Sabtu, 30 Mei 2015

Naif

Assalamu'alaikum.


Halo!

Soal tubir Selasa kemarin..

Berawal dari tweet saya.

https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/603043930540613634

Lalu mulailah yang kalau Ganang dan Wawa bilang dengan tubir (internal).

https://twitter.com/Gakur_/status/603047659541258241


https://twitter.com/wawa_okt10/status/603048071946084352

Hmm kronologinya gini..
Jadi, pagi itu, Ganang membuat sebuah tweet kalau akun @Utility_JGJ tidak akan update dulu dalam waktu lama. Lalu muncullah Wawa. Saya pun memperhatikan dan akhirnya ikutan juga sambil memberikan konklusi seperti foto yang paling atas.
https://twitter.com/Gakur_/status/603037129866805248

Mulai deh..
Tapi ada yang sedikit aneh juga. Mungkin karena tweet saya ini.
https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/603039015030259712

Lalu, lalu..

https://twitter.com/wawa_okt10/status/603055757722984448
https://twitter.com/wawa_okt10/status/603056316613931008


Saya gak masalah sebenarnya, mau suka ataupun gak suka. Kalau suka, saya gak apa apa. Gak suka pun saya gak apa apa. Mau meluruskan aja.

Berikut percakapan tubir mereka saat itu..
https://twitter.com/Gakur_/status/603044343369334784
https://twitter.com/Gakur_/status/603044895973101571
https://twitter.com/Gakur_/status/603046828888698880


https://twitter.com/wawa_okt10/status/603046165395869697



Saya coba simpulkan percakapan mereka ke dalam beberapa poin:
  1. Jumlah gak ada artinya, kalau tanpa kontribusi
  2. Tujuan fans adalah mewujudkan keinginan oshinya, dan tingkatan yang paling tinggi adalah mengantarkan oshi tersebut menjadi senbantsu
  3. Fans yang banyak belum tentu membuat member tersebut menjadi semakin baik
  4. Less is more
  5. Bikin member itu jadi senbatsu ~> Tampil di layar kaca ~> Fansnya nambah
  6. Sudah menjadi tanggung jawab member itu sendiri untuk membuat dirinya banyak dicintai fans dan makin banyak fans

Sebenarnya mereka benar, saya juga sedikit banyak sependapat. Tapi ada yang perlu saya luruskan dari pola pikir mereka ini, dan saya menyebutnya 'antitesis'.
Berikut antitesis tersebut:
  1. Jumlah yang banyak aja masih gak berarti, bagaimana jumlah yang sedikit?
  2. Senbatsu yang paling tinggi kan? Terus bagaimana dengan yang di bawahnya, bukankah kita seharusnya terlebih dulu melewati itu?
  3. Dengan fans yang lebih banyak, sudah barang tentu sang member itu mendapatkan lebih banyak masukan. Isi kepala tiap orang berbeda-beda kan. Belum tentu apa yang ada di kepala kita yang sedikit ini mencakup isi kepala yang lain yang mungkin si member itu butuhkan. Walaupun pada akhirnya sang member itu sendiri yang menentukan ingin bergerak maju atau tidak. Setidaknya pressure yang lebih besar akan lebih terasa
  4. Ingat satu batang lidi bisa patah, tapi kalau banyak malah kita sendiri yang kewalahan? Sehebat-hebatnya yang sedikit itu tetap akan kesulitan jika berhadapan dengan yang banyak
  5. Senbatsu. Di luar sounsekyo, apa sih yang bisa fans lakukan untuk membuat oshinya menjadi senbatsu? Bukannya senbatsu itu wewenang dan haknya manajemen ya?
  6. Tanggung jawab member itu sendiri? Terus kita, fansnya gimana, masa mau kontribusi kita segitu-gitu aja? Bukannya kita juga mau dengan adanya kita, member tersebut bisa maju bersama-sama dengan kita?
  
Untuk poin 5 dan 6 akan saya coba berikan sedikit contoh dan gambaran.
  • Untuk poin lima

Senbatsu. Sebenarnya ini semua apa sih? Bisnis kan? Uang? Profit oriented?
Betul. Kasarnya begitu.
'Lumbung uang' kalau saya bilang.
Kenapa Viny bisa terus ada di senbatsu? Kenapa pendatang baru seperti Andela bisa punya tujuh sesi di HS Event yang terakhir, dengan trend dari HS Event pertamanya sampai sekarang yang positif, 1-3-3-4-7?
Apalagi kalau bukan karena fansnya yang banyak dan pertumbuhannya yang pesat. Tentu dengan dukungannya pula yang masiv.
Lalu, kita punya apa? Masih mengagung-agungkan kekuatan less is more?
Loh, kenapa fans yang banyak bisa bikin member itu jadi senbatsu?
Coba lihat dari segi bisnis. Mereka yang bisa lebih banyak menghasilkan keuntungan akan semakin berada di depan.
Kasarnya, semakin banyak fansnya, semakin banyak keuntungan yang bisa dihasilkan oleh member itu. Semakin di depanlah member tersebut.
Senbatsu itu sebenarnya menurut saya adalah tangga, peringkat, atau kasta semu dari seluruh member dalam kontribusinya (bagi sisi finansial) manajemen. Setuju?
Jadi, kalau kalian mau merusak 'susunan' semu itu, mulailah dari sini. Perbanyak massa. Buktikan kalau oshi kalian itu sanggup bersaing, menjanjikan.
Kalian gak bakal bisa sendiri, sebesar apapun kontribusi kalian, kalau massanya sendiri juga sedikit, yaa tetap kurang.
Mungkin kalian mengerti maksud saya, Wawa dan Ganang. HS Event kemarin. Dan sekarang. Tahu sendiri kan.
  • Untuk poin enam
Apa yang bisa dilakukan fans untuk mengangkat popularitas oshinya?
Saya coba ambil contoh, betapa sukanya Ekek dengan review dari Aldy Bagem mengenai pendapatnya tentang HS Event, obrolannya serta kesannya terhadap beragam member.
Ya, hal seperti inilah yang bisa kita lakukan. Kenapa? Fans itu opinion leader dari oshinya.
Jadi tugas kita juga harusnya untuk memberikan kesan yang baik dan menarik kepada orang-orang di luar kita, ini sedikit banyak akan membantu.
Kayak setelah melihat review tentang salah satu member, kita yang baca jadi ingin tahu juga gimana sih HS sama member itu, penasaran, cari tau cari tau, terus malah jadi ikut mendukung. Simpel kan? Banyak lagi sebenarnya yang bisa kita sama-sama lakukan. Seperti project-nya Ranggaa Pranendra maunpun teman-teman fanbase yang lain.



