak ada kegiatan.. Asik tuh buat mengeskplor jiwa-jiwa sastra yang ada di dalam diri~ Sekaligus menyicil buat lomba di bulan November.
Gak lama sih liburnya. Dari tanggal 16 sampai 23 Juni. Besoknya, tanggal 24, udah masuk lagi buat semester pendek. Kan lumayan~ Satu minggu. Buat hepi-hepi. Hahaha
Semangat! Good luck ujiannya!
- {Updated 9 Maret} Nilai mata kuliah semester pendek A- [50%]
PKn [Berhasil A]
Bahasa Indonesia [Gagal B+]Sebenarnya, masang target ini udah lama, dari tulisan ini dirilis mungkin, tapi baru dimasukin ke post ini sekarang.
![]() |
Semester pendek lalu itu (semester satu), mata kuliahnya ada dua, PKn dan Bahasa Indonesia. Karena udah tau hasilnya, yaa langsung aja ya.
Ada yang melampaui, ada juga yang gagal. Saya beryukur. Saya mengakui kekurangan saya kemarin, khususnya untuk mata kuliah Bahasa Indonesia.
Jadi, next target, semester dua! Misi yang pertama. IP 3,61.
Ayo berjuang, perbaiki diri!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Terus apa lagi ya..
Lima ini dulu deh. Nanti di-update lagi.
By the way, cerita tentang membernya segitu aja ya. Nanti dilanjutin lagi di post Saya pada DKD pada JKT48 bagian berikutnya!
Hmm buat semua, buat teman-teman yang baca, tolong ingatkan saya ya. Bantu saya dalam melangkah. We are going to the top!
Mohon bantuannya!
Saya bukan orang yang bisa dengan mudah membiarkan ambisi saya pudar begitu saja!
~Salam #DagingKhasDalam~
Label:
2014,
2015,
Akuntasi,
Anak Sastra,
Daging Khas Dalam,
DKD,
Idealitas,
Janji,
JKT48 Theater,
Kebanggaan,
Misi,
Pride,
Pride off,
Roger,
Sastra,
Saya,
Tahun ini,
Target,
Teater JKT48,
Wota
Langganan:
Postingan (Atom)