Lalu kenapa saya memberi judul 'Naif' pada post ini?
Karena saya dahulu juga begitu. Terlalu mengedepankan 'mimpi anak-anak' saya.
https://twitter.com/HasanAlMahdi/status/599810065877471233

Dan sekarang sebenarnya saya ingin mengajak kalian berpikir lebih dewasa, setidaknya mengenai hal ini.




Sekian antitesis dari saya.

Makasih ya atensinya. Kalau ada yang kurang nanti saya tambahkan.
Dah..


~Salam #DagingKhasDalam~

Senin, 25 Mei 2015

Judulnya Apa?

Assalamu'alaikum.


Halo!
Mau menindaklanjuti post di G+ yang ini nih. Menindaklanjuti..
Gak kebaca ya? Soalnya pribadi postnya. Kalau belum dicircle sama saya, belum bisa. Huu..

Ini deh dikasih liat.

Hmm mau curhat di blog aja. Biar viewersnya makin banyak. Hahaha
Wong gak ada yang baca juga toh~


Jadi, di atas kan belum ada judulnya tuh. Ada sih, 'Judulnya Apa?'. Kira-kira apa ya judulnya? Hmm kasih judul 'Pesan Moral' aja ya.
Kenapa? Nih, ceritanya..


Salah seorang dosen saya merekomendasikan untuk membaca (punya) (beli) buku 'The Science of Luck'nya Bong Chandra. Udah saya baca tuh, sebagian.
Jadi, hari Jum'at kemarin ada pelajarannya beliau, cuma satu matkul kalau hari Jum'at. Kebetulan hari Kamisnya baru aja selesai UTS, hari terakhir. Jadilah para mahasiswa banyak yang tidak masuk hari Jum'at itu.
Nah, kan sepi tuh ya kelasnya. Jadi, baru setengah jam-an di kelas, dosennya keluar (gak balik-balik lagi), tapi ninggalin tugas. Tahu kali ya beliau gelagat mahasiswanya kalau selesai ujian. Udah hapal.
Singkat cerita, selesai pelajaran, saya, teman saya, Nando dan Restu, keluar kelas barengan.
Posisinya, Nando sama Restu di depan, saya di belakang. Ngobrol lah mereka.
Nando bilang "Aturan mah kita gak usah masuk kalau kayak gitu, percuma aja." Kurang lebih begitu. Soalnya yang pada gak masuk itu pada titip absen. Kalau nitip mah diisiin absennya. Terus tugasnya dibawa pulang lagi.
Abis itu Restu nyautin "Iya nih, mana gw dari Bekasi lagi, nyapek nyapekin aja."
Tapi mereka ngomong begitu sambil bercanda kok.
Terus kan ya.. Dengar begitu, saya spontan ikutan nimbrung. Yang tadinya dengerin doang di belakang, langsung maju ke samping Nando. Jadilah kami jalan beriringan, saya, Nando, Restu.
Saya jawab kan ya.. "Mungkin buat lu sia-sia, Ndo. Tapi bagi Tuhan, lu udah berusaha." Sambil pegang pundaknya si Nando ini.
Nando pun menjawab "Emang dasar lu ya, San.." Sambil tertawa renyah.
Lanjutlah kami menunggu lift, dan saat keluar, berpamitanlah kami menuju jalan masing-masing.

Segitu aja? Iya, emang segitu. Mau cerita aja, pengaruh dari buku, dari apa yang kita cerna, dari apa yang kita lihat, dari apa yang kita baca.
Itu sebenarnya kutipan dari bukunya Bong Chandra. Tentang bagaimana memotivasi diri dalam membangun keberuntungan kita sendiri.
Saya spoiler sedikit ya..
Jadi, saat kita sudah melakukan sesuatu tapi hasilnya gak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tandanya Tuhan sedang menguji kita. Pantaskah kita untuk mendapat lebih? Apakah kita siap diberikan peran atau pemberian yang lebih besar oleh Tuhan? Orang yang beruntung tidak skeptis, pantang menyerah.
"Mungkin bagi kita sia-sia, tapi bagi Tuhan, kita sudah berusaha"
Pesan moral~

Cie..
Hahaha
Belum selesai sih baca bukunya, rencananya dua-tiga hari ini udah selesai bacanya pas di kostan.
Siap!


Cerita apa lagi ya..
Cerita yang kedua!
Biar banyak pesan moralnya. Hahaha
Ceritanya gini..


Sebelum hari Jum'at itu, hari Kamisnya, saya sempat teateran.
"Gila ya, masih ujian aja sempat-sempatnya teateran.."
Nggak kok, ujiannya pagi, selesai ujiannya, pas siang baru deh saya berangkat teateran. Clear kan? Refreshing~
Pas teateran itu, saya punya niat ke Kizaru dulu, sebuah toko aksesoris anime gitu di Plaza Blok M. Dekat kan ya? Jadi, sekalian aja.
Kebetulan pula hari itu karena KAA (Konferensi Asia Afrika), ada penutupan jalan mulai jam empat sore. Jadilah saya berangkat teateran lebih awal.
Padahal kesorean juga sih berangkatnya, saya tidur siangnya kelamaan sehabis ujian. Kelakuan. Hahaha
Sampai di Plaza Blok M, saya langsung nyari tokonya, terus masuk. Pas di dalam, kata pegawainya, tokonya lagi tutup, buka lagi nanti jam lima.
Spontan, saya mengiyakan dan langsung keluar.
Pas di luar saya mikir, jam lima kan masih lama, ke teaternya nanti gimana, jalanan juga ditutup, sekarang aja udah mau jam tiga..
Huah.. Kebetulan dekat toko itu ada toilet dan saya memang sedang ingin buang air. Jalanlah saya ke toilet dan melaksanakan hajat saya.
Tapi benar ya yang katanya toilet itu tempat yang banyak inspirasi.. Di sana saya sempat kepikiran tentang film 'Who am I', film Jerman tentang hacker gitu.
Sedikit cerita, dua adik saya berulang tahun di bulan Maret. Selang seminggu. Adik saya yang kecil, perempuan, tanggal 21, yang satu lagi, laki-laki, tanggal 27.
Jadi, sebagai 'perayaan', saya berniat mengajak mereka berdua nonton di bioskop di hari yang sama.
Akhir bulan tuh waktu itu. Sengaja saya menyisakan uang bulanan saya untuk momen ini.
Singkat cerita, tibalah hari Jum'at, tanggal 27. Waktunya saya pulang dari kostan.
Berhubung adik saya yang laki-laki belum pulang dari sekolahnya, saya memutuskan untuk nonton berdua dulu dengan adik saya yang perempuan ini. Filmnya 'Spongebob The Movie'.
Lucu kan? Saya masih suka loh film kartun kayak gini. Hahaha
Ada pertimbangan lain.. Kalau adik saya yang laki-laki juga di rumah waktu itu, mau sih nonton 'Spongebob' bertiga. Biar murah~ Weleh.. Tapi saya juga mau nonton 'Who am I'. Dan adik laki-laki saya ini juga udah gak cocok kalau nonton 'Spongebob', tontonannya udah beda. Gaya dia mah. Hahaha Sukanya film 'The Raid', 'Resident Evil', 'Batman', dan semacamnya gitu. Jadilah saya nonton dua shift waktu itu. Sorenya nonton 'Spongebob', pas malam nonton 'Who am I'.
Selamat ulang tahun, adik-adikku.

Sebenarnya pesan moralnya bukan di situ. Ini malah cerita kemana-mana..
Jadi, dari film 'Who am I' itu saya belajar arti dari keberanian. Saya orangnya pemalu kan ya, pasif, legowo, penakut.. Tapi gak boleh gitu.
Intinya gini.. Kalau kita berani, kita bisa menjadi apa saja, bisa menjadi siapa saja, bisa melakukan apa saja.
Dari toilet tersebutlah saya memutuskan untuk masuk lagi dan menanyakan apa yang saya cari.
Saya kuatkan diri, menarik napas yang dalam, lalu masuk..
Awalnya saya memastikan "Mba, tokonya buka jam berapa lagi nanti?" Pegawainya perempuan. Ada satu lagi sih laki-laki, tapi di bagian kasir.
Si mba itu pun menjawab "Jam lima, kak." Saya sebenarnya udah tahu, tapi ini yang namanya teknik komunikasi. Sedap~ Buat buka pembicaraan.
Lalu, saya ngomong lagi "Oh, gak bisa sekarang aja, mba? Saya mau langsung pergi soalnya. Mau nanya barang aja."
Mba itu akhirnya mempersilakan dengan sedikit sungkan "Oh, iya kak gak papa apa. Maaf berantakan." Mereka lagi packing kayaknya, banyak barang dimana-mana, stok baru pada masuk. (Kalau di MatKul Pengantar Manajemen, yang kayak gini tuh namanya 'formalitas perusahaan yang rendah'. Gak apa apa, bagus malahan.)
Saya gak masalah, dan langsung menanyakan ketersediaan barang yang saya cari. Dan ternyata  gak ada.
Setidaknya saya pulang dengan jawaban. Saya sudah berusaha. Dan ada hasilnya. Walaupun belum sekarang.

Nah, saya yang pemalu dan dengan segala kekurangan saya ini.. (Buat oshi, atau memba yang lain kalau baca.. Inilah kenapa saya tidak pernah nge-chant, atau ikutan nari, atau teriak-teriak gitu kalau di teater. Hashtag-MaklumiKeadaanku Loh? Hahaha)
Ya, dengan saya yang seperti itu, seiring berjalannya waktu, saya menyadari, dan saya terapkan pada diri saya bahwa kita itu gak apa apa salah, jadinya kan kita jadi tahu yang benar itu gimana. Mencoba.

Nah, jadi, pesan moral dari cerita kedua ini tentang keberanian. Mencoba. Ada dua..
"Kalau kita berani, kita bisa menjadi apa saja, kita bisa menjadi siapa saja, dan kita bisa melakukan apa saja"
Dan..
"Gak apa apa salah, lebih baik. Karena dengan begitu, kita bisa jadi tahu bagaimana yang benar"
Dari pada tidak sama sekali dan akhirnya menyesal kan? Pilihan. Tentunya dengan pertimbangan terlebih dahulu.


Udahan yaa. Dua cerita aja.
Emang gitu, kalau udah curhat malah keterusan. Padahal awalnya bingung mau nulis apa.


Makasih ya udah baca.
Sukses selalu!

Oiya, cerita soal teaternya di lain post aja yaa.
Dah..


~Salam #DagingKhasDalam~

Minggu, 22 Maret 2015

Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian II]

Assalamu'alaikum.


Halo!

Kali ini kita lanjut ya special post-nya!

Hmm kalau di bagain pertama Saya pada DKD pada JKT48 lebih membahas objek, di bagian ke dua ini mau membahas peristiwa ah~ Tajuknya "Serba-serbi yang pertama!"


Saya mohon izin untuk memutar lagu ini terlebih dahulu sebelum memulai membaca ya~



Ayuk, kita ikuzo! Hahaha


OGB 2 JKT48 Sign Event

Sabtu, 1 Juni 2013.
Itu kegiatan ngaidol pertama saya sepertinya. Jadi, event-nya itu kita bisa meminta salah seorang member menandatangangi semacam majalah (Guide Book) yang sudah kita beli sebelumnya.
Sebenarnya gak cuma di majalah aja, setau saya, bisa di 'swag' apa saja asalkan itu official merchandise JKT48, entah poster, photo pack, atau yang lainnya. Tapi dengan syarat. Terlebih dahulu membeli OGB (Offcial Guide Book) tersebut. Nanti akan dapat semacam tiket untuk ikut Sign Event ini.
Nah, pada penyelenggaraannya, Sign Event ini sebenarnya berbarengan dengan Hand Shake Event 'River'.
Kenapa saya ikutnya Sign Event, bukan Hand Shake Event? Karena waktu itu saya tidak berhasil mendapatkan tiket HS. Hahaha
Saya sempat datang sekali ke fx menjelang HS Event tersebut untuk beli CD versi teater yang ada tiket HSnya, tapi hari itu malah gak dijual merchnya. Heuheuheu alhasil, saya pulang dengan tangan kosong.
Lalu, secercah harapan datang. Ada kabar bahwa pada hari H pelaksanaan HS Event, akan diadakan juga yang namanya Sign Event. Setelah mempelajari detilnya, saya bulatkan tekat untuk ikut acara tersebut! Daripada tidak sama sekali kan~
Lanjut.. Jadi, ceritanya, hari itu saya ditemani seorang teman yang bernama, sebut saja dia Nanang.
Nanang.. 1 Juni itu bertepatan dengan hari ulang tahun dia. Dan pada Sign Event tersebut, Nanang memilih Veranda untuk menandatangani OGB-nya. Veranda. Oshimen Nanang.
Saya yakin itu adalah kado terindah sepanjang hidupnya, sampai saat ini. Hahaha
Sebab, saat keluar dari venue event tersebut, Nanang tampak pucat, tatapannya kosong, dan bahkan wajahnya menyucurkan keringat. Semua grogi. Saya maupun Nanang. Pengalaman pertama.
Selanjutnya giliran saya. Jadi, saya dan Nanang itu berbeda sesinya, saya sesi 6 dan Nanang sesi 5.
Saat itu saya memilih Haruka.
Kenapa Haruka ya, bukannya Shania? Hmm.. Penasaran dengan 'nihonjin' satu ini!
Hmm kesannya.. Walaupun saya relatif diam dan terbata-bata saat mengiyakan sapaan dari Haruka, tapi momen itu benar-benar indah.
Ada peraturan yang bilang "dilarang menyentuh member", tapi Haruka dengan ramahnya setelah menandatangani OGB saya, mengajak bersalaman seraya berterima kasih dan berpamitan. Subhanallah. Saya benar-benar bersyukur hari itu. Kejutan-kejutan kecil dari Tuhan sangatlah berarti.
Tapi ada yang spesial lagi dari Haruka, suaranya itu loh gak nahan. Dia bilang..
"Halo..."
"Selamat sore.."
"Iya.."
"Makasih ya.."
"Dadah.."
Diakhiri dengan salaman dan melambaikan tangan.
Kadang, saat membayangkannya, suara Haruka masih dapat terngiang di pikiran saya.
Sungguh langkah awal yang benar-benar mengesankan.
Bahkan, setelah itu, saya sempat bertekad untuk ke depannya, "delusi yang menjadi nyata!".
Tapi tunggu dulu~ Ada yang menarik perhatian saya pada event ini, yaitu Frieska.
Mungkin di bagian selanjutnya kita bisa bercerita tentang mojang geulis satu ini~


[Intermezo] Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Oh, Tanju~




Hand Shake Event 'Yuhii wo Miteiruka?'

Sabtu, 14 September 2014.
Kali ini akhirnya bisa ikut HS. Pertama kali. Selang tiga bulan sejak kegiatan ngaidol saya yang pertama.
Waktu beli CDnya, di Tennis Indoor Senayan, sempat hujan-hujanan. Terus pulangnya ngumpul di rumah saya, hujan, ditemani mie instant, mie rebus dengan kuah yang hangat. Hahaha waktu-waktu bersama kalian selalu indah, kawan~ Daging Khas Dalam
Saya membeli dua tiket hari itu. Satu untuk Shania, satu lagi untuk Haruka.
Pertama Shania. Grogi sekali.. Bukan apa-apa, kan pertama kali tuh, belum ada gambaran kan, belum ada pengalaman. Jadi, siasatnya, saya menyiapkan kata-kata untuk disampaikan dalam waktu sepuluh detik yang berharga itu.
Kan udah tuh.. Celakanya, saya tidak berpikir bagaimana kalau member yang membuka obrolan duluan. Dan bang! Kejadianlah, Shania yang buka obrolan duluan. Padahal rencananya, saya yang akan ambil inisiatif itu.
Kalaplah saya. Seperti Spongebob saat ditanyai nama oleh Squilliam. Buyar semua. Hahaha
Tapi overall baik-baik aja kok. Buktinya, sampai sekarang saya masih ingat. Berarti berkesan~
Selanjutnya Haruka. Belajar dari pengalaman pertama. Untungnya beda sesi, jadi ada waktu buat cooling down dan atur siasat.
Kesannya itu sama Haruka.. Tangannya kayak bayi! Empuk banget. Hahaha
Alhamdulillah lancar nih yang sama Haruka. Sebelumnya kan udah pernah ketemu, jadi gak canggung-canggung banget.
Tetap, Haruka, suara khasnya yang sampai saat ini masih saya suka~
Masih team J-sentris banget waktu itu. Dan lucunya, pada zaman itu, walaupun belum pernah teateran, HS event selalu bela-belain. Hahaha
Satu hal yang saya pelajari dari Shanju, senyum sambil merem~ Matanya itu loh, bisa senyum. Gak usah lihat bibirnya deh, cukup tatap matanya aja, kalau senyum pasti ketahuan.
Kadang, ketika memeraktikkan teknik 'senyum merem' itu, saya suka terbayang Shanju.
Di team K3 juga ada yang senyumannya mirip-mirip kayak gitu, namanya Viny.
Kapan-kapan kita cerita juga soal Viny di bagian selanjutnya.



[Intermezo (lagi)] Belum selesai ya lagunya? Kalau lagunya udah selesai, bisa putar lagu yang ini. Buat penutup nih. Kali ini tiga chapter aja yaa.




Boku no Taiyou (Team KIII)

Minggu, 29 Desember 2013.
Gak kebagian tiket pelajar. Akhirnya beli tiket reguler. Tetap bingo hijau. Posisi standing area. Sayap kanan. Gak masalah, masih kebagian di depan.
Kesannya? Saya tertarik dengan lagu Himawari. Bukan, bukan cuma lagunya. Tapi juga yang membawakannya. Della, Hanna, Viny, Uty.
Mungkin ini awal saya mengenal dan ingin mencari tahu tentang Uty. Saya benar-benar tertarik waktu itu.
Saya sempat bertanya dengan teman yang teateran bareng dengan saya, sebut saja dia Tara. Salah seorang expert di circle kami.
"Tar, yang itu namanya Uty?" Ujar saya.
Tara mengiyakan sambil tetap fokus ke atas panggung.
Hmm cerita gak yaa apa yang bikin tertarik sama Uty waktu itu..


Dwi Putri Bonita on G+

Dia tinggi. Tembem. Hahaha tingkahnya polos, imut, seperti anak-anak. Kalau Uty bilang sih 'seperti kelinci yang tidak bisa diam'~
Logat Palembangnya yang khas juga membuat perpaduan yang menarik.
Saat itu saya kelas dua belas. Kontradiksi. Masa saat siswa semester akhir sedang sibuk-sibuknya. Pertunjukan kali itu lebih kepada untuk memuaskan rasa penasaran saya akan yang namanya 'teateran'. Jadi, setelah itu saya tidak menonton teater lagi untuk waktu yang cukup lama.
Uniknya, beberapa hari setelah pertunjukan itu, teman saya, Tara, memberikan kabar..
"San, ditanyain Naomi tuh, katanya "mana temannya yang pakai kacamata kemarin?" Waktu 'hand shake' sehabis teateran." Sambil tertawa dia bilang seperti itu kepada saya.
Dia nonton Boku no Taiyo lagi.
Sontak saya kaget. Senang sih. Tapi saya percaya aja.. Hahaha gak apa-apa, ngaidol itu kan prinsipnya 'yang penting senang', have fun aja~
Hmm mungkin kegiatan teateran pertama saya ini yang bikin saya secara tidak sadar cenderung nge-click dengan team KIII, terlebih saya merasa nyaman mengikuti setlist Seishun Girls mereka, setlist selanjutnya dari setlist Boku no Taiyo.
Next time! Insya Allah dibahas. Do'ain aja panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, dan dikasih kelapangan waktu. Hihi



------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sekian dulu deh untuk bagian dua ini. Mungkin ke depannya kalau dirasa ada yang perlu ditambahkan, akan saya perbaharui. Sisanya nanti, di bagian selanjutnya. Masih banyak loh~


Jadi, terima kasih atensinya.

~Salam #DagingKhasDalam~

Kamis, 26 Februari 2015

Ada Apa dengan Yona?

Assalamu'alaikum.


Hallo!
Hayo, ada apa ya dengan Yona? Eh, tunggu.. Yona itu siapa? Itu loh, Viviyona, Yona JKT48.
Hmm post Saya pada DKD pada JKT48-nya belum dilanjutin dulu (lagi) yaa.


Mulai aja ya..
Kenapa Yona? Belakangan ini, secara gak sadar ternyata kalau ditarik garis, ada hubungannya.
Emang tabiat orang kita aja yang suka menyangkutpautkan suatu hal dengan hal lainnya. Hahaha saya jadi ikutan terbawa.

Berawal dari isu bahwa Yona udah lama tidak tampil dalam pertunjukan Seishun Girls, salah satu yang paling lama bersama Noella waktu itu. Sampai pada suatu ketika, saat saya 'teateran', Yona kembali beraksi.
Jujur saja, saya memang jarang melihat Yona tampil di kala saya teateran. Tentu ini sedikit membuat saya penasaran, "seberapa bagus sih Yona kalau perform?", walau saya tidak memasang ekspektasi yang begitu tinggi.

Setidaknya dua kali, kalau tidak salah, setelah come back-nya saya melihat Yona tampil.
Penampilan pertama tidak buruk, bisa dibilang bagus. Penonton memberikan feed back yang luar biasa atas kembalinya Yona di atas panggung.
Tapi rupanya tidak ada yang 'spesial' dari penampilan Yona. Ini yang saya lihat. Mungkin akibat dari standar di awal yang saya pasang terhadap Yona, akibat betapa ditunggu-tunggunya kehadiran dia di teater.
Sebenarnya Yona melakukan semuanya dengan baik, tidak buruk. Hanya saja, waktu itu tidak ada yang spesial, meski saya rasa sepertinya Yona tidak melakukan kesalahan apapun malam itu.

Celakanya, momen yang membuat stigma saya terhadap Yona sedikit buruk (performanya) ialah saat dia ditandemkan dengan seorang Viny di lagu Kinjirareta Futari. Ya, seorang Viny.
Siapa yang bisa mengalahkan Viny dalam membawakan lagu ini? Penjiwaannya. Improvisasinya. Bagaikan dia memegang kendali atas lagu itu, menjadi bagian dari lagu. Lihat ekspresinya. Lihat gesturnya dalam membawakan lagu tersebut.
Ini salah besar! Karena saya ingin merasakan kesan pertama dari Yona saat itu. Namun penampilannya 'dibuat kalah' oleh penampilannya bersama Viny di lagu Kinjirareta Futari.

Namun saya sadar. Bukan Yona yang buruk, Viny yang all out di lagu itu.
Perlahan, stigma buruk sebelumnya memudar.

Iya, Viny. Tipe teatrikal. Anak drama banget.
Meski saya juga sempat melihat Tata dari segi menyanyinya, Tata bisa lebih berimprovisasi dari Viny. Poin lebih. Tapi dari segi penampilan, sejauh ini, lagu ini lagunya Viny.

Lanjut ke pertunjukan Yona yang ke dua.
Dari awal sampai pertengahan show, Yona melakukannya dengan baik, tak ubahnya saat pertunjukannya yang pertama.
Lagi-lagi Yona berduet dengan Viny di lagu Kinjirareta Futari. Kali ini saya sudah maklum, dan memandangnya dengan lebih positif.

Namun, menjelang pertunjukan berakhir, perhatian saya secara tidak sadar semakin menuju kepada Yona.
Setelah encore tepatnya. Mungkin saya mulai tersadarnya di sana.
Kenapa? Yona seperti kehilangan energinya. Sempat beberapai kali saya 'memergoki' Yona seakan-akan ingin pingsan. Kelelahan mungkin. Lepas gitu, kayak beberapa saat Yona seperti tidak ada di situ. Namun untungnya walau beberapa kali seperti hilang kendali, Yona dapat kembali lagi menguasai dirinya.

Karena 'insiden' itu, praktis, perhatian saya hanya fokus kepada Yona di sepanjang lagu.
Kebetulan saya duduk di bingo hijau. Dan Uty, semenjak lagu Yakusoku Yo, blocking-annya berada di bagian bangku penonton bingo biru. Jadi saya lebih fokus ke depan, tempat yang di isi Yona.

Saya sempat berpikir, ada apa dengan Yona.. Apa dia sedang sakit, atau hanya kelelahan? Mungkin opsi kedua. Karena di awal, Yona baik-baik saja, hanya menjelang akhir dia seperti itu.
Sampai saya memutuskan sepulang teater untuk me-mention Yona di twitter sekadar untuk menanyakan keadaannya. Dan itu sedikit-banyak membuat saya lega.

Lalu, kejadian setelah teater.
Untuk informasi, saya menulis post ini secara runtut ya.
Hal lainnya adalah ketika saya datang ke booth merchandise JKT48 di fX, sembari teateran juga sih. Saya yang melaporkan bahwa saya belum mendapatkan bonus photo pack dari pembelian Kalender Senbatsu JKT48 via Rakuten, rupanya setelah klaim saya diterima, ternyata bonus photo pack tersebut adalah fotonya Yona.
Wow, amazing kan.. Hahaha
Saat itu saya belum sadar, dan saya biarkan begitu saja. Baru belakangan ini saya coba menghubung-hubungkan. Maaf. Hehe



Terakhir.
Baru-baru ini saya mengajak teman saya untuk menonton pertunjukan Seishun Girls setelah melihat status facebook-nya yang me-reshare foto Yona dengan komentar "jadi rindu SG :3". Kurang lebih begitu katanya.
Lantas, saya berinisiatif mengajaknya teateran, dan dia pun mengiyakan.

Sampai saatnya hari pertunjukan.
Teman saya itu, sebut saja Kukuh, berangkat dari Bekasi, dan saya dari kostan, karena hari itu adalah minggu pertama dimulainya kuliah semester dua. Kami berjanji untuk langsung saja bertemu di fX.

Setibanya di mall tersebut, saya lekas menuju lift. Tujuan saya adalah kantin di P2. Ya, saya ingin mengisi perut terlebih dulu sebelum menonton pertunjukan.
Saat sedang bergegas menuju lift, entah dari mana, saya melihat perempuan yang sepertinya saya kenal perawakannya. Dia mengenakan baju putih dan memakai topi seperti topi musim panas yang kalau dari atas menutupi hampir seluruh wajahnya.
Iya, perempuan itu berjalan ke arah yang sama dengan saya.
Sampai pada akhirnya kami berpapasan di dalam lift.
Betapa tidak menyangkanya saya bahwa perempuan yang saya kenali perawakannya tersebut adalah Yona.

Tejadilah sebuah percakapan.. Kurang-lebih begini.
"Yona!" Saya menyapanya.
Dia menjawab "iya!"
Betapa kagetnya saya ketika Yona yang ternyata memulai obrolan.
"Gak nonton teater?" Ujarnya.
"Iya, mau makan dulu di P2," lantas saya menekan tombol P2 yang ada di dalam lift yang sebelumnya Yona sudah menekan tombol P3 terlebih dahulu.
Yona menjawabnya dengan "oh" panjang seakan mengerti.

Sebenarnya saat ditanya akan menonton teater atau tidak, dalam benak, saya bertanya "Apa tampang gw wota banget ya.. XD". Pengaruh lingkungan. Saya excited sekali waktu itu.
Lalu, setelah situasi 'mendingin', saya mencoba berpikir lebih rasional. "Oh iya, andaikan saya Yona, saat disapa oleh orang yang mengenal saya, yang terpikir adalah yang menyapa saya itu adalah seorang fan, atau setidaknya tau JKT48, dan bukan tidak mungkin juga pertanyaan yang akan saya ucapkan adalah "gak nonton teater?"
Tapi tidak apa-apa, ini hal yang normal. Saya memakluminya dan tidak masalah dengan hal itu.
Malah, pikiran saya akan Yona seketika berubah menjadi benar-benar positif. Yang kalau di atas panggung Yona kelihatannya sedikit dingin, ternyata Yona orangnya begitu ramah. Saya minta maaf.

Lanjut ke percakapan.
Saya melanjutkan, "Yona gak tampil ya hari ini? Padahal hari ini aku bareng teman aku. Dia mau nonton Yona hari ini, tapi Yonanya gak ada."
Yona hanya menjawab "iya" dengan nafas panjang tanda meminta maaf.
Lalu Yona melanjutkan "nanti ikut HS aja!" Dengan senyum ramahnya seraya mengajak.
Mendengar kata 'HS', konsentrasi saya terpecah. Saya memikirkan diri sendiri. Setelah itu saya baru sadar bahwa yang dibicarakan Yona itu adalah teman saya.
Tapi saya malah menjawab "HSnya Uty udah sold out. Belum beli." Dengan nada kecewa.
Yona balik menjawab "yah, datang aja." Seakan-akan meyakinkan saya untuk tetap datang ke HS event.
Sampai di situ, obrolan kami selesai. Pintu lift sudah terbuka. Lantas, saya berpamitan dengan Yona sambil mengiyakan ajakannya.
"Yona, aku duluan ya!" Kataku.
Yona pun mengiyakan dengan suara renyahnya.

Sampai pada akhirnya, teman-teman saya yang dahulu biasa sama-sama pergi ke HS event menanyakan saya.
Ada apa ini.. Semuanya kembali bersemangat. Akankah kali ini saya datang?
Dan saya pun menulis post ini.


Sekian dari saya.
Untuk Yona.. Atau yang lain juga.. Kalau membaca, dan merasa ada hal yang tidak seharusnya di-publish dalam post ini, tolong ingatkan saya. Saya akan segera memperbaikinya.



Mohon maaf.
Terima kasih sebelumnya.

~Salam #DagingKhasDalam~

Senin, 16 Februari 2015

Pride of!

Assalamu'alaikum.


Halo!
Post lanjutan dari Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian I]-nya ditikung post ini dulu yaa. Ditikung.. Hahaha
Oiya, baru tahu kalau salah satu teman saya, Aden, sudah pernah bikin post tentang DKD. Silakan kalau mau melipir. ~> Kami dari DAGING KHAS DALAM HAHAHAHA ^o^


2015. Tahun yang bagus!
Bagus kenapa? Ya, tahun depan udah jadi kepala dua. Cepat banget ya.. Rasanya belum ngelakuin apa-apa semasa hidup.
Berarti tahun ini tahun yang bagus buat bikin tahun-tahun sebelum memasuki kepala dua jadi lebih berarti.


Hmm langsung aja kali ya tulis misi apa aja yang butuh diselesaikan di tahun ini.

  • Target IP semester dua 3,61 [   ]
Alhamdulillah target semester satu IP di atas 3,5 tercapai, alhamdulillah terlampaui. Walau gak nyangka juga, dan kalau lihat dari nilai yang "agak jelek", dibanding nilai teman-teman yang lain, sebenarnya berharap lebih juga. Tapi apa daya, ada bagus, ada buruk. Kurang. Itu juga karena diri sendiri. Saya bersyukur.
Mata kuliah buat semester depan itu; Matematika Bisnis, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Pengantar Akuntansi II, Statistik II, Pengantar Manajemen, Teori Ekonomi Mikro I, Ekonomi Skala Kecil, Menengah & Koperasi. Ditambah kelas asistensi untuk mata kuliah Pengantar Akuntansi II dan Statistik II.
Gimana, cukup menarik bukan?
Tantangannya adalah.. Semester dua ini gak ada pelajaran Bahasa Inggris! Hmm padahal pelajaran ini cukup banyak membantu saya dalam menyelesaikan misi di semester pertama.
Satu-satunya pelajaran yang mendapat nilai A. Itu highlight-nya.
Well, aku akan berjuang! I'm gonna make it!



Ditambah, momen beberapa waktu lalu. Ya, saya habis bertemu Hanna, dan dia bilang "Semangat kuliahnya!" It will always boost me up! I promise.


*Hanna
Jennifer Hanna on G+



  • {Updated 24 Mei} Jumlah kedatangan teater 20 kali [Berhasil 19 Mei]
{Updated 9 Maret} Viny [Berhasil 24 Februari]
{Updated 9 Maret} Ayen [Gagal]
Ya, paling nggak itu sampai saya bertemu dengan Uty. Sama seperti pertemuan dengan Hanna.
Tahun ini mau coba bertemu dengan Viny di Februari, Ayen di bulan Maret, dan Uty di bulan November. November.. Masih lama. Udah semester tiga sih masuknya. But, let's see.
Sebenarnya udah sengaja atur jadwal semester ini biar bisa teateran di hari selasa ataupun kamis. Demi lancarnya misi ini. Asal kalian tahu. Hahaha
Kenapa Viny? Hmm kenapa ya.. Viny ini yang pertama bikin saya tertarik dengan team K. Pernah HS juga waktu itu. Dua kali, paling banyak di antara member-member yang lain.
Kalau Ayen karena sebagai bentuk apresiasi saya terhadap performanya di teater. Termasuk yang paling bagus dan konsisten. Dari penglihatan saya. Walaupun saya pasti kalah sama Yamada-san. But, follow the light, they said. Haha
Uty.. Hmm oshi. Lama lama ya di JKT48! There are many fans behind you. Make them happy and proud of you! Geist!


  • Ikut Kadokawa Contents Academy atau ikut kursus bahasa Rusia dari Kedubesnya [   ]
Buat mengisi waktu, sekaligus menambah keahliah. Mungkin baru bisa terealisasikan saat semester tiga. Dan harus pilih salah satu.
Kalau yang Kadokawa karena katanya baru akan buka sekolahnya di Indonesia pada akhir tahun, dan yang kursus bahasa Rusia itu "sudah dibuka" untuk kelas bulan Februari-Juni, jadi kemungkinannya baru bisa ikut kelas yang di bulan Juli.

Atau.. Alternatif lain, sempat terpikir sih buat jualan gitu di sekitar kostan. Hahaha
Kan gak ada yang kenal juga, jadi lebih enak. Hitung-hitung buat menambah kekuatan finansial, mumpung tahun pertama kuliah katanya belum berat-berat banget. Mumpung belum ada kegiatan lain juga.


  • {Updated ---} Masuk nominasi juara dalam lomba Bulan Bahasa UGM atau lomba karya sastra lainnya [   ]
Hmm ingin rasanya seperti SD dulu. Ikut lomba ini, ikut lomba itu.. Walaupun gak menang, tapi piagam banyak. Jadi, saya memutuskan untuk mengobarkan kembali semangat berkompetisi di tahun 2015!
Tujuan utamanya pasti jadi juara, tapi yang lebih penting dari itu adalah 'pengalaman'. Ya, pengalaman. Pengalaman supaya saya bisa terus memperbaiki diri sampai saya layak untuk mendapatkan "penghargaan".
Halah, yang barusan terlalu teoritis. Hahaha
Jalur yang saya pilih adalah sastra.
Kenapa? Pernah kan tuh saya bikin post tentang sastra, bisa dicek di sini Buat.., walaupun agak out of topic isi postnya, melipir ke mana mana. Hahaha
Hmm mau berkarya. Ya.
Tahun lalu, 2013, waktu awal-awal kuliah, kebetulan tuh ada lomba bikin karya sastra. Berencana ikut. Tapi gak jadi, dan memutuskan untuk ikut di tahun ini (insya Allah kalau ada lagi). Supaya lebih banyak persiapan dan karyanya lebih matang.
Selain lomba yang diadakan UGM itu, mau coba lomba (karya sastra) yang lain juga, supaya lebih membuka daya imajinasi aja, biar terbiasa mengeksplor diri. Semua bisa karena biasa~
Jadi, saya mohon dukungannya. Doakan saya semoga berhasil dan bisa melangkah lebih jauh dari ini.



  • {Updated 24 Mei} Bikin dua cerpen selama liburan semester dua [    ]
Jadi kan ya.. Katanya UASnya itu nanti bakal dimajuin. Yang tadinya mulai dari tanggal 13 Juni, dipercepat jadi tanggal 10 Juni. Kenapa? Awal puasa diliburin ternyata, tanggal 16, 17, 18 Juni libur. Wayoloh, ujiannya cuma lima hari.. Hahaha satu hari ada yang dua mata kulaih. Tak apa, asal yang liburnya lebih banyak~ Loh (?) Hahaha
Kan awal puasa tuh yah, di rumah, gak ada kegiatan.. Asik tuh buat mengeskplor jiwa-jiwa sastra yang ada di dalam diri~ Sekaligus menyicil buat lomba di bulan November.
Gak lama sih liburnya. Dari tanggal 16 sampai 23 Juni. Besoknya, tanggal 24, udah masuk lagi buat semester pendek. Kan lumayan~ Satu minggu. Buat hepi-hepi. Hahaha
Semangat! Good luck ujiannya!


  • {Updated 9 Maret} Nilai mata kuliah semester pendek A- [50%]
PKn [Berhasil A]
Bahasa Indonesia [Gagal B+
Sebenarnya, masang target ini udah lama, dari tulisan ini dirilis mungkin, tapi baru dimasukin ke post ini sekarang. 

Twitter

Semester pendek lalu itu (semester satu), mata kuliahnya ada dua, PKn dan Bahasa Indonesia. Karena udah tau hasilnya, yaa langsung aja ya.
Ada yang melampaui, ada juga yang gagal. Saya beryukur. Saya mengakui kekurangan saya kemarin, khususnya untuk mata kuliah Bahasa Indonesia.
Jadi, next target, semester dua! Misi yang pertama. IP 3,61.
Ayo berjuang, perbaiki diri!



-------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Terus apa lagi ya..
Lima ini dulu deh. Nanti di-update lagi.

By the way, cerita tentang membernya segitu aja ya. Nanti dilanjutin lagi di post Saya pada DKD pada JKT48 bagian berikutnya!

Hmm buat semua, buat teman-teman yang baca, tolong ingatkan saya ya. Bantu saya dalam melangkah. We are going to the top!

Mohon bantuannya!


Saya bukan orang yang bisa dengan mudah membiarkan ambisi saya pudar begitu saja!
~Salam #DagingKhasDalam~


Minggu, 18 Januari 2015

Saya pada DKD pada JKT48 [Bagian I]

Assalamu'alaikum.

Halo!
Kali ini special post!

Kenapa spesial? Karena tulisan kali ini diambil langsung dari catatan harian saya! >.<
Dibagi ke beberapa bagian yaa, ceritanya juga dipisah perplot gitu biar asyik. Hahaha
Ok, ikuzo!


Mula
Sekarang kan udah 2015 nih, hmm berarti udah jalan dua tahun nih sejak pertama ngaidol. Mungkin lebih. Kalau kayak konser ulang tahun keduanya JKT48, tajuknya itu "Terima Kasih Sudah Menjadi Temanku". Terima kasih! Hahaha
Lupa kapan awalnya.. Akhir 2012 udah suka tuh lihat akun-akun member di twitter.
Awalnya Nabilah. Doi ramai banget kayaknya dulu di twitter. Mungkin awalnya cuma tahu Nabilah, terus cari-cari tahu yang lain.. Ketemu deh Melody, Shania, Haruka.


Oshimen
Terus kan kalau fans JKT48 itu notabene setiap orangnya punya oshi masing-masing, mulai deh cari tahu, cari tahu.. Akhirnya memutuskan kalau oshinya itu Shania! 


(http://jkt48.com/member/detail/id/23?lang=id)

Itu awal 2013 kayaknya. Udah mulai ngobrolin mereka, dengarin lagu-lagu mereka, pokoknya semua tentang merereka! Hahaha Lebay.. Hahaha
Kenapa Shania? Waktu itu bingung juga sih mau milih siapa buat dijadiin oshi, lagipula membernya juga banyak kan..
Awalnya lihat-lihat sepintas profil-profil member di situs JKT48 juga di akun-akun twitter mereka. Waktu itu juga masih baru Haruka sama Akicha ditransfer ke JKT48.
Sebenarnya juga suka sama Haruka, tapi kan yang namanya oshi cuma satu, jadi tetap pilih Shania!


Haruka
Suka nihonjin!
Kenapa suka Haruka? Lebih suka Haruka daripada Akicha.. Haruka itu talkative menggemaskan gitu!
Bukan berarti Akicha nggak, kurang aja gitu dari Haruka.
*Ini subjektif ya
Haruka juga aktraktif dan antusias, lebih tepatnya gak tau malu. Hahaha maaf Haruka~ Lebih halusnya, Haruka itu orangnya pede aja gitu.
Pokoknya sampai sekarang kalau Team J prioritasnya itu Shania sama Haruka!

Shania
Kembali ke Shania.
Setelah melihat-lihat sekilas profil para member, langsung deh mememutuskan tertariknya sama Shania. Selanjutnya coba cari tahu tentang doi, latar belakangnya, foto-fotonya, akun twitternya..
Setelah itu, jadi tahu kalau Shania itu motto dan memang orangnya sendiri itu 'disiplin'. Gak salah deh saya memilih dia.
Saya memang orangnya kurang disiplin, belum. Jadi motivasinya, saya mau seperti Shania!
Terbukti, performanya baik saat tampil di teater maupun di luar memang (paling) total. All out!
Sebenarnya salah juga sih kayak gitu. Tanpa pikir panjang, tanpa riset yang cukup, langsung aja menentukan oshi sesuka hati. Tapi gak apa apa, justru semakin banyak pilihan, semakin sulit bukan? Nah, itu sisi baiknya.


Nabilah
Kembali ke Nabilah.
Jadi, Nabilah itu member paling berjasa yang memperkenalkan JKT48 ke bakal-bakal fans bahkan yang di luar fans. Pasti kalau ditanya tentang JKT48, tahunya Nabilah! Kebanyakan.
Saya juga dulu begitu.
Gak salah deh kala Nabilah dijuluki oshi sejuta umat~ Soalnya memang Nabilah yang menjembatani khalalayak ke dunia delusi yang lebih luas.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sekian dulu.
Insya Allah akan saya lanjutkan pada kesempatan selanjutnya. Terima kasih atas atensinya!
Oh iya, sebagai klarifikasi, tulisan ini sifatnya subjektif yaa. Saya juga tidak menutup diri dari beragam masukan dan tanggapan, karena saya memaklumi bahwa tiap orang melihat dari mata yang berbeda.


~Salam #DagingKhasDalam~